
Sementara itu, di sisi lain, Gracella dan Jordan keluar dari gudang dengan langkah tertatih. Mereka memutuskan untuk kembali lagi ke vila, tetapi keduanya tidak menemukan satu kendaraan pun yang melewati jalanan tersebut yang notabene adalah jalanan sepi tak berpenghuni dan seperti hutan di sekitarnya. Mobil mereka dibawa oleh anak buah Calvin ke kota beberapa menit yang lalu.
"Sayang, bagaimana ini kita kembali ke vila? Calvin sialan!" tanya Gracella disertai umpatan saat mengingat Calvin. Jordan pun tak menanggapi ucapan wanita itu sama sekali, lelaki itu hanya terdiam dan masih meahan rasa sakit serta nyeri di sekujur tubuhnya akibat pukulana Jun tadi.
Selang berapa lama, mereka menelusuri jalanan dengan pemberhentian yang cukup sering, akhirnya mereka menemukan mobil pick up yang melintas membawa barang. Tampa berpikir panjang, Jordan memberhentikan mobil angkutan yang membawa sayuran.
Gracella sempat menolak karena dirinya terlalu gengsi untuk menaiki mobil bak tersebut. Kebetulan, arah mobil itu menuju puncak, dan melewati vila tempat mereka tinggal. Mau tidak mau, dia menyetujuinya karena terpaksa. Jika tidak mengambil mesempatan ini, bisa jadi mereka tidak akan bisa kmebali ke vila lagi karena sangat minim transportasi yang melewati jalur itu.
Sesampainya di vila, mereka berdua begitu lega, karena akhirnya bisa istirahat dengan tenang tanpa gangguan apa pun. Setelah keduanya membersihkan diri, mereka memilih untuk merebahkan tubuhnya di ranjang yang empuk.
Namun, Jordan segera menghubungi beberapa anak buahnya untuk menyusul dan sebagian lagi diperintahan untuk mengurus Calvin. Dendam itu semakin membara saat dia melihat beberapa luka yang membekas di wajah, serta di tubuhnya. Kebenciannya semakin memuncak pada Calvin. Jordan berjanji pada dirinya sendiri untu kelak membuat Calvin bertekuk lutut padanya.
Gracella yang sudah berada di ranjang sejak tadi sudah mulai tak sadarkan diri, rasa lelah dan kantuk tak dapat dihindari. Matanya pun terpejam membawanya ke alam mimpi.
Tak disangka-sangka, Gracella lagi-lagi memimpikan Venus. Wanita itu tak lagi ketakutan, justru di mimpinya saat ini, dia dia begitu antusias mendengar segala perintah dan arahan Venus untuk melenyapkan Zhi dari bumi manusia, setidaknaya wanita yang dibencinya tidak lagi mengganggu tujuannya untuk mendapatkan Calvin kembali.
Tiga jam telah berlalu, Gracella terbangun dari mimpinya dan langsung membangunkan Jordan yang kini terlelap di sampingnya..
__ADS_1
"Beib, bangun! Ada sesuatu yang sangat penting," terang Gracella sambil menggoyang-goyangkan tubuh Jordan.
"Apa, sih! Bisa nggak jangan ganggu dulu, aku masih sangat ngantuk." Jordan hanya bergerak pelan dengan mata yang masih terpejam.
"Beib, kita harus ke pantai sekarang. Aku tahu sesuatu, aku kembali memimpikan lelaki itu lagi. Dia memberiku arahan. Cepatlah, bangun!" bujuk Gracella sambil terus memeluk tubuh lelaki itu dan mengelus pipi yang sudah agak mengendor itu.
Maksud kamu?" Jordan terbangun dan beringsut, walau matanya masih sedikit terpejam, tetapi dia bisa mencerna perkataan Gracella yang sedang memberinya informasi penting.
"Nanti aku jelaskan, Beib. Sekarang kita harus bersiap. Tapi ... sepertinya kamu tidak akan mampu melakukan tugas ini, sebaiknya panggil anak buahmu ke sini untuk membantu," usul Gracella saat dia memperhatikan Jordan dengan lebam di setiap kulitnya. Bahkan, lelaki itu sedikit pincang akibat pukulana keras yang dilakukan oleh Jun saat menendang kaki lelaki setengah tua itu.
"Baguslah, kamu memanag pintar, Sayang." Gracella mencium pipi Jordan.
Sambil menunggu anak buah Jordan sampai di vila itu, mereka lantas memesan makanan untuk makan siangnya karena rasa lapar yang tertahann sejak tadi.
Beberapa menit kemudian, keduanya selesai makan siang, kemudian mereka bersiap untuk berangkat menjalankan misinya di pantai tersebut dengan dua anak buah Jordan yang siap membantunya.
Di pantai, suasana sore hari begitu ramai, banyak pengunjung yang sedang menikmati keindahan pantai tersebut. Banyak anak kecil berlarian di pasir, orang-orang dewasa pun juga tak mau kalah, mereka melakukan olahraga laut yang bermacam-macam.
__ADS_1
Di sebuah tempat penyewaan alat selam, Jordan memerintahkan anak buahnya untukk memakai alat selam tersebut, begitu juga dengan Gracella yang bersemangat ikut menyelam. Tujuannya kali ini benar-benar membuat hatinya riang, karena sebentar lagi, dia tidak akan lagi repot-repot memikirkan cara untuk mengusir Zhi dari bumi.
Gracella pun menyelam dengan kedua anak buah Jordan, dia memimpin di depan untuk menunjukkan tempat di mana batu itu berada. Atas perintah Venus, Gracella menghafal gambaran letak batu meteor di dalam laut tersebut yang ditunjukkan oleh Venus ketika di mimpinya tadi.
Tidak begitu sulit untuk Gracella menemukan batu yag disebut portal itu. Dengan gerakan isyarat, Gracella menunjukkan satu batu yang terletak diantara batuan karang yang cukup tajam di sekitarnya.
Kedua anak buah tersebut pun menurut dan langsung menjalankan tugasnya untuk menggeser batu tersebut. susah payah keduanya mendorong batu itu ke samping. Senti demi senti, batu itu pun bergeser, Gracella yang sudah mulai merasa sesak pun langsung kembali ke permukaan laut dan meninggalkan keduan orang tersebut. Namun, sebeumnya dia memberi isyarat agar mereka menyelesaikan tugasnya untuk menggeser batu itu hingga terbuka total.
Sesampainya di permukaan, Gracella seger melepas semua alat yang melekat di tubuhnya, dia kemudain ikut bersantai ria dengan Jordan yang sejak tadi menunggu dengan segelas air jeruk menemaninya.
Selang beberapa waktu, kedua anak buah Jordan terlihat muncul dari lautan. Gracella segera menghampiri mereka dan memastikan apakah mereka menyelesaikan tugasnya dengna baik.
"Bagaimana, apa kalian sudah menggeser batu itu dengan sempurna?" tanya Gracella dan tak sabar menunggu jawaban yang memuasakannya dari mulut mereka.
"Sudah, Nyonya." Keduanya serempak menjawab. Terukir senyuman licik di wajah wanita itu. Dia begitu puas dan lega.
"Tunggulah, Zhi. Riwayatmu akan tamat." Gracella menyeringai dan melirik ke arah Jordan. Lelaki itu pun mengacungkan jempolnya tanda bahwa dia juga ikut merasakan kepuasan.
__ADS_1