TRAUMA

TRAUMA
EPS. 62. Menghindar tapi percuma.


__ADS_3

Lea sudah tiba di sekolah, dan dia langsung berlari dengan terburu buru untuk masuk kedalam sekolah yang saat itu masih belum terlalu ramai. Lea langsung masuk kedalam toilet untuk mengganti pakaian nya dengan seragam basket.


Entahlah, dia menjadi tidak ingin bertemu dengan Richard. Apa lagi semalaman bayangan Richard seperti menghantui dirinya sampai tidak bisa tidur.


Lea keluar dan berjalan mengendap endap, berjaga kalau kalau ada Richard yang muncul di sana.


'' Lea, dimana Richard?'' Tanya Juno yang muncul tiba tiba dari belakang Lea. Lea sontak terkejut sampai menjatuhkan botol minumnya.


'' Astaga! kau mengagetkan aku.'' Ujar Lea.


'' Kenapa kamu seperti sedang mengendap endap, Kamu cari siapa?'' Tanya Juno.


'' Lea. '' Panggil suara Richard dari jauh.


Lea langsung terkesiap dan langsung lari pergi dari hadapan Juno, sampai Juno ikut panik melihatnya. Richard sampai di depan Juno dan mengambil botol minum Lea yang terjatuh.


'' Lea, tunggu.'' Teriak Richard, sambil kembali berlari mengejar Lea.


'' Astaga, apa meraka sedang kucing kucingan?? Ck! Dunia milik mereka berdua. '' Ujar Juno.


Lea sampai di lapangan basket, dan langsung bersembunyi di balik kerumunan anak anak lainnya. Orang orang sampai bingung melihat Lea yang seperti mengendap endap.


' Apakah Lea membenciku, dia menghindar dariku. Sudahlah, nanti aku akan mengajaknya bicara.' Batin Richard.


Tapi mau bersembunyi seperti apapun juga, akhirnya mereka berdua bertemu ketika akhirnya turnamen kembali di mulai. Tapi saat ini wajah Lea terlaihat begitu serius, tak terlihat sedikitpun senyuman di wajahnya.


Padahal dalam hati Lea saat ini, dia sedang mencoba untuk tenang. Tapi pada dasarnya wajah Lea ini memang lebih terlihat seperti antagonis,jadi hang melihatnya mengira Lea sedang marah saat ini.


Richard pun mencoba menjadi profesional karena dirinya seorang kapten. Kyle yang melihat itu tersenyum, ia pikir Lea sedang marah dengan Richard karena sejak tadi mereka tak terlihat bersama seperti biasanya.


'' Apakah akhirnya kamu sudah melihat sisi bren*sek Richard? Sudah aku duga, dia hanya berwajah polos tapi hatinya licik. '' Ujar Kyle pada Lea. Lea melirik Kyle dengan tatapan tajam nya dan kembali membuang muka.


'' Kamu bisa mempertimbangkan aku, setidaknya aku tulus menyukaimu.'' Ujar Kyle lagi.


'' Siapa kau, membandingkan diri dengan Richard? Kau tidak pantas. '' Ujar Lea dengan tatapan datar.


Entah mengapa Lea menjadi kesal mendengar Kyle menjelek jelekkan Richard, Lea tidak suka Kyle menjelekan Richard.


' Keanapa juga aku menjadi sangat kesal begini..' Batin Lea semakin kesal.


' Aku akan buat kamu menyukaiku Lea.' Batin Kyle.


'' Teman teman, bangkitkan semangatmu.. semoga TIGER bisa menang!!'' Teriak Richard.

__ADS_1


Mereka pun saling berdoa dengan kepercayaan mereka masing masing, dan turnamen itu resmi di lanjutkan. Livy dan Hae In juga sudah datang ke sana, begitu juga dengan Fitty.


Seperti biasanya, Lea yang selalu mencetak skor di tim TIGER itu, jika bukan Lea maka Richard.


Dan setelah beberapa putaran permainan, kini TIGER masuk kedalam tiga besar dan mereka kini sedang bertanding untuk menentukan siapa yang akan menempati posisi pertama.


'' Lea, kemari!! '' Teriak suara Juno.


Lea melihat kesana dan kemari untuk menghitung jarak, akhirnya ia melemparkan nya pada Kyle karena Kyle yang paling dekat dengan ring. Kyle tersenyum dan langsung melempar bola itu ke atas ring dan mencetak poin.


Dan bersamaan dengan itu, bel tanda pertandingan berakhir pun berbunyi dan TIGER menang.


'' TIGER menang!!!'' Teriak para suporter.


Lea melakukan tos dengan Juno yang saat itu berada di dekatnya, meskipun Juno bingung mengapa Lea melempar bola basket itu pada Kyle tapi Juno tidak lagi mempermasalahkan nya, yang penting mereka menang.


'' Kenapa kamu mengoper bola pada Kyle? '' Tanya Juno.


'' Aku hanya menghitung sesuai dengan perhitungan ku, jarak dia lebih dekat dengan ring. Jika aku mengoper nya padamu, maka akan kecil kemungkinan bisa masuk sebelum bel berbunyi. '' Ujar Lea.


'' Woah, jadi kamu memperhitungkan semuanya terlebih dahulu? '' Ujar Juno.


'' Hm.. '' Sahut Lea.


Lea tidak lagi lari, apapun yang terjadi pada akhirnya mereka akan bertemu lagi. Tapi saat ini dirinya justru semakin merasa gugup ketika Richard menghampirinya.


'' Apa terjadi sesuatu pada kalian? Sejak tadi kalian seperti orang yang kucing kucingan.'' Ujar Juno.


'' Bukan urusanmu. '' Jawab Lea dan Richard bersamaan.


'' Alamak, kompak sekali.'' Ujar Juno.


Richard menarik tangan Lea dan berjalan pergi dari sana, Lea juga tidak melawan atau berlari seperti sebelumnya. Richard membawa Lea ke tempat duduk dan membuka kan botol minum Lea yang terjatuh di koridor pagi tadi.


''Minum.. '' Ujar Richard sambil tangan nya menyodorkan botol pada Lea.


Lea menerima botol itu kemudian meneguk air nya, Richard mengeluarkan handuk kecil dari tasnya dan menelap kening Lea yang penuh dengan keringat.


Tatapan keduanya bertemu, dan Richard tersenyum karena saat ini Lea terlihat sangat patuh dengan wajah merah karena kelelahan. Lea terlihat seperi anak kucing yang menggemaskan.


'' Jangan lari lagi dariku, aku sudah mengatakan nya padamu, bukan? Jangan terbebani, kita masih bisa menjadi teman yang baik seperti biasanya. Biarkan saja aku yang mencintai kamu sendirian, tidak perlu kamu terbebani dengan perasaanku.'' Ujar Richard, namun Lea hanya diam sambil menatap Richard.


'' Jangan menatapku begitu, aku tidak tahan ingin menggigit pipi chuby mu ini.'' Ujar Richard sambil mencangkup kedua pipi Lea.

__ADS_1


Tiba tiba pelatih memanggil mereka semua untuk berkumpul dan melakukan penyerah terimaan medali yang mereka dapatkan.


'' Ayo.. '' Ujar Richard dan menggandeng tangan Lea seperti biasanya.


Rupanya, pemandangan manis tadi tidak luput dari pandangan Hae In dan Livy, mereka mengabadikan momen momen manis itu dengan memfoto keduanya dari jauh.


' Aku  bisa mati dengan tenang jika aku bisa melihat cucuku hidup bahagia, tolong dengar itu Tuhan. ' Batin Hae In.


Lea berdiri di samping Richard dan melakukan penyerah terimaan medali juara satu yang dirinya dapatkan, Lea tersenyum senang ketika melihat sebuah kalung medali menggantung di lehernya. Itu adalah medali pertama yang ia dapatkan selama dirinya bersekolah.


' Aku bisa mendapat ini karena Richard, aku bisa membaur dengan teman laki laki juga karena Richard, Bisa aku bilang aku menjadi diriku yang sekarang ini juga karena Richard. Apakah sebenarnya aku sungguh sudah  berketergantungan dengan dia.. ' Batin Lea.


Setelah sesi serah terima medali itu selesai, semuanya mengajak untuk merayakan kemenangan mereka di sebuah cafe. Richard sebagai kapten tentu saja tidak bisa egois dengan hanya mengurusi kepentingan nya sendiri saja, ia mau tidak mau ikut dengan teman teman timnya.


'' Kapten, ajaklah Lea.. dia adalah satu satunya dewi diantara kami.'' Ujar salah seorang teman tim.


Richard melihat kearah Lea yang saat ini berdiri tak jauh darinya, Richard ingin mengajak Lea tapi dia tahu Lea bukan orang yang suka berkumpul.


" Lea, ikutlah bersama kami." Ujar yang lain nya.


Richard menghampiri Lea dan berkata..


" Tidak apa apa jika kamu tidak mau ikut, kamu pulang saja. Tapi maaf aku tidak bisa mengantar kamu pulang." Ujar Richard.


" Tak masalah, aku membawa motor sendiri." Ujar Lea, dan Richard mengangguk sambil tersenyum.


'' Lea tidak bisa ikut dengan kita, jadi kita saja yang pergi merayakan kemenangan kita.'' Ujar  Richard.


'' Bagaimana bisa demikian, dia adalah salah satu dari kita. Dia juga yang paling banyak mencetak skor, jadi apa gunanya kita berkumpul tanpa dia.'' Ujar Kyle tiba tiba.


'' Benar, Lea harus ikut.'' Ujar yang lain nya terpancing.


Kyle memprovokasi anak anak di sana untuk ikut membujuk Lea agar ikut pergi merayakan kemenangan itu. Lea menatap Kyle yang saat ini juga menatap dirinya.


'' Jika Lea tidak mau, bukankah tidak baik memaksa dirinya untuk ikut? Jangan memaksa Lea ikut.'' Ujar Juno.


Juno yang pada dasarnya musuh Kyle sejak dulu pun kini saling bertatapan dengan permusuhan, Entah sebenarnya apa yang membuat keduanya bermusuhan, tapi sejak dulu mereka tidak pernah akrab satu sama lain, dengan alasan sekolah mereka berbeda.


'' Tidak profesional.'' Ujar Kyle.


'' Baik, aku ikut.'' Ujar Lea sambil menatap tajam Kyle. Semua anak anak tim di sana menatap ketiga orang itu yang kini saling menatap tajam.


TO BE CONTINUED...

__ADS_1


__ADS_2