With Ghost

With Ghost
Chapter 22 - With Ghost


__ADS_3

*** Chapter 22 ***


Rania bangun lebih awal dari Setta karena panggilan alam yang melilit perutnya.


"Ah aku sekalian mandi lah," gumam Rania saat selesai menuntaskan hajatnya.


Saat tiba di gayung yang ke tiga, Rania membuka matanya dan langsung muncul hantu Mila yang tertawa menyeringai di hadapan wajahnya.


"Aaaaaaaaaaaaaa setaaaannnn...."


Rania langsung keluar dengan handuk melilit tubuhnya menuju kamar Setta.


"Apaan sih Ran?"


Setta merasa risih saat tubuhnya tertindih oleh Rania.


"Ta... ada Setta... eh salah ada setan..." Rania mengguncang tubuh Setta.


"Setan apa sih?" tanya Setta yang akhirnya terbangun karena guncangan Rania.


"Itu... aku lihat si Mila di kamar mandi serem banget," sahut Rania dengan nada ketakutan.


"Astagfirullah... yang bener? kamu bisa lihat hantu Mila juga?" tanya Setta.


"Maksud kamu, Ta? kamu bisa lihat hantu juga? kata juga yang aku denger itu... Jadi selama ini kamu bisa liat hantunya Mila?" tanya Rania mulai curiga dengan penglihatan Setta.


"Ummm... pakai baju dulu gih, kamu tau gak jam berapa sekarang?" Setta menunjuk jam dinding di kamarnya.


"Yaa Allah kan masih jam setengah tiga masa aku udah mandi pantes aja di datengin demit!" pekik Rania.


"Udah ah aku mau tidur lagi," Setta langsung meringkuk di atas ranjangnya.


"Ta, jawab pertanyaan aku yang tadi," Rania mengguncang tubuh Setta lagi.


"Besok pagi aja lah, aku ngantuk nih!"


***


Keesokan harinya, Nathan sudah memasak nasi goreng untuk sarapan Setta dan Rania.


"Perasaan Rania gak keliatan mandinya yang rapih aja?" tanya Nathan ketika Setta dan Rania sudah rapih dengan seragam sekolahnya.


"Rajin dia bang mandi jam setengah tiga hahaha," cibir Setta.


"HAH? serius Ran, kamu mandi jam setengah tiga, mau ngapain, pasti mau tahajud ya mentang-mentang mau ulangan?"


"Boro-boro inget tahajud, orang pas mandi ketemu setan," sahut Rani dengan wajah cemberut.


"Hahaha setan yang mana? setan yang di kamar Setta apa pocong yang suka nongol di dapur, sepanjang nenek Ta?" tanya Nathan dengan polosnya.


"Abang..." ucap Setta menatap Nathan dengan tajam.

__ADS_1


"WHAT...??!! Jadi ada banyak setan di rumah ini dan kalian bisa lihat gitu?" tanya Rania.


"Aku sih gak bisa lihat, dia tuh yang bisa," Nathan menunjuk Setta.


"Abang...!!"


"Ta, coba jelasin ke aku, jadi selama ini kamu bisa lihat hantu?" tanya Rania mengancam Setta dengan garpu di tangannya.


"Biasa aja dong, gak usah ngancem segala," ucap Setta menepis garpu di tangan Rania yang di acungkan padanya.


"Gak ada salahnya Rania tahu udah akuin aja, kalian tuh dari SMP lho temenan," ucap Nathan.


"Iya sih ngaku aja, aku juga gak bakal jauhin kamu, malah aku gak mau jauh dari kamu biar di kasih tau ada setan apa enggak yang ikutin aku," sahut Rania.


"Kalau aku bilang ada hantu yang ikutin kamu gimana?" ucap Setta menoleh pada Rania yang langsung duduk mendekat ke Setta.


"Hahahaha... paling Setta bercanda tuh," sahut Nathan.


Setta menggelengkan kepalanya.


"Aku gak bercanda, emang dari kemaren ada hantu yang ikutin Rania," ucap Setta memandang hantu Mila.


"Jangan bilang kalau setannya si Mila," ucap Setta sambil menoleh takut ke kanan dan ke kiri.


"Iya Ran," sahut Setta.


"Coba tanyain kenapa dia ikutin aku?"


Hantu Mila menunjuk ponsel Rania, tiba-tiba layar ponsel Rania menyala sendiri dan langsung memutar video kecelakaan yang di alami Mila dan kawannya.


"Wah jangan-jangan dia mau kamu apus tuh video Ran," ucap Nathan menunjuk ponsel Rania.


"Nah lho, kamu sih pake ngerekam, dia kan jadi malu, karena kelihatan wajah jeleknya," sahut Setta.


Hantu Mila langsung menghampiri Setta.


"Iya maaf, cantik kok aslinya mah kak Mila cantik, makanya ini mau nyuruh Rania hapus," ucap Setta berusaha menghadang hantu Mila agar menjauh.


"Yah mana udah aku sebar lagi videonya," ucap Rania menepuk jidatnya.


"Hapus, terus suruh temen-temen yang lain hapus, bikin pengumuman di sosmed kamu, hormatin kak Mila sama keluarganya, kalau perlu nanti kita ke rumah keluarganya, kamu minta maaf," ujar Setta.


"Betul, kalau perlu kasih santunan buat keluarganya, buat bantu tahlilan kan kamu mah tinggal minta duit gampang ke mami papi kamu," sahut Nathan.


"Hmmm oke deh, tunggu aku cek saldo tabungan dulu," Rania mengecek saldo tabungannya pada sebuah aplikasi bank online di ponselnya.


"Aduh, tabungan aku cuma dua ratus dua puluh lima juta, terus aku mau nyantunin berapa?" tanya Rania menoleh pada Setta.


"Gila...! tabungan kamu tuh saldonya lebih gede dari tabungan saya, dua ratus juta gitu di bilang cuma ckckckck," sahut Nathan.


"Iya ya, aku aja belum dibikinkan tabungan sama abang," Setta mengeluh pada Nathan yang langsung meringis.

__ADS_1


"Terus aku kasih santunan berapa?" tanya Rania.


"Satu juta juga cukup buat beli kue," sahut Nathan.


"Dih duit segitu mah cuma dua kue lapis surabaya kesukaan mami," sahut Rania.


"Hah? mami kamu beli kue satunya lima ratus ribu, ckckckck aku aja beliin Setta kue yang lima puluh ribu doang ya, Ta?"


"Ho Oh, enak lagi," sahut Setta.


"Ya udah deh nanti antar aku ya ke rumah Kak Mila, aku ambil duit di atm dulu, dua juta dah buat kasih santunan, tapi jangan sampe mami atau papi aku tau ya?" Rania memelas.


Nathan dan Setta bertatapan, lalu mengiyakan.


***


Pulang sekolah Rania dan Setta menuju rumah Mila setelah bertanya pada teman sekelasnya. Sesampainya di sana Rania meminta pada keluarga Mila tentang kesalahannya dan berjanji tak akan mengulangi kejadian serupa seperti itu jika melihat korban kecelakaan.


"Besok kita nyekar yuk Ta, ziarah ke kuburan Mila," ajak Rania.


"Aku takut Ran, bakalan banyak sesuatu yang aku bisa lihat dan takut ngikutin sampe rumah," sahut Setta.


"Cu...ini ada yang jatuh," seorang nenek mencolek punggung Rania dan menyerahkan gantungan kunci yang jatuh dari tas Rania.


Rania menoleh dengan tubuh gemetar.


"Ta, ini kok aku bisa lihat hantu sih, kan masih sore," Rania menarik tas Setta. Tangan Rania yang satunya gemetar saat menerima gantungan kuncinya


Setta memperhatikan nenek tua itu dengan seksama, rambut putihnya terurai berantakan, tangannya yang keriput penuh noda hitam dan ada bekas luka bakar. Nenek itu tersenyum menunjukkan gigi hitamnya. Mata nenek itu juga memerah.


"NYAI...!!! yeee di cariin dari tadi taunya nyasar sampai sini," seorang pemuda menghampiri nenek tersebut.


"Maaf ya, nyai aye udah pikun, suka keder kaga bisa pulang," ucap pemuda itu lalu pamit sambil menuntun nenek itu pulang.


Rania dan Setta saling berpandangan dan...


"Hahahaha..., parah orang masih hidup aku bilang hantu," ucap Rania sambil merangkul Setta.


Sementara hantu Mila masih mengikuti, dia melayang di belakang Rania dan Setta.


****************


Bersambung ya...


Jangan lupa mampir ke novel Vie lainnya


- Pocong Tampan


- Kakakku Cinta Pertama ku


- 9 Lives

__ADS_1


- Gue Bukan Player


Vie Love You All...😘😘


__ADS_2