
Saat Calvin sudah mulai pasrah dengan pertahanannya yang semakin memburuk, mendadak batu tersebut beterbangan, terpental ke segala arah, menghancurkan kerajaan Erdo. Kastil megah seketika menjadi hamparan bebatuan yang luas. Pusaka batu Saphier tersebut berhasil menyelamatkan Calvin dan Chris dari penderitaannya.
Erdo dan Venus berlindung pada gelembung hitam setengah lingkaran yang menutupi tubuh mereka saat bebatuan mencoba menghantam mereka. Seper sekian detik, batu itu habis merata di tanah. Erdo membuka gelembung tersebut. Wajahnya menggambarkan kemurkaan karena kerajaannya hancur lebur merata menjadi satu dengan tanah.
“Kurang ajar! Kau menghancurkan istanaku, keparat!”
“Hanya istana. Tunggulah, sebentar lagi kau juga akan hancur, Iblis!” Chris berteriak mengimbangi suara Erdo.
“Cobalah kalau kau bisa, aku tetap akan mengizinkanmu menyerangku terlebih dahulu. Kau tahu, akulah makhluk abadi, sampai kapan pun akan kekal di alam ini!” Lagi-lagi Erdo tertawa dengan lantang sebagai ejekan pada Chris. Kesombongannya tak terukur.
__ADS_1
Dari kejauhan, Erdo menatap Zhi. Tangannya terulur meraih Zhi dengan tali berapi yang menjulur ke tubuh wanita itu. Zhi merasakan sesak di dada karena lilitan tali api itu begitu ketat mengikat tubuhnya. Erdo bermaksud menjadikan Zhi sebagai tawanan dan juga berniat mengambilnya paksa.
“Arghhh, Ibu!” pekik Zhi. Emma kalah cepat dengan gerakan tali Erdo yang tiba-tiba melingkar di tubuh anaknya. Wanita itu segera memantulkan kalung opalnya mengarah pada Zhi dan berusaha menariknya kembali.
Calvin dan Chris yang melihat Zhi dalam bahaya segera berlari maju. Namun, Venus menyerang Chris dengan tiba-tiba, membuat Calvin maju seorang diri melawan Erdo.
“Erdo! Kali ini aku tidak akan membiarkanmu menyentuh wanitaku sedikit pun!”
Zhi berusaha melepas lilitan tali tersebut. Namun, percuma dia begitu kesulitan karena tali itu semakin panas seolah menyalurkan energi negatif ke tubuh Zhi. Kekuatannya seolah tertahan dalam diri.
__ADS_1
Calvin berlari kencang seribu langkah, saat sudah mendekati Erdo, dia segera melayang, mendaratkan kakinya tepat di dada Erdo. Tendangan berlapis kekuatan super dari cincin opal yang digenggamnya mampu membuat Erdo terjatuh ke belakang.
Tali berupa cahaya panas itu kemudian dipatahkan dengan ujung telapak tangan Calvin. Berhasil, tali itu terputus akibat getaran energi yang Calvin timbulkan begitu dalam, berlapis dengan emosi yang membara saat menyangkut keselamatan wanitanya. Dia lalu memeluk Zhi dan membawanya melayang, kembali ke tempat semula bersama sang Ibu.
"Calvin, berhati-hatilah!" ucap Zhi, saat melepas kepergian Calvin kembali mengurus Erdo.
Calvin pun mengangguk, tangan mereka bertautan untuk sebentar. Ia lalu kembali berlari dan menghampiri Erdo yang sudah berdiri tegak. Dari kejauhan, lelaki itu melayang, memasang kuda-kuda untuk melemparkan pukulan pada Erdo.
"Terimalah ini!” Calvin mengeluarkan pukulan berlapis cahaya, mengenai langsung ke dada Erdo, membuatnya terhuyung.
__ADS_1
Belum sempat Erdo membalas pukulan Calvin, lelaki itu sudah menerima pukulan lagi untuk yang kedua alinya, ketiga, dan keempat, Calvin menghujani pukulan maut itu sebagai balasan karena selama ini dia sudah merenggut kebahagiaan Zhi bersama dengan orang tuanya. Mengambil kehidupan Zhi yang seharusnya hidup tenteram di alamnya sendiri, malah harus bersembunyi agar aman dari jangkauan Erdo. Juga salah satu alasannya karena dia sudah menculik Zhi, dan sekarang sedang berusaha keras mendapatkan Zhi.
Erdo melemah dan energinya terus terkuras saat menerima pukulan Calvin. Namun, selang beberapa detik, dia bangkit kembali. Tampaknya energinya begitu cepat pulih. Pada akhirnya, mereka saling menyerang tiada henti.