
*** Chapter 21 ***
"Permisi... paket...!!" suara petugas kurir berteriak di depan gerbang rumah Setta.
"PAKEEEET....!!!"
Kurir tersebut makin berteriak.
"Mbak Ayu ada paket di depan kok gak di bukain pintunya? lah si Mbak Ayu kemana coba?" gumam Setta lalu beranjak untuk menerima paket dari si kurir.
"Makasih ya pak, maaf lama," ucap Setta sambil menandatangani dokumen penerimaan dari si kurir.
"Apaan nih? buat abang Nathan lagi," gumam Setta sambil memperhatikan kotaknya.
"SETTA...!"
"Astagfirullah..." suara Rania mengejutkan Setta yang hampir saja melempar kotak di tangannya.
"Bukannya salam malah teriak aja manggil nama aku hadeh..."
"Ya maaf, aku mau nginep ya, nih aku bawain ayam goreng," ucap Rania menunjukkan bucket ayam gorengnya.
"Kenapa lagi sih? sering banget kabur dari rumah?" tanya Setta.
"Gak boleh nih aku nginep di rumah kamu? ya udah lah aku pergi aja cari hotel murah," Rania merajuk.
"Yakin berani di hotel sendirian? nanti ditemenin pocong sama kuntilanak penunggu kamar hotel lho hiiiyyy," ucap Setta meledek Rania dan bergegas masuk ke dalam rumahnya.
"Setta... rese nih, tungguin woi...!"
Rania langsung berlari menyusul Setta ke dalam rumah.
***
"Assalamualaikum..."
Nathan pulang dari bekerja.
"Walaikumsalam, abang ada paket di meja tuh," ucap Setta sambil menunjuk ke arah kotak berukuran seperti kardus sepatu di atas meja makan.
"Ok Makasih, abang mau mandi dulu, eh iya titip gaji buat mbak Ayu ya, besok kasihkan ke dia, tadi abang lupa," ucap Nathan.
"Sip, eh tapi bang, kenapa aku jadi jarang liat mbak Ayu ya, tadi gak pamit, dia pergi gitu aja pas aku nerima paket ini," ucap Setta.
"Tadi pas abang berangkat ada kok langsung nyuci baju," sahut Nathan.
"Na....than..... booooooo." sosok perempuan berambut panjang menutupi wajahnya berdiri di samping Nathan mengejutkannya
__ADS_1
"Astagfirullah...."
Reflek Nathan memukul sosok itu dengan tangan kanannya.
"Aduh... abang Nathan mah sakit tau masa Rania di pukul!" sungut Rania.
"Lah lagian kamu mau sok-sokan nakutin huh gak mempan...!" Nathan menoyor kepala Rania.
"Ih nyebelin, untung cakep huh!" Rania mau membalas Nathan tapi tak jadi karena kalah tinggi dan kalah tua.
"Kamu kabur ya dari rumah sampai ada di sini?" tanya Nathan.
"Aku suntuk bang, papi sama mami katanya perjalanan bisnis ke luar negeri aku di tinggal karena mami tau aku ada pekan ulangan harian. Nah, dari pada aku satu rumah sama pembantu mesum itu, mending aku nginep sini, boleh ya?" Rania menggenggam tangan Nathan.
"Hidih apa-apaan sih? lepas gak!"
Rania langsung melepas tangan Nathan.
"Ya udah boleh, udah terlanjur ada di sini masa iya malam-malam gini abang suruh pulang, udah ah mau mandi," ucap Nathan.
"Mau di temenin gak bang?" Rania menggoda Nathan yang langsung menoleh dengan tatapan tajam dan marah.
"Hehehehe serem juga abang Nathan," ucap Rania.
"Makanya jangan iseng godain abang, sok-sokan jadi hantu padahal mah takut kan kalau ketemu hantu?" tanya Setta.
"Beuh timbang baca doa makan nanti juga tuh hantu ngibrit," ucap Rania jumawa.
"Ngapain kamu ngeliatin aku kayak gitu?" tanya Rania.
"Enggak kok, ih ge er aja bawaannya!" cibir Setta.
Nathan keluar dari kamar mandi, memakai kaus putih lengan pendek dan celana kolor selutut, sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil yang di kalungkan ke lehernya.
"Hadeh... cobaan kaum hawa nih," gumam Rania menggaruk kepalanya sendiri.
Nathan membuka kotak paketnya dengan cutter di tangannya.
"Astagfirullahalazim... ngajak ribut nih orang!" pekik Nathan yang terkejut saat melihat isinya.
Seekor ayam hitam berukuran tanggung tergeletak mati di dalamnya di balik tubuh ayam hitam itu terdapat kertas dengan tulisan "MATI"
"Aih gila... masa kurir sama penerima paket gak engeh sih sama paket bangke emang gak bau apa?" Rania bergidik ngeri mundur beberapa langkah.
"Ini ayam belum bau banget, kayanya baru mati hari ini, dan ini paket kilat khusus," jawab Nathan.
"Terus kira-kira siapa yang kirim bang?" tanya Rania lagi.
__ADS_1
"Mana tau Ran, ini kan paket ancaman, yang kemaren aja pas di selidiki pengirimnya cuma orang suruhan pas ke kantor pos, udah gitu dia gak lihat dengan pasti wajah yang nyuruh dia ke kantor pos," ucap Nathan menjelaskan.
"Mana aku juga gak tau lagi bang, gak bisa liat siapa yang kirim," sahut Setta.
"Eh cumi, abang kamu kan udah bilang kalau dia gak tau tuh pengirim paket gimana elo heran gue pinter-pinter kadang lola juga," gerutu Rania.
Setta hanya tersenyum memandang Rania yang belum menyadari penglihatan yang di miliki Setta.
"Aku telpon Bejo dulu deh, nanti ayamnya biar abang kubur," Nathan mencari ponselnya dalam kamar dan menghubungi Bejo untuk memberitahukan hal ini.
"Kira-kira siapa ya yang gak suka sama abang Nathan yang cakep kaya gitu?" tanya Rania.
"Mungkin musuh abang aku, bisa jadi preman yang pernah ia tangkap kali, terus keluarganya dendam," sahut Setta.
"Nah, bisa jadi...!"
Setelah menguburkan ayam hitam yang sudah mati itu, Nathan makan malam bersama Setta dan Rania. Setelahnya, Nathan lalu menonton tv, sementara Rania dan Setta belajar untuk menghadapi ulangan harian besok.
"Udah malam dek, tidur gih!" ucap Nathan memerintah.
"Oke bang, met malam bang," ucap Setta yang berusaha menarik Rania karena tak mau beranjak dari tatapannya ke Nathan.
"Ayo, Ran!" ajak Setta.
"Bentar, bang ngapain sih ngelus-ngelus monyet, mending saya aja bang yang di elus," ucap Rania menggoda Nathan yang hanya tersenyum ramah sambil mengusap rambut halus di tubuh Otan.
"Udah ih, ganjen banget sih kamu sama abang aku," Setta menarik Rania lebih keras masuk ke kamarnya.
Nathan mengeluarkan ponselnya, menghubungi Bejo.
"Jo, mulai besok kamu suruh anak buah kita si Ridwan buat jagain Setta, tapi inget dari jauh jagainnya, nanti adikku risih dan tambah khawatir soal aku," ucap Nathan.
"Beres... tenang aja itu mah, dan kamu juga harus lebih waspada bro, kita masih belum tau siapa yang mau jahatin kamu dengan teror seperti ini," sahut Bejo di seberang sana.
"Oke, thanks ya bro," Nathan menutup sambungan teleponnya lalu ia pergi mengubur ayam itu di teras belakang.
****************
Bersambung ya...
Jangan lupa mampir ke novel Vie lainnya
- Pocong Tampan
- Kakakku Cinta Pertama ku
- 9 Lives
__ADS_1
- Gue Bukan Player
Vie Love You All...😘😘😘