With Ghost

With Ghost
Chapter 52 - With Ghost


__ADS_3

*** Chapter 52 ***


Bejo menggeledah gudang bawah tanah di rumah Ibu Emi dan Pak Richard. Nathan menyusul Bejo dan pasukannya setelah memastikan kondisi Tia sudah stabil. Rupanya memang benar-benar sakit jiwa ibu Emi itu, dia mengikat tubuh suaminya sendiri di kursi dalam gudang. Tubuh Pak Richard penuh luka bekas rokok yang di bakar dan di sundut ke tubuhnya. Belum lagi luka lebam-lebam bekas pukulan.


Tadinya ibu Emi adalah istri yang penurut dengan suami yang super genit dengan para pegawai wanitanya. Berkali-kali ibu Emi berusaha untuk sabar dan menuruti suaminya yang kadang melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga padanya.


Sampai datanglah seorang pria besar yang wajahnya punya bekas luka, dan menjadi supir ibu Emi. Di bawah pengaruhnya sang supir yang mempunyai sifat psychopat, ibu Emi yang sudah muak dengan sang suaminya jadi berubah. Dan segala kejahatan yang dia lakukan bersama sang supir itu membuatnya puas untuk membalas dendam pada sang suami.


Pak Richard di bawa ke rumah sakit kota untuk di amankan, akan tetapi karena kondisinya yang sudah sangat lemah, pria itu tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.


***


Sepulang sekolah, Ratu memanggil Setta ke dekat gudang penyimpanan alat-alat olahraga.


"Ada apa Kak?" tanya Setta.


"Kamu jadian sama Jin?" tanya Ratu.


"Hah... itu mah kak Jin aja yang iseng," jawab Setta.


Ratu mengamati Setta dari ujung kaki ke kepala sambil bertolak pinggang.


"Masuk!" ucap Ratu mendorong tubuh Setta ke dalam.


"Masuk? memangnya kenapa kak?"


"Udah ih bawel, asal kamu tahu ya, dari SMP aku bareng sama Jin dia gak pernah seiseng itu sama perempuan, dan jujur ya, aku gak suka dia iseng kayak gitu sama kamu, jadi kamu masuk," Ratu makin mendorong tubuh Setta sampai jatuh ke lantai. Kepala Setta terantuk tepi laci dan tak sadarkan diri. Ratu menyentuh leher Setta, mencari nadi yang masih berdenyut di sana. Ratu tersenyum lalu menutup pintunya.


Santi datang membawa kunci gudang di tangannya.


"Tepat waktu, thanks Sista," ucap Ratu saat menerima kunci gudang tersebut. Ratu dan Santi pergi meninggalkan Setta terkunci di dalam gudang.


"Kamu tuh ya bener-bener deh ih, jadi inget Rosi yang pernah kamu kunci di gudang ini dulu," ucap Santi.


"Jangan ngomongin dia ah serem tau!" Ratu bergidik ngeri saat mengingat Rosi.


"Santi gudang sudah kamu kunci?" tanya Pak Teguh guru olah raga di sekolah Lentera.


"Sudah pak, beres sudah siap!" sahut Santi lalu memberikan kunci tersebut pada Pak Teguh.


"Oke, makasih ya..." ucapnya seraya berlalu dari hadapan dua siswi yang tertawa kecil itu.


Ratu dan Sinta ber tos ria.


Prang...

__ADS_1


Tong sampah di belakang Ratu dan Santi tiba-tiba terjatuh dan menggelinding begitu saja membuat para gadis itu menoleh.


"Kucing kali apa tikus," ucap Ratu.


"Buruan pergi aja yuk!" Santi menarik lengan Ratu.


***


Di gerbang sekolah.


"Heh si anak kecil mana?" tanya Jin pada Rania.


"Tau nih, aku tunggu udah gak nongol-nongol, hapenya juga mati nih di hubungi, apa udah di jemput abang Nathan ya?" ucap Rania.


"Coba kamu telpon abangnya!" perintah Jin.


"Aduh aku lupa ini hape baru, nomornya hilang semua, cuma punya nomor Setta yang udah aku hapal," sahut Rania.


"Ah kamu mah, ya udah aku pulang dulu nih mau buru-buru cari Setta."


Jin bergegas meninggalkan Rania.


"Pak, ayo buruan ke rumah Setta, aku juga penasaran dia udah pulang apa belum," Rania memerintahkan sang supirnya menuju rumah Setta.


Di rumah Setta.


"Setta mana mbok, kok belum pulang?" tanya Nathan.


"Harusnya sih udah pulang den, coba saya telpon non Setta ya den," ucap Mbok Inem.


Ketukan pintu rumah Nathan menyentaknya dan bergegas membuka pintu tersebut.


"Assalamualaikum," ucap seorang pria berkaca mata hitam di hadapan Nathan.


"Waalaikumsalam, Gibran..."


Gibran membuka kaca mata hitamnya dan memeluk Nathan.


"Kok kamu tahu rumah aku?"


"Tadi aku ke kantor eh katanya kamu udah pulang, ya aku minta aja alamat rumah kamu, boleh masuk gak nih?" tanya Gibran.


"Oh sorry nih, ayo masuk!" ajak Nathan.


"Hapenya non Setta gak bisa di hubungi den," ucap Mbok Inem.

__ADS_1


"Duh ni anak kemana ya..." gumam Nathan.


"Kenapa, Setta belum pulang?" tanya Gibran.


"Iya, harusnya dia pulang sekolah jam segini, mbok tau nomor telepon Rania?" tanya Nathan.


"Ndak den," Mbok Inem menggeleng.


"Aku coba telpon ke sekolahnya, kamu duduk dulu Bran, bikinin minum mbok, tolong ya," Nathan mencari ponselnya untuk menghubungi Setta.


Jin datang ke rumah Setta tanpa sadar lupa mengetuk pintu dan langsung masuk karena pintu yang terbuka. Jin mengutarakan maksudnya untuk mencari Setta, namun ternyata memang gadis yang di carinya itu belum pulang. Rania juga sampai ke rumah Setta dengan wajah ikut panik.


"Kita cari aja deh, aku ke sekolah sama Gibran, Jin sama Rania coba cari sekeliling jalan ya tolong banget nih, mana udah mau magrib, kemana ini anak ya," ucap Nathan mulai resah.


Lalu Nathan dan Gibran masuk ke dalam mobil Nathan untuk mencarinya ke sekolah. Sedangkan Jin masuk ke dalam mobil Rania untuk berkeliling lingkungan ataupun jalan yang biasa Setta lewati.


"Perasaan aku gak enak nih Ran," ucap Jin.


"Aku juga kak, tapi enggak lah kita harus berdoa dan berfikiran positif kalau Setta baik-baik aja," ucap Rania.


***


Setta terbangun dari pingsannya di dalam gudang sekolah tersebut setelah pipinya di sentuh sesuatu. Hantu Rosi yang membangunkan Setta dari pingsannya.


"Awww..." Setta menyentuh dahi kanannya yang berdenyut nyeri. Tiba-tiba dadanya terasa sesak dan nafasnya mulai tersengal. Setta terlupa tasnya tertinggal di kelas saat ia menghampiri Ratu. Nafasnya makin susah tak bisa di kendalikan dengan tenang, di tambah lagi dengan keadaan udara yang pengap banyak sekali debu di sana yang makin memicu Setta sulit bernafas.


"To... tolong aku..." ucap Setta dengan lirih.


Nafasnya makin sulit, dia butuh ventolin inhaeler hisap yang selalu ada di dalam tasnya.


"Sa-sakit..."


*****


Bersambung ya...


Jangan lupa mampir ke novel Vie lainnya


- Pocong Tampan


- Kakakku Cinta Pertama ku


- 9 Lives


- Gue Bukan Player

__ADS_1


Vie Love You All...😘😘


__ADS_2