
“Kalian benar-benar menjalin hubungan?” tanya Liam penasaran. Meski awalnya dia tak percaya akan keseriusan Calvin, tetapi di sangat mengerti raut wajahnya sekarang diselimuti kesedihan.
“Ya, bahkan aku sudah menikah dengannya.”
“Menikah?” Liam membelalakkan matanya seolah tak percaya dengan ucapan Calvin. Lelaki itu lantas mendekat, memperhatikan wajah calvin, tak ada semburat kebohongan di sana.
Saat Liam mengenal Zhi untuk pertama kalinya, Lia sempat berpikir untuk menjadikannya kekasih karena kecantikan wanita itu sungguh tiada tandingan. Berbeda dengan perempuan-perempuan di luaran sana, meski cantik dan menggoda, tetapi aura Zhi memamng mampu menghipnotis kaum adam.
“Aku menikah di alamnya, bukan di bumi,” terang Calvin tanpa memedulikan mimik Liam yang begitu terkejut dengan penuturannya.
"Vin, kamu masih waras, kan?"
Lagi-lagi Liam sulit untuk percaya pada Calvin. Apa yang dikatakan sahabatnya itu menurutnya hanya khayalan semata. Namun, di awal dia sudah memegang komitmen jika dirinya akan memercayai Calvin.
__ADS_1
"Tentu saja aku masih waras, hanya saja apa yang aku alami sekarang memanglah tidak bisa dicerna oleh akan sehat. Entah bagaimana aku harus menjelaskannya, yang jelas aku hanya ingin memberitahumu semua yang terjadi padaku, dan satu pagi, Zhi bukanlah manusia biasa,” jelas Calvin.
“Baiklah, untuk sementara aku akan memercayaimu karena kamu sahabatku, tetapi aku perlu tahu lebih lanjut bagaimana asal mulanya. Yang terpenting sekarang kamu sebaiknya pulang dan temui orang tuamu. Kasihan mereka mengharap kepulanganmu.”
‘Ya, baiklah nanti aku akan bercerita lebih detail. Eh, iya, bagaimana kantor selama aku tinggal?”
“Aman, sudah sana pulang!”
"Ma, Pa, teriak Calvin di ambang pintu rumah!" teriak Calvin setelah pintu dibukakan oleh asisten rumah tangga.
"Calvin! Ini benar kamu, Sayang?" Eryn menuruni tangga dengan terburu-buru dan seperti berlati kecil."
"Pa! Calvin, Pa! Calvin pupang!" Eryn berteriak memanggik Armand yang masih berada di kamarnya agar segera cepat turun.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Armand juga turun, sama dengan reaksi istrinya yang sangat terkejut melihat anaknya berdiri gagah di sana. Utuh tanpa luka ataupun goresan sama sekali.
"Kamu, selamat, Nak. Kamu masih hiudup? Kamu ke mana aja selama ini?" Eryn mulai mengusap air matanya dan terus menghujani ciuman pada Calvin, sementara Armand langsung memeluknya erat.
"Maafkan Calvin, Ma, Pa. Calvin juga tidak tahu akan selama ini meninggalkan kalian, ini bukan mauku dan juga ... aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi." Calvin menggantungkan kalimatnya, membuat Eryn dan Armand semakin kebingungan.
"Maksudnya apa, Vin? Mama tidak mengerti aoa yang kamu bicarakan, Mama hanya bertanya kamu di mana selama ini, tapi jawabanmu malah membibgingkan Mama."
"Aku berada di dimensi lain, Ma. Aku juga tidak tahu bagaimana itu bisa aku alami, tapi aku memang benar-benar di alam lain. Aki pikir aku berada di sana hanya beberapa hari, ternyata sudah terhitung bulan," terang Calvin.
Orang tua Calvin tidak percaya dengan penjelasan anaknya yang hilang karena berada di alam lain. Namun, keduanya memilih untuk mengiyakan dan langsung membiarkan waktu mereka tergantikan, berkumpul, mengobrol dan bercanda.
Akan tetapi, bayangan Zhi tetaplah nyata seolah menghantuinya kapan pun. Cinta memang hanya mampu membuat seseorang hilang arah. Namun, cinta jugalah yang bisa membuatnya hidup kembali.
__ADS_1