
"Iya, Yah. Calvin baru aja sadar." Zhi mengulas senyum memperlihatkan kelegaan dan kebahagiaannya pada sang ayah.
"Apa yang kau rasakan? Apa sudah membaik?" tanya seorang lelaki paruh baya sembari mengelus dagunya yang ditumbuhi bulu panjang.
"Su--sudah," jawab Calvin terbata, matanya menelisik dari atas sampai bawah lelaki tersebut.
"Calvin, berterus teranglah, apa yang kamu rasakan? Apa yang sakit?" Zhi melanjutkan pertanyaan sang ayah.
"Aku sudah jauh lebih baik, Zhi."
__ADS_1
Chris lalu duduk di kursi sebelah ranjang. Dia menatap Calvin dalam-dalam. Lelaki itu tampak menyimpan beberapa pertanyaan yang ingin dia sampaikan ke Calvin. Ada rasa tak percaya pada dirinya, saat pemuda di depannya itu memiliki rasa pada Zhi. Bagaimana bisa semudah itu dirinya menyukai sang putri, sedangkan dia bukan golongan manusia.
"Apa kau serius dengan putriku? Apa kau benar-benar mencintainya?" tanya Chria dengan tatapan tajam dan tegas. Lelaki dengan balutan kain putih di tubuhnya itu menekankan suaranya seolah memastikan Calvin dengan jawaban yang pasti.
"Tentu saja aku sangat mencintainya." Calvin sejenak berpikir, dia baru saja melihat sosok lelaki itu dan langsung bisa menebak bahwa dia adalah ayah Zhi. Ada rasa takut menyelimuti hatinya karena baru kali ini berhadapan dengan makhkuk dimensi lain dan berada di tempatnya langsung. Bukan seperti Zhi yang memang sudah terbiasa hidup di bumi.
"Kalau begitu, nikahi Zhivanna sekarang juga."
"Menikah ... sekarang?" Calvin menukikkan alisnya. Pertanyaan itu terasa tak masuk akal di kepala Calvin.
__ADS_1
Baru saja dia sadar dari tidur panjangnya, malah dikejutkan dengan pertanyaan yang berbobot, padahal Calvin saja masih bingung dengan tempat asing tersebut.
"Kenapa, Vin? Kamu tidak mau menikah denganku? Bukankah malam itu kamu bilang siap menikahiku secepatnya?" Zhi mengingatkan perkataan Calvin saat itu. Masih jelas di kepala Zhi saat Calvin mengajaknya menikah.
“Bukan begitu, Zhi. Tentu saja aku mau menikahimu. Kamu mau kita menikah sekarang?” tanya Calvin memastikan, dia bangun perlahan dan bersandar di kepala ranjang dibantu oleh Zhi.
“Hem,” Zhi mengangguk." Itu pun kalau kamu tidak keberatan," lanjutnya dengan tatapan sayu, harapan Zhi begitu besar pada Calvin untuk menerimanya sebagai istri.
“Baiklah." Calvin mengiyakan permintaan Zhi. Bukan karena paksaan, Calvin melakukannya dengan ikhlas dan senang hati, mengingat Zhi memanglah wanita yang dia cintai. Perihal nanti bagaimana saat di bumi, dia akan memikirkannya dan mencari jalan keluar. Meskipun masih ada rasa takut mengganjal dalam dirinya.
__ADS_1
Tak menunggu lama, Crish dan istrinya langsung menyiapkan air suci dengan ritual khusus. Air tersebut diwadahkan pada gentong emas dan berisi bunga melati serta baby breath. Tak hanya itu, di sebuah ruangan khusus yang tertutup, telah disulap menjadi serba putih karena dipenuhi bunga lily casablanca. Hal yang sangat mudah mereka lakukan jika menggunakan energinya tanpa harus membeli dan mendekor ruangan tersebut. Aroma menyeruak indra penciuman Calvin yang tengah terbaring di ranjang. Wangi yang tak asing karena serupa dengan aroma tubuh Zhivanna.
Meski keadaan Cavin belum sehat sempurna, tetapi dirinya sudah bisa bangun dan berjalan seperti biasa. Hanya saja tubuhnya sedikit kaku akibat terlalu lama tertidur dan tidak menggerakan badan.