
"Kurang ajar! Berani sekali kau meludahiku!"
Zhi menyeringai, lalu berkata, "Mau kau membunuhku juga aku tidak akan takut!" Zhi tertawa seakan menganggap kemarahan Gracella adalah suatu lelucon.
"Pilih kalung ini kembali, atau aku akan membuangnya ke laut jika kau tidak mau menjalankan perintahku!"
Gracella masih tetap bersikukuh menganggap liontin itu memang mempunyai energi yang tidak dimiliki oleh manusia, hingga dia terus mengancam Zhi dengan kalung tersebut.
Semoga itu hanya gertakan. Bisa mampus aku kalau kalungku benar-benar dibuang oleh si wanita iblis! umpat Zhi dalam hatinya.
"Rupanya kau menantangku, baiklah!" ucapnya pada Zhi dengan tatapan membunuh. Gracella melirik ke arah Jordan, "Sayang, seret aja dia tengah lautan. Biar dimakan paus sekalian!"
Jordan mulai mendekati Zhi yang berdiri yak jauh dari dirinya. Segera, lelaki itu mengangkat tubuh Zhi dan meletakkan di pundaknya layaknya mengangkat karung berisi beras.
"Hei! Lepaskan, gila! Jijik sekali tubuhku menempel ditubuh lelaki bandot sepertimu!"
"Diam! Jangan banyak bicara!" Jordan yerus melangkah lebih cepat menuju ke arah ombak yang tengah surut. Sementara Gracella, dia mengikuti mereka dari belakang. Zhi terus meronta berusaha turun dari pundak Jordan.
Saking geramnya Gracella pada Zhi, dia terlalu emosi ingin segera menenggelamkan Zhi. Memusnahkan wanita itu tanpa jejak. Dia sama sekali tidak takut akan hukuman sebagai pembunuh jika sampai suatu saat nanti perbuatannya terlacak.
__ADS_1
Langkah demi langkah dilalui Gracrlla dan Jordan yang tengan memmnggendong Zhi, akhirnya sampailah mereka pada lautan yang luas. Semakin ke tengah, semakin air itu dirasa dalam hingga tinggknya sepaha Jordan.
Tanpa aba-aba, dia langsung melempar tubuh Zhi ke tengah lautan. Tak peduli jika wanita itu akan mati di peluk air lautan yang akan menenggelamkannya. Zhi meminta untuk dilepaskan, tetapi hal iti sama sekali tak didengar oleh kedua makhluk berhati iblis itu. Tiada ampun baginya, kemusnahan Zhi adalah hal terbaik menurut Gracella dan Jordan, agar wanita itu tak mengganggu pergerakan mereka.
Sebenarnya Zhi juga sedikit takut, karena dia tidak bisa berkutik saat tidak ada kalung yang menolongnya. Dia terus membatin, mungkin ini akan menjadi terakhir kalinya dia hidup dibumi. Dia sudah pasrah jika dirinya harus mati. Setidaknya dia pernah merasakan kebahagiaan walau sebentar dengan Calvin, merasakan ketulusan lelaki itu padanya.
Saat Zhi sudah dijatuhkan ke lautan, dia masih bisa berdiri setidaknya tinggi air itu masih sebatas perutnya. dengan tangan terikat dia tak dapat berenang dengan sempurna. Hingga saat deburan ombak menerpanya, dia terhuyung dan jatuh lagi. Namun, kali ini dia kesulitan untuk berdiri. Serangan ombak itu begitu kuat.
Zhi berusaha berenang meskipun tanpa tangan yang mengimbanginya, tali itu sungguh kuat mengikat pergelangannya. Sekuat tenaga dia berusaha untuk menjaga keseimbangan di bawah laut dan menahan nafasnya nya agar tidak tenggelam semakin dalam jam.
Jordan dan Gracella tertawa puas melihat Zhi yang tersiksa di dalam air laut tersebut. Mereka kemudian gegas menuju mobilnya berniat untuk segera meninggalkan pantai itu. Gracella terus memandangi kalung berliontin batu opal itu dengan saksama sambil langkahnya tak terhenti.
"Bentuknya cukup menarik," gumamnya dengan seringai sinis.
"Aku juga masih ragu, Sayang."
Tiba-tiba ada suara yang begitu mengejutkan. Jordan dan Gracella langsung menengok ke arah sumber suara tersebut dan ternyata itu adalah suara Calvin yang terus berteriak memanggil nama Zhi.
Di hamparan pasir yang luas, dengan suasana yang masih sedikit gelap. Calvin berlari menuju pantai. Semburat oranye yang ada di ufuk timur itu menandakan matahari akan terbit kurang lebih satu jam lagi.
__ADS_1
"Zhivanna!" Calvin terus memanggil nama itu tanpa henti sejak tadi. Saat dia berusaha berjalan ke tepian pantai. Dia langsung menangkap dua orang yang yang tak asing baginya. Jordan dan Gracella, ya dialah yang sudah menarik perhatian Calvin dari kejauhan. Sepasang kekasih itu langsung berlari menjauh agar mereka tidak tertangkap oleh Calvin.
"Zhivana!" teriaknya lagi. "Sialan! Mereka kabur!" Calvin berlari semakin kencang.
Jordan dan Gracella meninggalkan sudut pantai tersebut yang tak jauh dari batu karang besar, di mana mereka menenggelamkan Zhi di sekitar sana.
Meskipun Calvin melihat Jordan dan Gracella berlari meninggalkan pantai tersebut, dia membiarkannya dan lebih memilih untuk mencari Zhi. Padahal, sebenarnya Calvin masih ragu akan keberadaan wanita itu. Namun, keberadaan Gracella dan Jordan seolah menjadi titik terang bagi Calvin di mana dia harus mencari Zhi.
Lelaki itu gegas berlari kencang menuju tengah lautan, dia berenang dengan gerakan cepat mencari Zhi. Meskipun air laut begitu dingin, dia tak peduli. Baginya, keselamatan Zhi adalah yang utama.
Zhi masih bergelut dengan air di bawah lautan, sedangkan Calvin belum juga menemukannya. Dia kembali lagi ke permukaan air untuk menarik napas panjang, agar dirinya bisa berenang lebih dalam lagi mengarungi lautan. Saat Calvin di menyelam lagi, bersyukur matanya menangkap wanita yang sedang dicari.
Zhi masih tersadar, tetapi dia kesulitan untuk menuju ke permukaan laut. Walaupun dirinya hidup di laut begitu lama, tetapi dia bukankah seorang putri duyung yang berperan sebagai ikan yang bebas di lautan. Dia hanya bersemayam di dalam liontin di mana dirinya hanya tidur panjang di dalamnya.
Astaga Zhi! batin Calvin saat dia melihat Zhi yang sedang kesulitan untuk berenang. Gelembung- gelembung kasar keluar dari mulut dan hidung Zhi. Wanita itu hampir saja tenggelam jika dia tidak segera diselamatkan.
Dengan gerakan cepat, Calvin menarik tubuh Zhi lalu memeluknya di dalam air. Kemudian, dia membawanya ke permukaan, sedangkan wanita itu masih lemas akibat kesusahan bernapas hingga dirinya hampir kehabisan oksigen.
.
__ADS_1
.
Bersambung ...