
*** Chapter 30 ***
"Ini masa kita satu mobil sama Ratu and geng dia sih?" bisik Rania saat memasuki bis nomor 3 di hadapannya.
"Mana aku tau coba tanya kak Aryo kan dia yang atur soal mobil," ucap Setta.
"Husstt sini kak!" Rania memanggil Aryo dengan kibasan tangannya.
"Ada apa sih emangnya aku burung di panggil kayak gitu?" ucap Aryo.
"Nih," Rania menyerahkan satu kaleng soda untuk Aryo.
"Nah gitu dong sama kakak kelas..."
"Eits... coba bilang dulu jawab kenapa kita satu mobil sama Ratu and genknya?"
"Lah dia mah ngikutin Jin, terus si Jin maunya bareng nih bocah," Aryo menunjuk Setta.
"Lho kok jadi aku di salahin?" tanya Setta menunjuk dirinya sendiri.
Aryo mengangkat bahunya lalu pergi meraih kaleng soda dari tangan Rania.
"Lewat pintu belakang aja Ta," ajal Rania.
Ketika Setta menaiki bis tersebut tiba-tiba sosok tangan berkulit pucat dan berkeriput penuh darah menyentuh tangan Setta. Gadis itu menoleh pada sosok hantu perempuan yang bunuh diri tempo hari. Wajahnya penuh darah dengan senyum menyeringai ke arahnya.
"Kak Rosi?" gumam Setta.
"WOI ANAK KECIL...!!!" Jin mengejutkan Setta.
"Ngapain kamu bengong? kebiasaan banget sih, pasti kamu liat hantu ya?" tanya Jin.
Setta mengangguk pelan.
"Haduh pake ngangguk lagi, berarti iya nih, udah cepetan masuk!" ujar Jin mengikuti Setta masuk ke dalam bis.
Setta menoleh pada hantu Rosi tadi, namun sosoknya sudah menghilang.
"Kamu ngapain sih ikut kebelakang? udah sana duduk di depan aja sama Santi!" ucap Jin kala melihat Ratu menghampirinya.
"Emang gak boleh ya kalau aku ikut jaga belakang bareng kamu?" tanya Ratu.
"Enggak muat tuh, mau duduk dimana coba?" sahut Jin.
Ratu menoleh ke kanan dan ke kiri yang memang tak ada bangku gosong di sana.
"Gimana kalau tukeran?" ucap Ratu.
"Enggak usah, nanti ribet kalo Aryo mau minta uang tol dan lain sebagainya sama kamu," ujar Jin.
Akhirnya Ratu mengalah dan kembali ke tempat duduknya semula. Ratu menoleh kembali ke belakang memperhatikan Setta yang sudah tertidur.
"Cepet banget sih kamu tidurnya?" tanya Rania berbisik.
"Hehehe gak kok, habis kak Ratu ngeliatin ke kita aja pas ngobrol sama Jin, aku pura-pura aja tidur," ucap Setta.
"Ta, masa semalam aku mimpi," ucap Rania.
__ADS_1
"Hmm...."
"Ta, serius dengerin aku apa..." rengek gadis di samping Setta itu.
"Hmm..."
"Aku mimpi kawin sama abang Nathan tau!"
"Hmm...APA? jangan harap kau!" Setta menarik ujung rambut Rania.
"Adaw...!"
Dua jam perjalanan menuju Desa Sukahati, Pak Idris selaku perwakilan guru pembina bersama Ibu Yana memutuskan untuk berhenti di rest area.
"Aku mau pipis ah, aku turun ya Ta," Rania bergegas menuruni bis menuju toilet.
"Heh anak kecil...! kamu gak turun?" tanya Jin.
"Enggak ah," ucap Setta sembari membaca komik Detective Conan di tangannya.
Jin merebahkan bokongnya di samping Setta.
"Bacaan kamu aja emang bener-bener bocah," ucap Jin melirik ke arah komik yang Setta baca.
"Dari pada bacaan kakak, majalah playboy beuuuhhh!"
"Heh anak kecil sembarangan kalau ngomong, coba kamu ke kamar aku, adanya majalah bobo tau!"
"Hahahhaha bisa aja, eh bentar mobil kita ada berapa kak yang ikut pergi?" tanya Setta.
"Ada tiga, memangnya kenapa?" tanya Jin.
"Rania kenapa?" Jin mengikuti Setta.
"Eh kalian mau pada kemana?" tanya Ratu menahan lengan Jin.
"Setta...! maaf Tu, aku mau ikutin dia bentar," ucap Jin menepis tangan Ratu.
Rania masuk ke sebuah mobil bis berwarna hijau saat Setta melihatnya tadi.
"RANIA...RANIA...!!!"
Setta berteriak sembari mengejar bus tersebut.
"Kamu kenapa nak?" tanya ibu Yana.
"Rania bu, temen saya masuk ke bis warna hijau itu yang saya kejar tadi," ucap Setta.
"HAH...?! kamu yakin? gak ada bis lain selain kita lho?" tanya Ibu Yana.
"Saya yakin bu," ucap Setta.
"Gini aja deh bu, kumpulin anak-anak dulu sekalian ngabsen sama ketua di bis masing-masing," ucap Jin.
"Oke, saya bilang dulu ke pak Idris," ucap Ibu Yana.
Setelah pemeriksaan dan data absen seluruh murid dikumpulkan oleh ketua bis masing-masing, ternyata benar apa yang Setta bilang, bahwa Rania menghilang. Pak Idris, Jin, Aryo dan Ratu mencari sekeliling rest area tapi tak mendapati sosok Rania.
__ADS_1
Setta tampak panik dan hampir menangis, kecemasannya pun bertambah terlebih tidak ada saksi mata yang melihat bis berwarna hijau. Seorang kakek penjual kopi menghampiri rombongan Setta.
"Ini kali kedua ada yang kehilangan rombongan secara aneh, sebaiknya kalian menghubungi Mbah Sarno," ucapnya pada Pak Idris.
"Bagaimana cara menghubunginya pak?" tanya Pak Idris.
"Rumahnya berada di dusun belakang sini, saya bisa antar," ucapnya.
"Jadi gimana, pak?" tanya Jin.
"Rombongan yang lain sebaiknya tetap berangkat ke Desa Sukahati. Kamu sama saya kita cari Rania," ucap Pak Idris.
"Aku ikut pak, dia kan tanggung jawab saya juga sebagai temannya," ucap Setta.
"Saya ikut pak, kalau Jin ikut, saya ikut," ucap Ratu.
"Kamu sebaiknya menemani saya mengantar rombongan lainnya, biar Jin, Aryo sama Setta menemani Pak Idris," ucap Bu Yana.
"Baiklah, ibu Yana tolong kerja samanya dalam menjaga anak-anak," ucap Pak Idris.
"Lagian temen lo nyusahin aja sih pake ngilang segala, jangan-jangan kabur lagi bukan naik bis lain," ucap Ratu dengan ketus.
"Udah sana, biar cepet sampe, dan kita biar cepet juga nemuin Rania," Jin memerintahkan Ratu untuk bergegas mengikuti Ibu Yana.
Sepanjang perjalanan menuju dusun ke rumah mbah Sarno.
"Jadi maksud bapak, murid saya di bawa oleh bis gaib?" tanya Pak Idris.
"Yang udah-udah begitu pak, apalagi neng ini tadi sempat melihat bis hijau tersebut," ucap kakek si penjual kopi itu.
"Serem banget nih dusun, emang masih ada manusia yang mau tinggal di sini apa?" bisik Aryo.
"Heh, jaga ucapan," bisik Jin.
"Tapi emang serem banget Jin," sahut Aryo.
"Sssttt... jangan ribut!" ucap Pak Idris sembari menoleh pada Aryo.
"Setta mana Jin?" tanyanya.
"Itu pak di belakang," Jin segera menghampiri Setta yang terdiam menghentikan langkahnya.
Langkah Setta terhenti saat sepasang mata berwarna merah mengamatinya dari balik semak.
"Heh anak kecil, ngapain diem di sini, kesambet lho?" ucap Jin menarik lengan Setta.
**************
Bersambung ya...
Jangan lupa mampir ke novel Vie lainnya
- Pocong Tampan
- Kakakku Cinta Pertama ku
- 9 Lives
__ADS_1
- Gue Bukan Player
Vie Love You All...😘😘