Wanita Dalam Liontin

Wanita Dalam Liontin
Aksi Nekat Chris


__ADS_3

Zhi masih dalam keadaan lemas tak berdaya di sebuah ruang akibat pengaruh energi Erdo. Di ambang pintu, lelaki itu tersenyum penuh kepuasan saat melihat Zhi. Kini kemenangan ada di pihhaknya, tak peduli jika saat sadar nanti, Zhi akan berontak, yang terpenting dia akan segera menjadikan Zhi miliknya utuh.


Lelaki itu kemudian menyuruh beberapa prajuritnya untuk memperindah ruangannya untuk pernikahannya nanti dengan Zhi. Erdo pun melangkah masuk, dia duduk di tepi ranjang mendekati Zhi, tangannya mulai membelai lembut pipi wanita itu dengan senyuman kemenangan.


"Zhivanna ... kau tahu apa yang membuataku bahagia sekarang?” Erdo lantas meraba bibir Zhi dengan telunjuknya. Lelaki itu membungkuk, mengamati wajah Zhi dengan teliti. “Kamu, kamulah yang membuatku bahagia. Lihat, bahkan sekarang kau sudah tumbuh menjadi wanita dewasa. Cantik. Sangat cantik. Tidak sia-sia aku menginginkanmu. Aku akan pastikan, kamu akan jatuh ke pelukanku selamanya, Zhi. Tak ada lagi yang akan bisa memisahkan kita”

__ADS_1


Setelah puas Erdo membelai wajah Zhi, lelaki itu lalu berdiri, tetapi terus memandangi wajah ayu wanita tersebut seolah enggan meninggalkannya. Beberapa saat kemudian, Venus datang menghampiri Erdo, Dia mengabarkan bahawa semuanya sudah siap. Kini, mereka hanya menunggu Zhi sadar dari tidurnya dan pernikahan Erdo dan Zhi pun akan segera dimulai.


Erdo pun gegas meninggalkaan Zhi dan mulai mengecek semua persiapan yang diperintahkan. Kali ini, lelaki tu memanglah ingin kesempurnaan untuk pernikahannnya dengan Zhi karena dari sekian istri yang dinikahinya, hanyalah dia yang diinginkannya sejak dulu.


Chris sedang berjuang untuk menyelamatkan sang putri dari genggaman Erdo. Dia sudah membulatkan niatnya, bahkan dia sudah berpamitan dengan sang istri jika dirinya nanti tidak selamat, dia berpesan agar istrinya menjaga dirinya dan menjaga Zhi baik-baik. Meskipun sang istri tidak merelakan suaminya pergi, tetapi dia terpaksa tetap mengizinkannya karena seorang ibu pun tidak akan rela jika anaknya akan menderita seumur hidupnya.

__ADS_1


Chris sudah berada dalam wilayah kerajaan Erdo, dia menghampiri satu prajurit yang sedang berjaga di pintu samping. Tanpa suara dan dengan perlahan, Chris langsung membunuh lelaki itu. Pada akhirnya, dia langsung menyembunyikan jasad prajurit tersebut dan mengambil pakaiannya unguk dipakai. Dia menyamar sebagai prajurit agar bebas memasuki wilayah kerajaan tersebut.


Chris melangkah dengan pasti, tetapi santai. Kepalanya sedikit menunduk, tertutup topi khas kerajaan yang sedikit melebar, sehingga saat bola matanya mengitari sekitar, tidak ada yang mencurigainya. Chris mengecek di mana ada tanda-tanda keberadaan Zhi di setiap ruangan yang terbuka, bahkan dia juga memastikan di dalam ruangan yang pintunya tertutup, tanpa membuka pintu tersebut. Di tengah usahanya mencari Zhi, dia tetap waspada dan menjaga agar langkahnya aman. Di sisi lain, sang istri terus mendoakan dan berharap agar sua,,inya selamat dan bisa membawa Zhi ke pangkuannya  kembali.


Langkah Chris terhenti begitu batu opal yang dipakai di cincin itu bereaksi, batu itu berkilau seakan memperlihatkan sinyal keberadaan Zhi. Lelaki itu lantas berhenti dan menoleh ke arah kiri, dia menerawang jika ada Zhi di dalam atau tidak. Setelah memastikan keadaan aman, Chris lalu memasuki ruangan tersebut, dan benar saja, ada sang putri yang tengah tergolek di sana dengan pakaian lengkap khas calon pengantin di negerinya.

__ADS_1


__ADS_2