Wanita Dalam Liontin

Wanita Dalam Liontin
Zhi Dalam Genggaman Erdo


__ADS_3

Pengorbanan Zhi yang harus mencari batu opal pun terus berlanjut dari hari ke hari. Demi untuk bisa hidup bersama Calvin, dia rela untuk meninggalkannya untuk waktu yang cukup lama. Dia hanya ingin keselamatan untuk lelaki yang kini sudah menjadi suaminya sebagai penjaga. Tak ada sedikit pun rasa putus asa bagi Zhi. Perjuangan akan tetap berlanjut sampai batu opal itu berada dalam genggamannya.


Gunung Alpheno, Zhi terus menyusuri dengan langkahnya yang setengah melayang tanpa menapak, mencari teliti batu opal yang memang sebagai syarat untuk Calvin menjadi suami kekalnya. Kilaian itu cukup sulit ditangkap mata oleh Zhi.


Saat Zhi harus melanjutkan pencariannya, dia sedikit lengah dan tak menjaga dirinya. Zhi lupa akan dirinya yag harus selalu mengenggam liontinnya. Tanpa Zhi sadari, tiba-tiba saja Erdo tahu keberadaan Zhi melalui cermin. Tak menunggu lama, dia langsung mendatangi Zhi dan berniat membawanya paksa.


Seketika dada Zhi mulai sesak dan penglihatannya mulai kabur—pertanda akan ada kekuatan sihir jahat yang akan menyerangnya. Erdo yang sudah berada di Gunung Alpheno tersebut langsung menangkap Zhi dari kejauhan. Wanita itu bahkn tidak sempat berlindung diri dari serangan Erdo.


“Zhivanna, kali ini aku pasti akan mendapatkanmu. Tidak ada lagi yang bisa menghalangi langkahku.” Erdo menyeringai, tatapannya seolah membuat Zhi ketakutan saat Erdi sudah berada di hadapannya.

__ADS_1


"Kenapa kau selalu mengusik hidupku? Pergi!" ucap Zhi yang merasa terancam.


"Tentu saja aku akan terus mengusikmu sebleum kau jadi milikku."


“Tolong lepaskan aku, jangan terus mengejarku seperti ini. Aku tidak akan mau menjadi budakmu, Erdo!”


Tak peduli dengan pengharapan Zhi yan ingin dilepaskan, Erdo tetap dengan pendiriannya untuk memiliki Zhi. Keinginannya bahkan tidak ada yang bisa menghalanginya.


Paksaan Erdo dengan kekuatan sihirnya mampu membuat Zhi lemas seketika. Zhi lalu dibawa ke kerajaannya, di sana Zhi diletakkan di kamar khusus dengan bunga yang sudah disiapkann. Dia tidak sabar ingin menikahi Zhi dan menjadikan ratunya—melayani semua perintahnya.

__ADS_1


Zhi tak berdaya, tubuhnya bahkan lemas. Tak ada satu orang pun yang kini bisa menolongnya. Mungkin saja nasib Zhi akan berakir di tangan Erdo.


Sementara itu, di kediaman Chris, lelaki itu tampak gusar dan penuh kekhawatiran. Dia merasakan sesuatu yang begitu menyesakkan. Batu opal yang ada digenggaman Chris terasa panas, pertanda jika Zhi sedang berada dalam bahaya.


Chris lalu mulai berkonsentrasi dan mencoba menghubungkan energi dari kalung Zhi. Begitu terkejutnya lelaki paruh bayya itu saat mengetahui Zhi sedang berada di kerajaan Erdo.


Pikirannya mulai kalut, dia tak tah harus berbuat apa untuk menolong putrinya. Di sisi lain, ketika dia nekat menyerang Erdo, sudah dipastikan dia akan langsung menjadi abu kematian, mengingat ilmunya yang tak seberapa dibanding Erdo. Chris bisa saja mengelabuhi Erdo dengan kecerdikkannya, tapi jika hal itu terendus, Chris dan istrinya pasti tidak akan selamat.


Mau tidak mau, Chris dan istrinya kini harus memilih antara keselamatan putrinya atau keselamatannya. Jika dia harus merelakan Zhi dalam genggaman Erdo, sudah dipastikan kedua orang tersebut tidak akan tenang sampai tua karena anaknya menjadi budak Erdo. Namun, di sisi lain, jika harus menyelamatkan Zhi, maka dia harus siap mati dan susah pasti Zhi akan bisa hidup kekal di bumi saat bersama Calvin.

__ADS_1


__ADS_2