Wanita Dalam Liontin

Wanita Dalam Liontin
Seorang Simpanan


__ADS_3

Mata Calvin tak henti menatap Zhi yang ingin menanyakan sesuatu.


“Apa kita akan di sini terus sampai kamu mengatakan pertanyaan itu?” tanya Calvin dengan kesal karena Zhi tak kunjung bicara.


“Calvin, apa kamu masih mencintai wanita itu?”


“Kenapa menanyakan hal yang tidak penting, sebaiknya kita pulang. Bukankah, tadi bilang, kamu lapar?”


“Jawab dulu apa susahnya sih!” gerutu Zhivanna sambil mengentakkan kakinya ke tanah seperti anak kecil yang sedang marah.


“Zhi, apa perlu aku menjawabnya juga? Kamu kan sudah tahu jawabannya.” Calvin lalu membukakan pintu mobil untuk Zhi. “Masuklah dulu!”


Zhi gegas masuk dan memosisikan dirinya dengan nyaman dan di susul oleh Calvin di sebelahnya. “Calvin, aku memang bisa membaca pikiran seseorang. Tapi, untuk hati, aku tidak bisa menerkanya. Aku tahu pikiranmu saat ini berkata, ‘tidak mencintainya’, tapi itu bisa saja hanya pikiranmu, kan. Hati kamu tidak bisa berbohong. Sayang aku tidak bisa menebak isi hati manusia, kalau bisa, pasti aku sudah menemukan cinta yang tulus dari dulu,” terang Zhi, ucapannya seketika mampu membuat Calvin diam dan melamun sejenak.


“Zhe, menurut kamu, apa mungkin aku tidak mencintainya, kalau kami saja menjalin hubungan selama dua tahun. Rasa itu pasti masih sangat melekat. Tapi, jika teringat pengkhianatannya yang fatal, apa pantas aku mencintainya lagi? Apa pantas, lelaki setia yang tulus mencintainya, mendapatkan wanita murahan seperti dia? Waktu dan hatiku sudah terbuang banyak untuknya, tapi balasan dia—”


Calvin memotong ucapannya seperti tak mampu lagi meneruskan kalimat itu. Dia menatap Zhi serius, apa yang dia bicarakan memang sepertinya dari hati.


Luka yang diberikan Gracella memanglah sangat mendalam bagi Calvin, wanita itu berselingkuh sejak beberapa bulan lalu. Namun, Calvin baru saja mengetahuinya beberapa hari lalu dari seseorang yang dia perintah.

__ADS_1


“Aku sangat mendukungmu, Calvin!” Zhi menepuk lengan Calvin, berusaha menghibur lelaki itu.


Zhi lanjut berkata, “Dia memang sama sekali tidak pantas mendapatkan lelaki sepertimu. Kamu terlalu baik untuknya, dan kamu juga bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari dia, ‘aku’ misalnya.” Zhi membanggakan dirinya sambil menepuk dadanya.


Calvin pun tersenyum tipis menanggapi celoteh Zhi. Lelaki itu kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil mengobrol dengan wanita di sebelahnya.


“Calvin, aku masih tidak habis pikir. Kenapa kamu bisa tertarik dengannya? Padahal, jika dilihat-lihat, dia seperti perempuan tua yang biasa mengikuti arisan.” Zhi mengibaskan rambut, nada ucapannya sedikit menghina.


Calvin melirik sebentar ke arah Zhi. “Hei, jangan berkata seperti itu, dia masih muda, umurnya—“


“Ya, aku tahu dia masih berumur 25 tahun. Tapi, apa kau tidak menyadari, riasan wajahnya terlalu menor. Harusnya dia tidak menggunakan mekap setebal itu. Apa kamu menyukainya dulu, karena dia seorang model?”


“Dulu, sebelum jadi model, dia wanita yang baik dan tidak begitu paham dunia luar. Tapi, setelah dia terkenal, entah mengapa berubah drastis. Dan kejadian semalam, menghancurkan semuanya, selama ini aku menyewa seseorang untuk mengawasi gerak-geriknya.”


“Terus-terus?” Zhi tampak begitu antusias mendengarkan cerita Calvin. Walaupun Zhi bisa mengetahui semuanya, tetapi jika dia tidak memfokuskan pikirannya terlebih dahulu, dia akan susah mendapatkan informasi dari pikirannya.


Lelaki itu terlihat sedikit berat memulai pembicaraannya yang menyinggung Gracella. Dia menarik napasnya dalam-dalam, dan mengembuskannya perlahan. Meskipun, fokusnya pada kemudi dan jalanan panjang di depannya. Dia masih tetap bisa bercerita sesuatu yang menyakitkan.


“Beberapa hari ini, Gracella memang sering menginap di hotel itu dengan seorang lelaki. Dia adalah presiden direktur salah satu perusahaan besar di kota ini. Sepertinya dia menjadi simpanan pria hidung belang itu. Ya, maklum saja jika dia lebih memilih lelaki itu. Dia bisa memberikan apa pun yang Gracella mau. Bahkan, apartemen dan mobil juga dibelikan.” Calvin terlihat sayu saat mengenang wajah mantan tunangannya, tetapi dia segera menyadarkan pikirannya kembali.

__ADS_1


Calvin yang hanya seorang CEO, tidak akan pernah bisa bersaing dengan seorang presiden direktur. Lagi pula, dia memang tidak memperlakukan Gracella layaknya istri yang bebas menikmati uang Calvin. Dia memang royal terhadap Gracella, tetapi bukan berarti segala kemauan perempuan itu harus dituruti. Terlebih jika mengingat gayanya, dia sudah seperti wanita yang haus akan popularitas.


“Calvin, mulai sekarang, lupakan dia. Lihatlah aku! Aku akan selalu setia menemanimu dan yang pasti, aku tidak akan menghabiskan uangmu. Karena aku tidak membutuhkannya,” jelas Zhi yang ditanggapi dengan sebuah senyuman oleh Calvin.


Saat ini, Calvin berusaha menerima kehadiran Zhe, meskipun sudah sedikit terbiasa. Namun, tetap saja akan kehidupan selanjutnya yang Calvin belum tahu akan bagaimana nantinya.


"Zhi, aku sedikit meragukanmu."


"Meragukan apa? Aku tidak pernah membohongimu apa pun, Calvin. Sejak awal, aku menceritakan diriku apa adanya tanpa ada yang kututupi."


"Bukan itu, Zhi."


"Lalu?"


.


.


Bersambung ...

__ADS_1


 


__ADS_2