Wanita Dalam Liontin

Wanita Dalam Liontin
Penjahat Kelas Teri


__ADS_3

Beberapa saat yang lalu sebelum Calvin menuju pantai, dia membuat kedua orang suruhan Gracella bertekuk lutut padanya. Dia berhasil melumpuhkan kedua pelaku tersebut saat Calvin sudah habis kesabaran.


Calvin memaksa mereka untuk mengaku dan memberitahu di mana Zhi berada. Namun sayang, keduanya tak ada yang membuka mulut, bahkan mereka terkesan menyepelekan Calvin. Hingga dirinya merasa sangat geram dan penuh amarah, wajahnya merah padam menahan segala emosi yang memuncak. Pikiranya kalut mengingat keselamatan Zhi yang terancam.


"Berapa kali aku bilang, kita nggak tahu siapa itu kekasihmu dan kenapa kau mengehnetikan perjalanan kami, sangat tidak sopan," tukas seorang lelaki dengan masker yang menutupi mulutnya. Tampilannya berubah, berbeda dengan saat menculik Zhi tadi, yang memakai pakaian serba hitam. Mereka sudah melepas jaket dan penutup kepala serba hitam.


"Kau pikir aku bodoh!" Kalau mau jadi preman, penculik, atau penjahat sekali pun, sebaiknya belajar dulu. Trik yang kalian pakai sangat murahan!" Calvin menyeringai, tatapannya tajam seakan tak sabar ingin menyerang mereka. "Cepat katakan, di mana Grace membawa wanitaku!" bentak Calvin.


"Dasar lelaki aneh!" ucap seorang pria, dia kembali membuka pintu mobil, memilih untuk masuk dan mengabaikan kalimat Calvin. "Sebaiknya kita pergi, kita akan gila jika terus melayaninya!" ajak seoarang pria pada temannya yang berdiri di belakangnya.


"Brengsek!" umpat Calvin, dia berlari mendekat dan langsung menendang pintu mobil yang baru saja dibuka oleh lelaki itu. Gerakan kakinya sungguh cepat, hampir saja tangan orang itu terjepit pintu mobil.


"Sialan! Apa maumu, hah?" Penjahat itu lalu menantang dan mendorong tubuh Calvin. Namun, Calvin segera melawannya, dia menarik baju bagian depan lelaki itu.

__ADS_1


Saat kesabaraan Calvin telah habis, dia melayangkan pukulan pada dua orang penjahat yang menyerangnya bersamaan. Walaupun Calvin hanya sendiri melawan dua orang, tetapi dia sangatlah lihai dalam perkelahian.


Tak menunggu lama, Calvin pun berhasil melemahkan mereka dengan pukulannya yang bertubi-tubi. Kedua penjahat itu pun kalah dengan tenaga Calvin yang cukup besar, bahkan badannya saja memang jauh lebih kekar dibandingkan kedua penjahat tersebut.


Setelah keduanya tak berdaya, Calvin lalu mengikat tangan mereka, menyatukan dengan tali yang ada di bagasinya. Kedua penjahat itu kemudian dimasukkan ke dalam mobil.


"Masih nggak mau jawab, di mana Gracella membawa Zhi? Apa kalian mau mencoba ini juga? Lumayan bisa melumpuhkan kaki kalian," ancam Calvin sembari menunjukkan alat kejut listrik yang dipegangnya.


Calvin memang selalu menyimpan alat kejut listrik itu di dashboard mobilnya, sebagai senjata ringan yang mampu melemahkan orang yang berniat jahat saat dirinya tak mampu lagi melawan.


"Ampun. Baiklah, aku akan mengatakannya. Tapi tolong, bisakah kau melepaskan talinya?" mohon seorang pria dengan wajah melas.


Calvin tersenyum sinis, tatapan sadis itu seolah menertawakan lawannya yang sudah lemah dan kalah. "Berusahalah sendiri, kalian kan berdua, masa nggak bisa melepasnya? Lemah!" jawab Calvin, sudut bibirnya terangkat sebelah menandakan dia cukup puas mengerjai dua orang lelaki itu.

__ADS_1


"Tolonglah, biarkan kami pergi."


"Tidak semudah itu melepaskan kalian. Cepat katakan di mana Zhi, brengsek!" bentak Calvin. Dia menyodorkan alat kejut tersebut ke kaki mereka dan siap menyetrumnya. Alat kecil itu mampu melumpuhkan mereka untuk dalam hitungan beberapa menit, bahkan jam. Mereka yang ketakutan pun akhirnya segera mengatakan keberadaan Zhi.


"Mereka membawanya ke pantai." Hanya ada satu pantai yang terletak tak jauh dari kota tersebut, Calvin langsung mengetahuinya tanpa berpikir panjang.


Calvin langsung menutup kasar mobil tersebut. Tak peduli jika mereka tidak bisa bernapas di dalamnya. Setelah itu, dia menguncinya dari luar, sedangkan kunci mobil itu diletakkan di atas mobil, sehingga kedua lelaki itu kesulitan untuk keluar dari mobil tersebut. Calvin segera menelepon polisi agar datang ke lokasinya saat ini dan segera menangkap kedua penjahat itu.


Calvin gegas kembali ke mobilnya, menyalakan mobilnya untuk segera menyusul Zhi. Dengan kecepatan tinggi, dia mengemudikan mobilnya menuju pantai. Dalam perjalanan, dia terus mengumpat tanpa henti mengingat perlakuan Gracella yang sudab keterlaluan. Dia sangat menyesal pernah menjalin hubungan dengan wanita terkutuk tersebut.


Sementara itu, tak menunggu lama, polisi tiba di lokasi di mana Calvin tadi memberitahu bahwa ad dua orang penjahat yang menculik kekasihnya. Juga, dia mengatakan pada polisi tersebut, bahwa telah terjadi rencana pembunuhan oleh empat orang yang terlibat di dalamnya.


.

__ADS_1


.


Bersambung ...


__ADS_2