
Sementara itu di sisi lain, Venus--anak buah Erdo sudah berulang kali membaca mantra untuk menuju portal tersebut untuk menembus lingkaran dimensi. Namun, masih belum berhasil. Beberapa kali dia mencobanya, hingga akhirnya berhasil dan lelaki itu mulai menghilang.
Tepat saat berada di poros perputaran lingkaran angin yang berada di tengah bukit di negeri Luchania, Venus tiba-tiba merasa bertabrakan dengan sesuatu yang sangat kuat. Seperti ada pukulan yang menolak tubuh kekarnya. Dia terpental jauh ke belakang sambil memegangi dadanya.
"Sial! Apa yang terjadi?" gumam Venus seraya memegangi dadanya yang sedikit sesak.
Venus jelas menerima penolakan dari dunia saat portal tersebut berhasil ditutup oleh Calvin. Lelaki itu sekuat tenaga menutupnya dari dimensi berlawanan. Kekuatan Calvin bahkan sudah terkuras habis hampir tak bersisa. Dia merasa tubuhnya sangat lemas saat menggeser bongkahan batu untuk menutup lubang yang terhubung antar dua dimensi itu.
'Zhi, berhasil.'
Calvin memejamkan matanya karena lega saat tugasnya selesai. Berbagai jenis hewan laut yang berenang sama sekali tak menjadi hambatan untuk terus berjuang beberapa saat lalu. Kini dia melayangkan tubuhnya, membiarkannya terbawa arus.
'Aku melihatnya Calvin, sekarang cepatlah naik!' Zhi tersenyum lega.
'Kamu pasti sangat kelelahan." Kelopak mata Zhi masih tertutup rapat, agar terus bisa memantau pergerakan Calvin melalui telepatinya, bagai CCTV yang berada di dalam kepala Calvin. Zhi ingin memastikan lelaki itu akan selamat sampai permukaan samudera.
Calvin terus berusaha mengayunkan kakinya untuk terus menuju ke atas, mengarah pada permukaan laut agar dirinya bisa segera bebas dari tekanan arus yang begitu kuat menghimpit tubuhnya. Namun, kepuasannya atas keberhasilan yang dia lakukan hanya bisa dinikmati sesaat sebelum dia tak sadarkan diri.
'Calvin, kamu baik-baik saja, kan? Kenapa pikiran kita tidak tertaut lagi, Vin. Calvin!' Zhi begitu khawatir saat telepatinya terputus dengannya. Dia takut akan terjadi sesuatu hal buruk padanya. Zhi mulai gelisah, dia membuka matanya, pandangannya terpaku pada samudera yang terbentang luas dengan ombak yang bergemuruh, seirama dengan jantungnya yang berdegup sangat kencang.
Zhi terkesiap, dia teringat jika portal sudah tertutup, itu menandakan dia akan aman tanpa gangguan Erdo ataupun Venus jika dia mengarungi lautan tersebut. Tak menunggu lama, saat telepatinya dengan Calvin terputus, Zhi segera berdiri dan berlari menuju lautan, wanita itu terjun ke dalam birunya air yang sangat luas.
__ADS_1
Tanpa bantuan alat selam atau semacamnya, Zhi bebas menyelami lautan untuk mencari Calvin. Kali ini, dia melanggar perjanjiannya dengan Calvin untuk menggunakan kekuatannya. Jika terjadi hal seperti ini, mana mungkin dia akan tinggal diam, sedangkan Calvin bertaruh nyawa demi menolong dirinya.
Mustahil bagi Zhi jika dia sekarang berwujud manusia, tetapi harus menyelami lautan tanpa bantuan alat selam. Oleh sebab itu, dia memilih untuk mengumpulkan energinya dan mulai menggenggam erat liontinnya, sumber kekuatan baginya.
Pergerakan kilat Zhi semakin dalam dan semakin jauh dari permukaan laut. Tak lama kemudian, dia mendapati Calvin seperti melayang tanpa pergerakan. Lelaki itu membatu karena tak sadarkan diri, bnyak darah keluar dari tangannya yang menyebar ke air laut. Batu karang tajam telah melukai kulitnya saat dia menggeser batu meteor tersebut.
Zhi mendekap tubuh Calvin dan menariknya ke atas, membawanya menuju ke permukaan laut. Ayunan kedua kaki Zhi menari lihai melawan tekanan arus air. Menjadi wanita istimewa dengan kekuatan luar biasa membuat dirinya mampu melakukan hal apa pun yang dia mau.
Hingga sampai di permukaan, Zhi memilih bagian bibir pantai yang sepi, karena di sekitar pantai sudah mulai banyak pengunjung yang berdatangan. Tidak mungkin dia akan menampakkan dirinya yang keluar dari lautan membawa seorang pria, sedangkan dia tanpa mengenakan satu alat apa pun.
Zhi dengan ringannya merangkul Calvin, tubuh lelaki itu sedikit melayang saat Zhi membawanya. Tepat di bawah tebing yang sepi, tertutup batu karang besar, Zhi merebahkan tubuh Calvin. Tak ada satu orang pun yang mengetahui keberadaan mereka.
"Calvin, maaf, kali ini aku harus menolongmu dengan energiku. Jangan memarahaiku saat kamu terbangun, karena aku tidak mau terlambat menyelamatkanmu."
Zhi menggenggam liontinnya, dia mulai memejamkan mata, tangan satu lagi menyentuh dada Calvin. Sesekali dia menepuknya perlahan. Energi yang dikirim Zhi ke tubuh Calvin, menjadikan pria itu merespon sesuatu yang mengejutkan di tubuhnya.
Akhirnya Calvin menyemburkan sisa-sisa air laut yang masuk ke organnya dari mulut. Calvin selamat, Zhi merasa sangat lega. Lelaki itu pun terkejut, dia membuka matanya, dan pertama kali yang dilihatnya adalah wanita cantik yang sedang menunduk memperhatikan Calvin tengah terbaring.
Calvin masih menyadarkan pikirannya, dia terdiam sesaat, kemudian beringsut duduk dan berkata, "Zhi, apa yang kamu lihat?"
"Melihatmulah, Vin! Gimana, sudah enakan?" tanya Zhi.
__ADS_1
Satu hal yang dia lupa, harusnya dia menutup luka Calvin saat tak sadarkan diri tadi, jika lelaki itu sudah sadar, sudah dipastikan dia akan menolak jika Zhi menggunakan kekuatannya untuk sekedar menyembuhkan luka. Padahal luka itu cukup parah jika dilihat dari mata Zhi. Namun, bagi seorang lelaki, luka robek seperti itu hanyalah luka kecil yang sebentar saja akan sembuh.
"Calvin, tanganmu terluka, boleh aku menyembuhkannya?" tawae Zhi, dia meminta izin sebelum mengobatinya.
"Tidak perlu, nanti juga akan sembuh sendiri," jawab Calvin dengan begitu santainya seolah tak merasakan sakit sama sekali.
Zhi pun sudah menduga dengan hal itu, Calvin pasti akan menolak pertolongannya. Dengan sigap, Zhi langsung merobek kain di baju bagian bawah. Lalu dia menraih tangan Calvin, kain itu dibalutkan pada luka yang robek. Calvin menatap Zhi tanpa berkedip.
Rambut Zhi yang basah dan bajunya yang cukuk menjiplak tibuh seksinya, cukup menggambarkan keadaan yang sebenarnya terjadi. Calvin lalu bertanya pada wanita itu karena penasaran.
"Apa aku tadi tenggelam, Zhi?"
"Masih tanya? Sudah jelas-jelas kamu tergeletak di sini, mana mungkin kamu naik sendiri, Vin. Untung saja aku bisa merasakan sesuatu yang tidak beres denganmu. Lembat sedikit saja, kamu tidak akan bisa bertemu aku lagi, Vin. Padahal kita belum menikah," ucap Zhi, pandangannya fokus pada tangan Calvin yang tengah dibalutnya. Ocehan wanita itu tak berhenti walau Calvin masih berusaha mengumpulkan ingatannya saat dia tenggelam tadi.
"Siapa juga yang mau menikah dengan wanita aneh sepertimu, Zhi. Jangan harap! Lagi pula, apa kamu lupa, kita dari dunia yang berbeda?"
.
Bersambung ...
Toling jangan lupa tinggalkan komen dan likenya ya teman-teman. Biat othor makin semangat tuangin imajinasinya. Terima kasih.
__ADS_1