
Keesokan harinya, mentari pagi mulai menampakan cahayanya di ufuk timur. Zhivana masih berada di di bawah selimutnya yang tebal. Menikmati tidur malamnya yang panjang dan nyenyak, tubuh wanita itu menggeliat saat mendengar ketukan pintu dari luar kamarnya. Zhi mengerjapkan matanya dan meregangkan ototnya yang sedikit kaku.
Calvin sengaja membangunkan Zhi, karena dia akan berangkat ke kantornya. Kali ini, dia langsung membuka matanya dan tersadar dengan suara ketukan pintu itu, Zhi beringsut duduk bersandar pada kepala ranjang.
"Zhi, bangunlah! teriak Calvin dari depan kamar Zhi. Calvin sudah rapi dengan setelan jas hitam yang melekat di tubuhnya. Lelaki itu tampak gagah dan terlihat sangat tampan.
“Iya, sabar. Aku sudah bangun, Vin. Tunggulah, aku segera keluar!"
Zhi dengan malas menyingkap selimut yang melilit di tubuhnya, lalu melangkahkan kakinya ke kamar mandi, berniat untuk membersihkan wajahnya yang baru bangun tidur. Meskipun dia sudah memiliki paras yang cantik, tetapi dia ingin melakukan rutinitasnya seperti manusia biasa pada umumnya.
Tak lama setelah selesai membersihkan diri, Dia berjalan menuruni tangga dengan malasnya, menghampiri Calvin yang sedang berada di meja makan. Sambil menguap, dia menatap lelaki itu tanpa berkedip.
"Calvin, kamu ganteng sekali!" ucap Zhi dengan wajah kagetnya. Dia begitu terpesona melihat Calvin dengan setelan jas berwarna hitam, rambutnya pun tertata rapi. Tak seperti hari kemarin yang yang mengenakan baju santai dan rambut pun terlihat sedikit acak-acakan, tetapi itu sama sekali tidak mengurangi nilai ketampanannya.
“Turunlah, Zhi! Ayo kita makan!" ajak Calvin pada Zhi yang tak kunjung menghampirinya. Wanita itu malah mematung menatap Calvin dari depan tangga dan tak segera mendekat ke meja makan.
"Calvin, kamu mau ke mana sih?" Zhi berjalan, lalu menggeser kursi untuk dirinya duduk di dekat Calvin.
"Mau ke kantor. Mau ke mana lagi, sudah tau pakai baju rapi begini," kata Calvin sedikit cuek. "Makanlah, aku sudah membuatkanmu sarapan."
"Calvin, ini semua kamu yang masak?" tanya Zhi dengan sedikit terkejut. Matanya fokus ke meja yang lengkap dengan beberapa menu.
Calvin lalu meraih gelas yang berisi jus buatannya, jus sehat setiap pagi yang disiapkannya sendiri. Minuman itu berisi empat macam buah yang di campur, menjadi pemula hari yang menyenangkan baginya.
Di samping itu, dia juga memasak beberapa macam makanan setelah menyelesaikan olahraga paginya. Ada scrumbel egg, toast, nasi goreng, dan juga salad sayur sudah tersedia di meja makan.
Sengaja, Calvin memang tak mau memperkerjakan asisten rumah tangga di rumahnya, karena dia ingin bebas sendiri di rumah itu. Untuk membersihkan rumah pun, dia sering menyewa jasa melalui online.
"Tentu saja aku yang buat, Zhi. Siapa lagi, memangnya ada orang selain kita di rumah ini?" ucap Calvin seraya mengambil salad dan menaburinya dengan scrumbel egg.
"Hebat." Zhi menggeleng-gelengkan kepala karena saking kagumnya dengan Calvin.
__ADS_1
"Zhi, kamu mau makan apa? Yang mana yang kamu suka?" tanya Calvin, dia bersiap untuk mengambilkan makanan untuk Zhi.
"Kamu sangat hebat, Calvin. Aku sangat bangga padamu, kau tahu, aku sangat takjub melihat kelebihanmu, memasak. Apa lagi, kamu sengaja menyiapkannya untukku, aku sudah seperti tuan putri di mata kamu. Terima kasih, Calvin." Zhi mengedip-ngedipkan matanya genit, dia tersenyum pada Calvin. Ukiran senyum tipis Zhi itu mampu menarik fokus Calvin.
Calvin yang tadi berencana mengambilkan Zhi makanan, dia mengurungkannya. Lelaki itu mendudukkan kembali tubuhnya ke kursi saat melihat senyiman Zhi, tetqpi ada semburat kesal karena Zhi terlalu banyak bicara.
"Zhi, jangan mulai menggoda. Masih pagi. Itu tidak akan mempan, fokuslah untuk makan!" tegur Calvin. "Jadi mau diambilkan atau ambil sendiri?" Calvin menegaskan, karena ulah Zhi, dia lambat menyuap makanannya.
"Ambilkan dong, Vin! Kan aku mau diperlakukan seperti ratu oleh pria tampan!" Zhi menyangga kepalanya dengan kedua tangan yang menangkup wajah, sambil terus memperhatikan Calvin.
"Mau makan apa?" tanya Calvin singkat, dia mengabaikan Zhi yang terus berusaha menggodanya. Sungguh, pagi ini adalah awal yang baru untuk Calvin. Menikmati sarapannya dengan seorang wanita pertama kali di hidupnya. Sebelumnya, Gracella tak permah sekalipun ada bersama Calvin saat pagi hari.
"Aku mau makan semuanya, tapi jangan ambilkan banyak-banyak, aku mau mencicipi semua hasil masakanmu," tutur Zhi. Calvin pun dengan sabarnya mengambilkan makanan untuk wanita yang ada di depannya itu. Setelah lengkap dengan semua makanan di piring, Calvin meletakkannya tepat di depan Zhi.
"Calvin, boleh aku ikut kamu ke kantor?" tanya Zhi tiba-tiba, membuat Calvin mengalihkan pandangannya. Dia berpikir sejenak, apakah akan baik jika Zhi ikut ke kantornya.
"Makanlah dulu, aku akan memikirkannya," dalih Calvin. Dia mulai menyantap makanannya.
_______
Setelah keduanya menyelesaikan sarapannya, Zhi mengelus perutnya yang sudah kekenyangan. Makanan di piringnya habis tak bersisa.
"Calvin, kamu tahu? Masakan kamu ini sangat enak. Aku bahkan sangat menikmatinya, aku tidak menyangka lelaki sepertimu bisa memasak juga. Keren!" Zhi mengacungkan ibu jarinya pada Calvin.
"Kamu sudah mandi, kan? Ganti pakaianmu sekarang jika mau ikut denganku."
"Benarkah, Vin? Aku boleh ikut?" Zhi beranjak dari duduknya dan menghampiri Calvin ke kursinya, hampir saja wanita itu memeluk lelaki itu, tetapi Calvin segera menjauhkan tubuhnya.
"Zhi, jangan aneh-aneh!" ucap Calvin dengan nada mengancam.
"Aku hanya ingin berterima kasih, Calvin. Apa aku tidak boleh memelukmu sebentar?"
__ADS_1
"Zhi, please ini hanya hal kecil, tidak perlu kamu mengucapkan terima kasih dengan pelukan. Hanya ada waktu lima belas menit lagi untuk kamu bersiap. Cepatlah! Jangan sampai nanti aku terlambat gara-gara kamu." Calvin menyuruh Zhi untuk segera mengganti pakaiannya.
_______
Di kamar Zhivana, dia sedang sibuk memilih baju yang menggantung di lemari. Dia begitu bingung pakaian apa yang cocok dipakainya untuk pergi ke kantor. Sebab, Sebelumnya dia tidak pernah pergi ke tempat yang resmi.
Zhi berteriak memanggil Calvin dari dalam kamarnya. "Calvin, ke sinilah!"
Calvin yang masih berada di meja makan, dia menggeleng-gelengkan kepalanya begitu mendengar suara Zhi yang begitu menggema di seluruh ruangan. Tanpa jawaban, Calvin segera menghampirinya, lelaki itu menaiki tangga dengan malas.
"Apa, Zhi? Kenapa harus berteriak? Lama-lama gendang telingaku pecah jika setiap hari harus mendengar teriakanmu," gerutu Calvin saat di ambang pintu kamar Zhi yang terbuka lebar.
"Aku bingung harus memakai apa, tolong aku!" ucap Zhi seraya menurunkan beberapa baju di ranjangnya.
"Coba pakai yang warna abu-abu."
"Baiklah, aku akan mencobanya."
Zhi mulai menaikkan kausnya ke atas, Calvin pun langsung berseru, "Zhi! Apa kamu tidak bisa menggantinya di kamar mandi?" tegur Calvin.
"Kelamaan, Vin!" Zhi tetap cuek dan menggantinya di kamar tersebut. Namun, Calvin segera memalingkan wajahnya dan bersender pada dinding samping kamar itu.
"Dasar wanita aneh! Kalau aku lekaki jahat, mungkin aku akan langsung menerkammu, Zhi!"
.
.
Bersambung ...
Guys, jangan lupa dukungannya ya, like sama komen. Terima kasih.♥️
__ADS_1