With Ghost

With Ghost
Chapter 26 - With Ghost


__ADS_3

*** Chapter 26 ***


Nathan tak menemukan Thalia dan Mbak Ayu seperti yang tadi Setta bilang.


Suara Thalia terdengar tertawa dari arah kamar nenek. Saat Nathan membuka pintu kamar nenek perlahan, Thalia sedang melompat-lompat di atas kasur sambil memegang sesuatu.


"Thalia..." ucap Nathan.


Thalia melempar sesuatu yang di kira boneka tadi ke arah Nathan, dan langsung mendarat di tangan laki-lalu itu.


"Dek, ini..."


Nathan menunjukkan sesuatu yang ada di tangannya. Tubuh Otan yang sudah tak bernyawa itu langsung membuat Setta menangis. Dari mata, hidung dan telinga kera kecil itu mengeluarkan darah.


"Otan...hiks hiks... dia diapain bang, bisa sampai kayak gini?" Setta menangis sambil memeluk kera kecil kesayangannya itu.


Jin segera meraih handuk di rak dekat kamar mandi untuk menutupi tubuh si Kera kecil itu.


"Thalia sini yuk!" ajak Nathan mengulurkan tangannya pada Thalia agar turun dari ranjang nenek.


Thalia menuruti Nathan dan mengikutinya duduk di sofa.


Nathan menghubungi Tia agar segera datang menjaga Thalia.


"Kamu punya pacul gak?" tanya Nathan pada Jin.


"Ada kayaknya, emang bakal apaan bang?" tanya Jin.


"Buat ngubur kamu!"


"Ih sadis juga si abang," Jin bergidik ngeri.


"Buat ngubur tuh monyet lah," sahut Nathan.


"Oh bentar, aku ambilin di gudang."


"Buruan!"


"Iya...!"


Setelah Nathan membuat lubang di halaman teras belakang untuk menguburkan si Kera kecil itu, lalu ia menguburkannya. Setta masih menangisi si Kera.


"Aku mau ganti baju dulu," ucap Setta lalu masuk ke dalam kamarnya meraih pakaian ganti dan masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, saat Setta berbalik badan sosok hantu mbak Ayu sudah ada di hadapannya.

__ADS_1


"To-to-tolong jangan gang-gu aku mbak," Setta menundukkan kepalanya tak mau melihat mbak Ayu.


Mbak Ayu mengulurkan tangannya ke arah Setta dan menyentuh ke dua pipi Setta. Penglihatan gadis itu berubah gelap dan saat ia membuka matanya Setta sudah berada di rumah kontrakan mbak Ayu.


Suami Mbak Ayu pulang dalam keadaan mabuk sambil merengek meminta uang. Padahal hari itu juga mbak Ayu akan menanyakan perihal pesan dari seorang perempuan yang mengaku sedang hamil anak suaminya. Perempuan tersebut adalah keponakan Mbak Ayu sendiri yang tinggal tak jauh dari rumahnya. Parahnya lagi perempuan itu masih seumuran Setta, dan masih duduk di bangku SMA kelas sepuluh.


Sang suami yang tak bisa mengendalikan emosi dan naik pitam menghajar mbak Ayu sampai lehernya patah. Mbak Ayu tewas seketika. Mayatnya di masukkan ke dalam lemari dan di tinggalkan begitu saja. Setelah semua uang dan perhiasan mbak Ayu di ambil suaminya lalu sang suami kabur begitu saja.


"Fffuuuahhh....!" Setta menghembuskan nafasnya yang penuh kelegaan seolah-olah dia sudah menahan nafasnya sangat lama.


Mbak Ayu tersenyum memandang Setta, sepertinya ingin pamit karena merasa sudah lega mayatnya ditemukan dan memberitahukan kebenaran pada Setta. Namun, sebelum mbak Ayu pergi dia mengucapkan sesuatu pada Setta.


"Jauhi anak itu, non!"


***


Bejo dan Tia datang ke rumah Nathan menceritakan perihal penemuan mayat Mbak Ayu. Tercium bau busuk dari rumah mbak Ayu yang menimbulkan curiga tetangganya. Rumahnya di dobrak paksa setelah tak ada jawaban. Pak RT membuka pintu lemari yang menjadi sumber bau bangkai tersebut. Mayat Mbak Ayu lalu keluar begitu saja dari dalam lemari.


"Perkiraan kematian sudah seminggu, tadi Sarah udah ngecek dan mayatnya udah di bawa untuk autopsi lebih lanjut," ucap Bejo.


"Yang saya heran ya pak, bukannya tadi pagi kita titip Thalia sama dia ya, berati tadi pagi itu hantunya dong pak?" tanya Tia dengan wajah yang langsung pucat ketakutan.


"Bener tuh kak, tadi aja saya sama Setta lihat hantunya lagi main sama tuh anak, kepalanya muter kebelakang hiiiyyy," sahut Jin.


"Udah sana pulang, kepo banget sih!" sahut Bejo memerintahkan Jin pulang.


"Biasa aja kali bang," gerutu Jin lalu pulang ke rumahnya.


"Setta mana, pak?" tanya Tia.


"Ada di kamar mandi," sahut Nathan.


"Kok gak keluar-keluar, sih?"


Tia menghampiri kamar mandi dan mengetuk pintunya. Setta keluar dari kamar mandi dan tampak lemas. Tia langsung menahan tubuh Setta yang limbung lalu tak sadarkan diri.


Nathan yang panik lalu menghampiri Setta, berniat ingin membopong Setta tapi di cegah oleh Tia.


"Mau ngapain pak? saya aja yang gendong, badan bapak kotor semua gitu," ucap Tia lalu membopong Setta ke kamarnya.


"Gila... samsonwati banget tenaga kamu, aku kagak sangka," ucap Bejo memuji Tia.


Nathan tersadar dari tatapan herannya melihat kekuatan Tia, lalu ia segera membersihkan dirinya.


"Thalia sini aja ya, jangan kemana-mana, Jo jagain Thalia ya!" perintah Nathan.

__ADS_1


"Siap 86!" sahut Bejo.


Tia mengoleskan minyak kayu putih pada bagian bawah hidung Setta sampai ia akhirnya tersadar.


"Kamu kenapa Ta?" tanya Tia saat Setta tersadar.


"Mbak Ayu kak, mbak Ayu..."


"Iya kakak tahu, pasti kamu syok kan soal kematian mbak Ayu?" tanya Tia.


Setta menangis kala mengingat mbak Ayu kembali.


"Abang Nathan mana?" tanya Setta yang teringat peristiwa yang ditunjukkan mbak Ayu tadi.


"Tadi sih mau bersihin badan, tuh panjang umur orangnya nongol," ucap Tia menunjuk Nathan yang muncul dari balik pintu.


"Bang, segera cari suami mbak ayu, dia pembunuhnya bang," ucap Setta panik.


"Iya, iya, kamu tenang dulu ya, nanti abang akan cari suaminya dan abang akan seret dia ke penjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," ucap Nathan sambil memeluk Setta yang menangis.


Tia menatap Nathan dengan penuh pesona, apalagi rasa sayang yang di tunjukkan Nathan pada adiknya membuatnya makin terpesona. Tetapi, Tia juga heran dengan ucapan Setta barusan, bagaimana bisa Setta tahu pembunuh si Mbak Ayu, tetapi Tia urungkan pertanyaanya sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tak gatal.


"Kamu jagain Thalia ya, abang mau ke TKP sama lihat mayat Mbak Ayu," ucap Nathan.


"Gak mau bang, aku gak mau tinggal sama Thalia, abang liat kan perlakuan dia sama Otan?" ucap Setta dengan nada sedikit panik.


"Mungkin dia pikir si Otan boneka jadi dia gak sadar," ucap Nathan menenangkan Setta.


"Gak...! aku yakin banget ada yang aneh sama dia..."


***************


Bersambung ya...


Jangan lupa mampir ke novel Vie lainnya


- Pocong Tampan


- Kakakku Cinta Pertama ku


- 9 Lives


- Gue Bukan Player


Vie Love You All...😘😘

__ADS_1


__ADS_2