
Sementara itu di tempat lain, Zhi tengah duduk di dalam mobil di bagian jok belakang, dengan tangan terikat dan mulut tertutup lakban. Zhi terus mengeram dan mencoba berteriak. Namun, mulutnya tidak dapat terbuka, dia hanya bisa mengeluarkan suaranya di tenggorokan.
Zhi begitu murka saat menyadari Gracella dan Jordanlah yang menculiknya. Beberapa saat yang lalu, ketika Zhi berhasil disergap. Kedua penyusup tersebut langsung menyerahkan Zhi kepada Gracella dan Jordan. Sepasang kekasih itu mengendarai mobil anak buahnya, sedangkan mereka menaiki mobil Gracella. Pertukaran mobil itu bermaksud untuk mengelabuhi Calvin agar jejak Gracella tak terdeteksi oleh lelaki itu saat membawa Zhi pergi.
Dalam hati Zhi terus mengumpat, dia berusaha melepaskan tali yang mengikat tangannya begitu kuat, mungkin saat ini pergelangan tangan nan halus itu sudah lecet akibat gesekan tali yang terus digeser Zhi.
Sekuat apa pun Zhi berusaha melepas ikatannya, dia masih saja kesulitan. Kaki yang tak diikat, membuatnya berontak dan berusaha menyerang Gracella. Zhi terus menendang tempat duduk Gracella yang berada di depan, tepat di sebelah kemudi yang dikendarai oleh Jordan.
"Hei! Wanita sialan! Bisa diam nggak! Atau mau kulempar ke jurang sekalian!" bentak Gracella, dia begitu jengkel dengan Zhi yang terus mengusik duduknya.
Zhi tak mampu menjawab, dia hanya terus mengerang, suaranya hanya terhenti di tenggorokan.
"Apa perlu kakinya kita ikat, Sayang?" tanya Jordan memberi ide.
"Itu akan memperlambat peejalanan kita, Beib. Lihat saja, sekali lagi dia bertingka, aku akan mnegiris kakinya." Seringai jahat dan tatapan tajam Gracella menghunus bak belati yang menusuk Zhi. Namun, hal itu sama sekali tak membuat Zhi takut.
Dini hari jalanan begitu lenggang sepi tak berpenghuni, bahkan hanya ada satu atau dua kendaraan yang melewati jalur pantai yang berkelok-kelok karena pegunungan. Di samping-sampingnya terdapat pepohonan yang rimbun, hanya cahaya bulan yang mampu menerangi kegelapan malam tersebut. Lampu di tepi jalan pun hanya sebagian menyorot beberapa meter.
Perjalanan yang cukup lama membuat Zhi lemas ketika dia terus mengeluarkan tenaganya untuk berusaha lepas dari jeratan tersebut. Akhirnya dia mulai pasrah dan memilih untuk diam.
Mobil yang dikendarai oleh Jordan dengan Gracella berhenti tepat di tepi pantai yang tidak asing. Zhi cukup terkejut melihat pantai tersebut karena memang dia bersemayam di pantai itu saat menjadi liontin, dan pertemhannya pertama kali dengan Calvin. Ya, di situ jugalah Calvin menutup portal antar dua dimensi. Dalam benak Zhi dia berpikir, apa sebenarnya tujuan Gracella membawanya kemari.
__ADS_1
Gracella memaksa Zhi keluar dari mobil, Jordan pun hanya menyaksikan kedua wanita yang saling adu kekuatan. Zhi enggan melangkah menuruti perintah Gracella meskipun wanita itu menarik Zhi dengan kasar.
Hingga saat mereka menginjakkan kaki tepat di atas pasir. Jordan bertanya pada Gracella. "Sayang di mana letak portal itu?"
Gracella mendorong Zhi, lalu berkata, "Buka sekarang portal itu!" perintah Gracella. Ucapan tersebut sontak membuat Zhi terkejut.
Meskipun masih tak menyangka dengan apa yang dia dengar, dia berpura-pura tidak tahu menahu soal portal itu. Zhi hanya menggeleng-gelengkan kepala dan meminta agar membukakan mulutnya yang tertutup lakban hitam tersebut.
Gracella menyadari isyarat Zhi, dia lantas membukanya dan mendengarkan apa yang akan diucapkan oleh Zhi.
"Hey wanita sinting, di mana letak portalnya? Cepat katakan dan buka sekarang juga!"
Mendengar ucapan gracella, Zhi malah tertawa terbahak-bahak dengan puasnya. Wanita itu seperti kemasukan roh halus seperti mendadak gila.
"Portal sih adanya di jalanan, di setiap gang perkampungan, bukan di sini. Mana ada di pantai ada portal!" Zhi terus tertawa dan terlihat seperti mengejek Gracella dan Jordan seolah-olah perkataan mereka tidak masuk akal dan menganggapnya hal bodoh.
Dalam hati Zhi terus bertanya, dia sempat bingung bagaimana mereka bisa tahu soal portal dua dimensi, padahal tak seorang pun tahu akan hal ini.
"Jangan pura-pura lagi kau, dasar Wanita Iblis! Belum puas juga kau mendapatkan Calvin, kembalilah ke alammu sana! Jangan memijakkan kaki kotormu itu di bumi ini. Kau hanya membawa virus sampah yang mengotori dunia manusia!" umpat Zhi dengan oenuh emosi.
"Tampaknya kalian sudah benar-benar gila, setan mana yang merasuki tubuh kalian hingga berbicara tak masuk akal, lucu sekali ha ha ha. Dengan tangannya yang terikat, Zhi berdiri dan dan melihat mimik wajah Gracella dan Jordan sangat aneh padanya.
__ADS_1
Gemuruh ombak dini hari terdengar begitu riuh, kali ini Zhi benar-benar bingung apa yang di harus lakukan tidak di satu sisi dia memang tidak bisa bergerak dan melepas ikatannya, itu membuat Zhi tak dapat meraih kalungnya untuk sekedar menolong dirinya sendiri. Harapannya sekarang hanya pada perubahan pikiran Gracella dan Jordan tidak atau dia mengharap pertolongan dari seseorang yang berbaik hati mau mengerti posisinya saat ini. Namun, saat ini pantai masih sangat sepi, bahkan matahari pun belum menampakkan fajarnya.
Gracella tampak emosi, wajahnya merah padam karena Zhi tak mau mengaku dan tidak mendengarkan perintahnya untuk membuka portal tersebut. Gracella kali ini bertindak cukup keras. Dia mendorong Zhi hingga terjatuh ke belakang.
"Auww!" pekik Zhi. Lihat saja nanti jika aku aku bisa selamat aku akan membalaskan dendamku tunggu saja.
"Kau tidak akan bisa bebas lagi, karena aku tidak akan membiarkanmu selamat dan hidup tenang di bumi ini. Paham!"
Beberapa jam yang lalu di mimpi Gracella, dia begitu banyak mendapat informasi dari Venus, sehingga dia mulai percaya akan mimpinya tersebut. Dia membicarakannya dengan jujur pada Jordan. Pada akhirnya, mereka merencanakan sesuatu untuk menculik dan membawa Zhi ke pantai atas perintah Venus.
Satu lagi hal yang Venus beritahukan kepada Gracella, dia memberitahu bahwa Zhi mempunyai kalung istimewa yang mampu menolongnya. Kalung berliontin batu opal itu akan selalu menyelamatkan Zhi saat dia menggenggamnya. Maka dari itu, Gracella memilih mengikat kuat tangan Zhi ke belakang agar dia tak dapat berkutik dan tidak bisa menyelamatkan dirinya dengan menggunakan Kekuatan kalung tersebut.
Gracella dengan kasar merebut kalung Zhi, dia menariknya hingga langsung terlepas dan sekarang berada di tangan Gracella. Mata Zhi membeliak, dia menukikkan alisnya karena begitu terkejut saat kalungnya ditarik oleh Gracella.
"Lihat, kamu begitu ketakutan, kan, saat kalung ini kuambil? Aku tahu sumber kekuatanmu ada di sini. Jadi menurutlah! Ikuti semua perintahku untuk membuka portal tersebut sekarang," papar Gracella sambil menunjukkan kalung yang batu saja dia ambil kasar dari leher Zhi.
"Ambil kalung itu, ambil! Lagi pula itu hanya kalung biasa. Buat apa aku menuruti semua perintah konyolmu yang tidak masuk akal itu, wanita sinting! Sepertinya kalian sudah benar-benar gila dan hilang kewarasan." Zhi meludah tepat di depan Gracella.
.
.
__ADS_1
Bersambung ...