Wanita Dalam Liontin

Wanita Dalam Liontin
Rencana Jordan


__ADS_3

"Apa yang akan kamu lakukan, Beib?"


"Nanti kamu juga akan tahu, Sayang."


Detik berlalu berganti menit. Perbincangan antara dua insan telah berakhir bersama dengan datangnya rasa kantuk yang mereka rasakan. Denting suara jarum jam terdengar di heningnya malam yang sunyi. Kini, Gracella dan Jordan pun tenggelam dalam larutnya malam, terlelap dalam alam mimpinya masing-masing.


Baru saja Gracella terlelap, dia kembali bermimpi aneh. Sosok itu mendekatinya dan terus membisikkan suara yang menakutkan. Dalam mimpinya, Gracella dituntut untuk percaya pada sosok berjubah hitam itu. Dia adalah Venus--pesuruh Erdo.


Venus kembali mendatangi alam mimpi Gracella. Di mana dia harus berjuang mendapat kepercayaan manusia itu untuk dirinya bisa segera memasuki bumi dan mendapatkan Zhivanna kembali atas perintah tuannya. Jika, kali ini dia gagal lagi membuat Gracella percaya, maka Erdo akan menghukumnya dengan perlakuan yang lebih parah lagi dari sebelumnya.


Sayangnya, waktu itu Gracella tak langsung memercayai mimpinya yang pertama. Hal itu membuat Venus harus lebih giat memberi petunjuk yang lebih kuat kepadanya. Hingga malam ini, akhirnya Gracella tunduk atas segala perintahnya.


Tiba-tiba, Gracella tampak sangat ketakutan. Dengan mata yang masih terpejam, kepalanya bergerak ke kanan ke kiri dengan gelisah. Kedua tangan mencengkram selimut dengan erat dan jantungnya pun berpacu kencang. Secepat kilat dia bangun dari tidurnya dengan napas terengah-engah, matanya terbuka sempurna melihat keadaan sekeliling. Menyadari keberadaan Jordan di atas ranjangnya, wanita itu langsung memeluk erat lelaki yang ada di sampingnya itu.


"Kamu kenapa, Sayang?" tanya Jordan saat dia ikut terbangun, ketika Gracella memeluknya sangat erat. Dia mengelus pucuk kepala wanita itu.


"Ah, aku benar-benar takut. Mimpi itu ... kenapa selalu saja mengganggu tidurku?"

__ADS_1


"Memangnya, kamu mimpi apa lagi?" tanya Jordan penasaran, seraya menyodorkan minuman yang baru saja dia ambil dari nakas samping tempat tidur.


"Minum dulu," perintah Jordan. Gracella pun menengguk air yang ada di gelas bening itu.


Gracella lalu menceritakan mimpinya pada Jordan. Mereka pun memutuskan untuk mengatur rencana, karena wanita itu memaksa Jordan mencoba memercayai mimpinya itu. Namun, lelaki itu mengusulkan untuk melakukannya malam ini juga. Grace pun menyetujuinya.


Gracella dipaksa untuk percaya pada sesuatu yang menurutnya sangat mustahil. Apalagi, saat percobaan pertamanya gagal, yaitu mencelakai Zhi. Tak ada bukti apa pun yang menunjukkan bahwa Zhi bukanlah manusia.


"Sayang, pakai baju! Nanti dini hari kita ke sana langsung," ajak Jordan seraya melepas tautan tubuhnya dengan Gracella.


"Baiklah, apa kita lakukan berdua?"


"Kamu memang terbaik, Sayang," puji Gracella. Dia beringsut dan segera bersiap-siap.


Pakaian serba hitam dipilihnya agar tak terlalu mencolok. Celana panjang dan kaus berlengan panjang menjadi pilihannya untuk beraksi malam ini. Pakaiannya sudah seperti seorang maling yang hobi mencuri dari kampung ke kampung.


Kini, dia begitu percaya, rencananya dengan Jordan akan berhasil dengan mulus. Mereka pun gegas menyiapkan sesuatu yang harus disiapkan. Jordan segera menelepon seseorang untuk membantu melaksanakan rencananya untuk bertindak terhadap Zhi.

__ADS_1


Sementara itu, di tempat lain. Pukul sebelas malam, Zhi masih terjaga, matanya enggan terpejam. Dia memilih untuk memainkan ponselnya, dia mulai bersahabat dengan benda pipih itu.


"Rasanya mataku sangat terang, kenapa sudah sekali diajak tidur kalau sudah bermain ini," gumam Zhi, tangannya masih setia menggeser layar ponselnya saat memainkan game candy crush.


"Mana perut keroncongan lagi. Ada makanan nggak ya, di bawah." Zhi menyibak selimut yang melilit di separuh tubuhnya. Dia berniat turun dan mencari sesuatu di dapur yang bisa dimakan.


Saat dia membuka kulkas dan berniat mencari sebagai isi perut. Saat dia menunduk dengan kepala yang setengah masuk ke kulkas, tiba-tiba dia dikagetkan dengan kemunculan seseorang yang ada di belakangnya.


Seseorang itu menepuk bahu Zhi dengan pelan. Zhi sontak langsung berdiri tegak, buah yang dipegangnya pun terjatuh berantakan, bercecer di sekitar kulkas.


.


.


Bersambung


Maaf, keadaan lagi drop jadi nggak bisa rutin up🤧

__ADS_1


Terima kasih yang masih setia membaca. Jangan luoa tinggalkan like dan komennya ya.


__ADS_2