
Beberapa waktu yang lalu saat Zhi baru saja kabur ke Gunung Alpheno, kedua orang tua Zhi mulai beraksi. Mereka mengeluarkan batu saphire yang ada di tempat penyimpanan teraman di kediamannya. Batu—terakhir peninggalan eyang Zhi, kekuatan sihirnya bahkan tidak ada yang mampu menandingi. Namun, batu itu memang seharusnya digunakan sesuai wasiat terakhir, untuk menyejahterakan dunia, bukan untuk kepentingan pribadi.
Sesaat sebelum Venus sadar, kloning orang tua Zhi menggantikan posisinya untuk mengelabuhi Venus ketika sadar. Saat lelaki itu sadar dan mendapati Zhi menghilang, tanpa pikir panjang Venus langsung membunuh Chris dan Emma yang ternyata hanyalah kloning. Venus segera menemui Erdo dan menceritakan semuanya. Di luar dugaan, Venus yang harusnya disalahkan dan diberi hukuman, Erdo malah melapiaskan kemarahannya pada semua prajurit yang tersisa di kerajaannya. Bahkan rakyat di sekitarnya juga banyak yang terbunuh akibat energi sihir negatif Erdo yang berupa lemparan ribuan batu panas.
Kedua orang tua Zhi langsung menuju portal penghubung untuk segera menuju bumi sebelum Erfo mencium keberadaannya melalui cermin saktinya. Meski raganya memang tidak bisa hidup di bumi, tetapi mereka tidak kehabis akal dan energi untuk mencarai cara. Dua manusia yang berada di tepi laut pun mereka gunakan untuk hidupnya saat di bumi dengan cara masuk ke raganya. Walaupun mereka hanya memiinjam tubuh tersebut kurang dari 24 jam, tetapi hal itu sangat cukup untuk menemui Calvin.
Tak menunggu lama saat di pantai, Zhi pun tiba dengan senyumannya yang semringah kepada orang tuanya. Walaupun mereka menggunakan raga palsu, tetapi Zhi masih bisa melihat dengan batinnya. Wajah keduanya tampak berbayang begitu jelas di mata Zhi. Wanita itu lalu mendekat berlari dan memeluknya erat.
Banyak pasang mata yang menyaksikan mereka, ditambah dengan penampilan Zhi yang seperti pengantin wanita dengan gaun putih panjang karena belum sempat menggantinya. Apalagi Zi keluar dari lautan, tentu saja gaun iytu basah. Namun, kecantikannya bahkan tidak pudar saat dirinya dalam keadaaan basah kuyup dengan rambut panjangnya yang menyatu karena air.
__ADS_1
Suatu kelegaan dan juga kebahagiaan untuk Zhi saat dirinya tidak jadi kehilangan ayah dan ibunya.
"Ayah, Ibu, aku kira aku tidak akan bisa bertemu kalian lagi,” tutur Zhi seraya mengurai pelukan dan menghapus air mata harunya.
“Tentu saja Zhi ingat, Yah, Hanya saja tadi Zhi tidak berpikir ika Ayah dan Ibu akan mengambil tindakan akhir ini.”
__ADS_1
“Ya sudah, sebaiknya kita temui Calvin. Dia juga harus tau dan ikut bersama kita karena dia sudah menjadi bagian dari kita," tutur Chris.
"Baiklah, Yah. Hmm ... tapi, di sini ramai orang, tidak mungkin kita menghilang begitu saja, kita ke sana saja biar langsung sampai di rumah Calvin. Zhi lantas mengajak kedua rang tuanya agar bersembunyi di balik batu krang besar—tempat di mana Zhi dan Calvin sering berada di tempat itu saat mereka belum menjalin hubungan.
Ketiganya saling bergandengan tangan dan memejamkan mata. Sedetik kemudian, mereka menghilang dan kini sudah berada di kamar Zhi yang dulu. Kamar yang masih tertata rapi, sedangkan Zhi berada di kamar Calvin. Menunggu lelaki itu pulang dari kerjanya.
__ADS_1