Wanita Dalam Liontin

Wanita Dalam Liontin
Aku Hanya Tidur


__ADS_3

“Zhi, tolong bangunlah, apa yang terjadi?” Wajah lelaki itu tampak pucat pasi. Dia terus membelai pipi Zhi, menatap lekat mata yang terpejam itu.


Sedetik kemudian, bulu mata yang lentik itu mulai bergerak, kelopak mata itu mengerjap. Perlahan, Zhi membuka matanya, dia sangat terkejut saat bola matanya melihat wajah Calvin tepat di depannya.


“Calvin!”


“Zhi!” Keduanya berteriak bersamaan. Zhi terperanjat, seketika Calvin melepaskan tangannya yang tadi menangkup wajah wanita itu. dia langsung mundur beberapa langkah dari bath up.


“Calvin, kamu kenapa ada di sini, sih?” tanya Zhi dengan begitu terkejutnya. Mata wanita itu sontak membola sempurna. Tubuh polos yang masih tertutup busa tebal itu sama sekali tak terlihat oleh mata Calvin, tenggelam dalam air yang tingginya seleher Zhi.


Calvin tampak heran, dia masih bertanya-tanya dalam benaknya dan sedikit bingung, karena Zhi tiba-tiba sadar kembali  setelah beberapa menit Calvin di dalam untuk berusaha menyadarkannya.


“Calvin, aku nggak menyangka kamu benar-benar menjadi prias mesum yang rakus! Kamu pasti berniat memakanku, kan? Padahal, yang aku tahu, kamu lelaki baik, Vin,” ucap Zhi menilisik, tangannya seraya berusaha menutup dadanya, walaupun Calvin tak dapat melihatnya karena buih putih yang memenuhi bak mandi itu.


“Zhi! Jangan bicara sembarangan! Kamu pikir aku pria seperti apa, aku masih waras. Tidak mungkin aku memakanmu, apalagi kamu sama sekali tidak menarik. Sungguh, kamu bukan tipeku!” Wajah Calvin memerah, menahan emosi serta malu yang tiada tara, karena dia sudah seperti lelaki yang tertangkap basah mengintip orang mandi.


“Apa kamu bilang? Aku tidak menarik? Benarkah ucapanmu itu, Vin? Ah, aku tidak yakin. Kamu saja ingin mengintipku mandi, kan? Bagaimana itu tidak menarik, dasar pria mesum!" Zhi terkekeh seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Ucapan Zhi mampu membuat Calvin frustrasi seketika. Bagaimana mungkin, kepanikan Calvin malah disangka pria mesum oleh Zhi.


“Zhi, kamu salah paham,” tutur Calvin sambil menarik napas panjang, nadanya dibuat selembut mungkin.


“Tadi, aku hanya heran, kenapa kamu begitu lama berada di dalam kamar mandi hingga berjam-jam. Kamu pingsan atau gimana? Atau tadi kamu sempat tenggelam?” Calvin menghujani pertanyaan, dia sedikit menunduk menyejajari Zhi yang tengah bersantai di bak itu. Calvin memperhatikan wajah Zhi yang menatap tajam dirinya.

__ADS_1


“Calvin, kamu berlebihan," tukas Zhi. Sudut bibir mungil itu tampak sangat manis, terlihat indah seperti bulan sabit. Sebenarnya dia ingin menertawakan Calvin karena dia panik dan sangat khawatir pada Zhi. Namun, dia masih menjaga perasaan lelaki itu agar tidak mengeluarkan ledakan tawanya saat ingat dirinya yang tertidur pulas.


"Harusnya kamu tidak perlu sekhawatir itu, aku hanya tidur, Calvin. Tempat ini sangat nyaman, dari tadi siang aku tidak bisa memejamkan mataku, padahal aku benar-benar mengantuk.” Zhi berucap tanpa rasa bersalah.


Barisan kalimat yang keluar dari bibir manis Zhi, membuat  Calvin membelalakkkan matanya. Dia lalu mengusap kasar wajahnya dan menjambak kasar rambutnya yang sudah rapi itu.


"Apa, Zhi! Coba ulangi ucapanmu barusan!"


"Aku hanya tertidur, Calvin." Zhi tak lagi bisa menahan tawanya, dia tergelak hingga suaranya memenuhi sudut kamar mandi itu.


“Tidur? Kamu ...! Kamu memang benar-benar, ya, Zhi!” umpat Calvin, dia terus menggerutu seolah merasa dipermainkan oleh Zhi.


Calvin tidak menyangka Zhi akan melakukan hal konyol yang sudah membuat dirinya panik, dan dengan entengnya dia bilang hanya tidur.


Lelaki itu berjalan keluar dari kamar mandi dan sedikit kasar membanting pintu, Zhi pun hanya tertawa dengan hal konyol yang dia lakukan. Dia pun tak tahu kenapa bisa tertidur di saat mandi. Zhi segera menyelesaikan mandi petangnya yang sudah menjadi ritual mandi malam.


"Sampai kapan aku akan dibuat gila oleh wanita itu? Otakku sudah mengepul akibat tingkah lakunya! Mana ada orang tidur di bath up selama dua jam. Lama-lama dia akan beralih wujud menjadi ikan," gerutu Calvin seorang diri sambil berjalan melenggang menuju kamarnya.


_______


"Calvin! Aku datang!" teriak Zhi dari balik pintu kamar Calvin yang tertutup rapat. Wanita itu kemudian mengetuk pintu, tetapi tanpa persetujuan Calvin, dia langsung masuk begitu saja.


Beruntung, Calvin hanya sedang rebahan memaninkan ponselnya di ranjang. Kalau saja tubuhnya sedang polos, bisa-bisa dia akan mengamuk karena Zhi tak sopan membuka pintu kamar orang. Namun, tetap saja, Calvin sedikit geram karena Zhi mengagetkannya.

__ADS_1


"Zhi, lain kali ketuk pintunya. Apa lagi kamu berada di kamar lelaki," tegas Calvin. Akan tetapi, ucapannya itu malah dibantah oleh Zhi.


" Calvin, apa kamu lupa, kamu tadi juga memasuki kamar wanita, kamar mandi malah! Itu tidak sopan, Calvin!"


Calvin menarik napas panjang, kali ini dia memilih diam. Jika berdebat dengan Zhi, sudah pasti dia akan tetap salah dan kalah. Dia memutuskan untuk tak menjawab kalimat Zhi, dia mengakihkannya dengan pertanyaan.


"Mau apa datang kemari?" tanya Calvin, dia beringsut duduk, menatap Zhi yang beridiri di ambang pintu.


"Aku mau nanya Calvin, tadi kan kamu yang datang ke kamarku lebih dulu, berarti kamu yang mencariku, kamu ada perlu apa?" Zhi balik bertanya, membuat Calvin mendengus kesal.


Niat Calvin untuk mengajak Zhi jalan-jalan malam akhirnya dibatalkan, dia sudah kehilangan mood-nya seketika akibat kejadian tadi.


"Tidak apa-apa, lupakan saja!" jawab Calvin singkat.


"Calvin! Apa yang akan kita lakukan sekarang?" Zhi malah mendekat ke ranjang Calvin dan duduk di tepi.


"Sebaiknya kita keluar dari kamar, Zhi. Di sini banyak setan!" tukas Calvin. Lelaki itu gegas beranjak dari ranjang dan mengajak Zhi keluar dari kamar.


.


.


Bersambung,

__ADS_1


Jangan lupa komen dan like-nya ya guys. Terima kasih😍♥️


__ADS_2