With Ghost

With Ghost
Chapter 56 - With Ghost


__ADS_3

*** Chapter 56 ***


Suster Wati terkejut sampai tangannya gemetar.


"Awww... sakit suster," ucap Setta karena tekanan jarum pembersih itu menyakiti tangan Setta.


"Oh maaf, maaf ya..." ucap suster Wati raut wajahnya berubah ketakutan.


"Iya gak apa suster," ucap Setta.


Suster Wati pergi ke luar ruangan setelah selesai membersihkan aliran darah di selang Setta dengan terburu-buru.


"Tan, abang mau cari air panas dulu ya keluar," ucap Nathan.


"Iya tapi jangan lama-lama," pinta Setta.


Nathan membawa tumbler di tangannya untuk meminta air panas pada suster. Namun, tak sengaja ia mendengar percakapan suster Wati dah rekan kerjanya.


"Eh tau gak pasien di kamar itu katanya ketemu suster Yulia?" ucap suster Wati pada temannya.


"Hah, yang bener kamu?"


"Iya tadi dia bilang dia di bantu suster Yulia."


"Ih aku jadi merinding nih, suster Yulia kan udah meninggal seminggu yang lalu," ucapnya bergidik ngeri memeluk dirinya sendiri.


"Nah itu, kan aku jadi ngeri dengernya," ucap Suster Wati.


"Sus, maaf saya mau minta air panas, boleh?" pinta Nathan.


"Boleh pak, mana botolnya?"


Setelah selesai meminta air panas, Nathan kembali ke ruang perawatan Setta. Bagai tersambar petir di siang hari saat Nathan membuka pintu kamar perawatan Setta. Sosok suster Yulia sudah berdiri di samping Setta lalu ia menoleh menatap Nathan sambil tersenyum. Kaki Nathan terasa gemetar dan sulit untuk bergerak, apalagi saat ia tadi mengingat percakapan dua suster tadi.


"Setan... eh Setta itu...itu..."


"Aku tahu... tapi suster Yulia baik kok, dia cuma mau bantu semua pasien yang ada di rumah sakit ini," sahut Setta.

__ADS_1


"Kok abang bisa lihat ya?" tanya Setta.


"Karena aku mengijinkan ia melihatku," sahut suster Yulia.


"Oohhh... ya udah sih abang masuk sini!"


"Duh kaki abang susah bergerak Ta, gimana ini?" ucap Nathan dengan nada gemetar dan ketakutan.


"Hahahaha... masa sama penjahat serem-serem berani sama hantu cantik kayak gini takut," Setta meledek Nathan.


"Tetep aja Tan, dia kan hantu, aduh jangan suruh kemari Ta susternya," Nathan menutup kedua matanya.


"Saya cuma mau lewat kok," bisik suster Yulia lalu menghilang.


"Udah bang udah gak ada susternya," ucap Setta.


"Tunggu ambil nafas panjang dulu, huuuhhhfffttt beuh wangi banget tuh hantu, wangi kembang melati," ucap Nathan berhasil menstabilkan kakinya lagi untuk melangkah ke dalam.


***


Sepulang sekolah Rania mengajak Jin untuk bersama-sama menjenguk Setta, namun Jin sudah duluan bergegas menuju Rumah Sakit Kota.


Sesampainya Jin di halaman parkir Rumah Sakit Kota, ia melihat penampakan Gibran yang terlihat keren dengan seragam kepolisiannya.


"Mau ngapain tuh zebra sumbawa pake main kemari, wah rese nih, harus aku duluan yang sampai ke tempat Setta," gumam Jin dan tanpa pikir panjang lagi ia segera berlari mendahului Gibran.


Jin melihat depan lift yang sudah padat dengan para pengunjung, ia bergegas masuk ke tangga darurat menuju ruangan tempat Setta di rawat.


Sesampainya di lantai lima, pintu lift terbuka Gibran keluar dari dalam sana. Jin bergegas mendahului Gibran. Namun, Gibran juga berbuat yang sama setelah tau ada Jin yang keluar dari pintu tangga darurat. Keduanya lantas berdesak-desakan di pintu kamar Setta.


"Eh bentar ada yang aneh," ucap Jin menahan Gibran masuk.


"Aneh gimana?" tanya Gibran.


"Setta gak ada, haduh jangan-jangan Setta di culik?" Jin mendorong Gibran ke luar lalu masuk ke dalam kamar Setta dan mengetuk pintu kamar mandi.


"Oh..." Gibran mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi Nathan menanyakan perihal keberadaan Setta.

__ADS_1


Gibran langsung berpindah menuju kamar Tia. Tau dirinya di tinggal, Jin segera menyusul Gibran. Keduanya kembali berdesakan berebut masuk ke dalam kamar perawatan Tia.


"Pada ngapain sih? kalau masuk tuh satu-satu!" ucap Nathan bersama Setta mengunjungi kamar Tia.


"Ngalah sama yang tuaan, minggir!" ucap Gibran.


"Justru yang tua ngalah sama yang muda, awas sih!" pinta Jin sampai akhirnya terjatuh di lantai dan buah apel yang di belinya jatuh berserakan di lantai.


"Tuh kan gara-gara kamu nih!" Jin menyalahkan Gibran yang tak perduli dengan teriakan Jin, ia tetap melangkah menghampiri Nathan.


Setta dan Tia tertawa melihat kelakuan Jin dan Gibran.


"Hai Ta!" sapa Gibran pada Setta yang buru-buru menoleh ke arah lain. Ia masih tak berani menatap Gibran.


"Hai anak kecil, emang udah baikkan kamu sampai jalan-jalan ke sini?" sapa Jin.


"Udah."


"Wah apel buat aku ya Jin, duh baiknya tau aja kamu apel di sini habis," ucap Tia dengan sumringah.


"Yee enak aja! ini buat Setta, nih buat kakak satu biji aja," Jin menyerahkan satu apel merah pada Tia.


"Hmmm masa cuma satu, semalam aja kamu sama Rania menghabiskan tiga biji apel ku huh!"


"Eh... emang iya? duh pake ngitungin segala lagi, nih ambil dua, soalnya sisa lima di plastik, nanti Setta gak kenyang hehehe," ucap Jin yang makin merona kala memandang Setta tertawa ke arahnya.


****


Bersambung ya...


Jangan lupa mampir ke novel Vie lainnya Pocong Tampan


- Kakakku Cinta Pertama ku


- 9 Lives


- Gue Bukan Player

__ADS_1


Special nih dobel up buat kalian


Vie Love You All...😘😘


__ADS_2