
Sementara Zhi, dia sudah siap memakai kain putih panjang, menutupi tubuhnya. Rambutnya yang biasa terurai panjang, kali ini tergulung ke atas, lengkap dengan hiasan bunga baby breath yang melingkar digelungannya. Kalung bunga melati tak lupa ia pakai, menambah kesan manis pada wanita itu.
Zhi terus mengangkat kedua sudut bibirnya. Tak ada seseorang yang tidak bahagia jika menikah dengan lelaki yang dicintainya. Zhi kemudian berjalan menghampiri Calvin dan duduk di samping ranjang. Wanita itu tampak anggun dan lembut. Tak seperti biasanya yang selalu memperlihatkan keceriaan.
"Calvin, aku sudah siap," ucap Zhi, matanya berbinar menyiratkan rasa bahagianya. Dia lantas berjalan perlahan mendekati Calvin.
"Kamu terlalu cantik, Zhi." Tatapan Calvin tak berkedip, dia terus memandangi wanita di sebelahnya penuh dwngan kekaguman.
"Terima kasih, aku cantik seperti ini juga untuk kamu, Vin."
"Tapi, pakaian apa yang harus kukenakan, Zhi? Bahkan aku hanya memakai celana dan bertelanjang dada." Calvin menyibak selimut yang menutupi tubuhnya.
"Kamu cukup pakai ini, Calvin. Kita hanya akan menjalani ritual pernikahan, bukan resepsi," ucap Zhi seraya menyerahkan kain putih agar Calvin memakainya sebagai penutup bagian bawah dan membiarkan tubuhnya bertelanjang dada.
Calvin dan Zhi akhirnya melangsungkan pernikahannya secara sembunyi-sembunyi agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan, menghindari kemunculan Erdo agar tidak terjadi kekacauan. Mereka menikah dengan adat dan ciri khas negeri Luchania. Hanya ada kedua orang tua Zhi yang memimpin langsung pernikahan anaknya tersebut.
Chris mulai menyiramkan air suci ke tubuh Calvin dan Zhi yang tengah terduduk menghadap ke langit. Tangannya saling bertautan satu sama lain, matanya terpejam menikmati setiap siraman air suci yang membasuh tubuh mereka. Hal itu bermakna sebagai penyucian diri dan lahir kembali sebagai pasangan baru.
Calvin dan Zhi kini telah resmi menjadi pasangan suami istri setelah mereka menjalani tahapan ritual. Meski Calvin sangat asing dengan pernikahan tersebut, tetapi dia dengan sukarela menurut dan mengikuti semua arahan yang diperintahkan oleh kedua orang tua Zhi.
Selang beberapa saat, setelah pernikahan itu selesai. Kini Zhi dan Calvin tengah berdua di ranjang, tepatnya di kamar pengantin yang penuh dengan bunga lily. Calvin bingung apa yang harus dia lakukan, baginya pernikahan yang sekarang bisa dikatakan sah jika dia belum menikah di buminya sendiri. Berapa banyak pertanyaan di kepala Calvin hanya mampu dipendamnya, dia tidak ingin melukai perasaan Zhi saat ini.
"Zhi, apa kamu bahagia?" tanya Calvin yang tengah berbaring di ranjang dengan menopang kepalanya dengan satu tangan.
__ADS_1
"Sangat, aku sangat bahagia, Vin. Terima kasih sudah mau menikah denganku. Jadi, sekarang aku sudah menjadi milikmu, kan? Kamu sudah bebas melakukan apa pun terhadapku, Vin." Zhi berucap tanpa rasa malu.
Belum sempat Calvin menanggapi ucapan Zhi, ttiba-tiba Chris mengetuk pintu dari luar kamar. Saat Zhi membukannya, tanpa basa-basi, dia mengatakan bahwa ada sesuatu yang genting. "Calvin, kembalilah lagi ke asalmu! Biarkan Zhi tetap di sini dulu.”
“Maksudnya? Bukankah Zhi sekarang sudah menjadi istriku? Aku harus membawanya ikut bersamaku jika aku kembali ke bumi.” Calvin terperanjat dan langsung mendekat menghadao Chris.
“Iya, Yah. Kenapa Zhi tidak boleh ikut bersama Calvin?”
“Nak, kamu tidak bisa ikut dia kalau kamu belum mencari batu opal untuk pelindung Calvin. Akan sangat berbahaya jika kalian berada dalam pengawasan Erdo.” Ibu Zhi mengelus lembut punggung Zhi memberi ketenangan.
“Tapi, Bu … di mana Zhi harus mencari batu opal itu?”
“Di Gunung Alpheno, Nak.”
“Jika kamu berusaha, maka batu itu pasti akan memancarkan kilauannya. Ingat, jangan sekali-kali menggunakan energimu, karena batu itu akan semakin sulit di temukan,” sambung Ayah Zhi.
“Calvin, pejamkan mata kamu!” perintah Chris sambil memegang satu tangan Calvin. Ia pun hanya menurut karena tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Sesaat kemudian, Calvin menghilang.
“Calvin!” teriak Zhi terkejut saat Calvin menghilang begitu saja karena ayahnya.
__ADS_1
Zhi histeris dan memarahi Chris karena mengembalikan Calvin ke dunianya. Baru saja oernikahannya berlangsung, tetapi mereka harus terpisah karena keadaan.
“Ayah, kenapa Calvin pergi? Harusnya dia menungguku untuk mencari batu itu.” Zhi menitikan buliran hangat, begitu berat saat dia harus dipisahkan dengan Calvin.
“Waktu untuk mencari batu opal itu bukan hanya sebentar, Zhi. Jika Calvin terus di sini, ia tidak akan mungkin bisa bertahan karena tempat kita tidak sesuai dengan raganya, belum lagi kalau Erdo sampai mencium keberadaannya, nyawa Calvin bisa terancam."
“Baiklah, Zhi akan berangkat mencari batu itu sekarang.”
“Ibu, yakin, pasti kamu akan menemukannya, Sayang.”
__ADS_1