Wanita Dalam Liontin

Wanita Dalam Liontin
Lautan Mayat


__ADS_3

Wanita itu lantas tersenyum. Wajahnya berseri tampak semangat. Orang tua Zhi yang melihatnya pun saling melempar tatapan lalu mengulas senyum satu sama lain. Mereka ikut bahagia melihat putrinya kini menemukan pendamping yang terlihat begitu menyayanginya. Tak ada lagi rasa keraguan untuk melepas Zhi. Tak ada lagi kekhawatiran akan massa depan anaknya walau hidup di bumi. Melihat anak dan menantunya saling menatap penuh cinta, Chris dan Emma pun kompak meninggalkan mereka berduaan.


Tatapan Calvin begitu dalam  saat memperhatikan manik indah Zhi. Binar cinta terlihat begitu jelas, tautan tangan mereka bahkan belum terlepas sejak tadi. Perlahan, Calvin tergerak untuk mendekatkan wajahnya ke wajah Zhi, jarak mereka bahkan tak ada sejengkal.


Tangan Calvin beralih ke pinggang Zhi dan mendekatkan tubuh wanita itu ke tubuhnya. Bibir Calvin mulai mendekat, memberikan sentuhan pada bibir pada Zhivanna. Pertemuan antar bibir itu berlangsung beberapa detik, saling bertaut penuh cinta. Hingga pada akhirnya  keduanya sama-sama terkesiap. Ada desiran hebat mengalir pada tubuh mereka, membuat jantung keduanya tampak berpacu sangat kencang.


Meski Calvin sudah berpengalaman soal cinta, tetapi sebelumnya dia memang tidak pernah berciuman dengan wanita karena prinsipnya akan menjaga wanita tersebut sebelum sah menjadi istrinya. Akan tetapi, kali ini dia terbawa arus, entah kenapa dia begitu ingin merasakan bibir wanita di hadapannya itu, walaupun sebenarnya dia masih ragu dengan status suami yang disandangnya saat ini.

__ADS_1


Setelah melepas ciumannya, dengan refleks tangan Calvin mengelus bibir Zhi yang sudah berhasil mengusik hatinya untuk merasakan bibir ranum itu, sentuhan jemari Calvin membuat kedua mata mereka saling bertemu. Calvin pun kembali mengecup kening Zhi. Keduanya tersenyum, ada rasa canggung setelah melakukan hal tersebut.


“Terima kasih, sudah mau menjadi milikku,” ucap Calvin lirih.


“Aku juga sangat berterima kasih padamu, Calvin. Kalau bukan karenamu, mungkin aku tidak akan bisa merasakan cinta.” Zhi kemudian memeluk tubuh kekar Calvin, tangannya melingkar sangat kuat di punggung Calvin menyatukan tubuh mereka dengan erat.


Tak lama kemudian, Calvin dan Zhi keluar dari ruangan itu dan segera menemui orang tuanya dan mengajaknya berangkat ke suatu tempat.

__ADS_1


“Sudah, Bu. Ayo!”


Keempat orang tersebut tak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke tempat tujuan. Namun, sesampainya di sana, mereka dikejutkan dengan banyaknya mayat tergeletak yang tak lain adalah prajurit dan rakyat sekitar kerajaan. Kelembutan hati Zhi begitu sensitif saat melihat hal itu. Mereka yang tengah memandangi lautan mayat itu seolah bingung harus berbuat apa. Ada rasa bersalah menyelimuti hati Chris karena terlambat menyelamatkan nyawa mereka.


“Ayah, bagaimana bisa mereka terbunuh?”


“Sepertinya dia murka karena kita mengelabuhinya,” sahut Chris seraya menatap dalam kerajaan besar di depannya. “Jika terus-terusan seperti ini, maka Negeri Luchania akan musnah. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan mempertahankannya, tidak ada yang berani melawan Iblis itu. Ayah yakin, banyak rakyat lainnya yang saat ini sedang ketakutan dan bersembunyi,” lanjutnya.

__ADS_1


Emma yang biasanya hanya berdiam diri di rumah, kini dia harus ikut terjun langsung, penyatuan energi satu keluarga  memang berbeda dengan energi sihir yang dilakukan seorang diri.


“Sebaiknya kita lekas ke dalam, keberanian dan kekuatan kalian akan menentukan nasib kita ke depannya. Jadi, jangan lengah sedikit pun untuk menghadpainya. Jangan pernah ada rasa takut. Paham semuanya?" Chris tampak memberi nasihat dan semangat sebelum semuanya bermula.


__ADS_2