
Vie mohon sebelum membaca, jangan lupa untuk selalu like dan vote cerita ini ya. Rate bintang lima juga harus lho apalagi kasih koin biar Vie semangat buat nulis 😊
*** Chapter 61 ***
"Kamu semalam kambuh lagi ya?" tanya dokter cantik Amelia.
"Iya dok, tapi cuma sesek biasa kok, saya udah sehat, bener deh saya siap kembali ke rumah," ucap Setta.
"Tapi..."
"Ayolah dok, saya ketinggalan banyak pelajaran nih, ijinkan saya pulang ya, saya mohon..." pinta Setta.
"Hmmm... baiklah, kalau kamu sudah merasa stabil dan yakin sehat, kalau begitu tunggu nanti sore ya pulangnya, siang ini di uap dulu, nanti saya resepkan obat untuk di rumah," ujar dokter Amelia.
"Siap dok!" sahut Setta.
"Mari dok, saya antar ke luar," ucap Nathan dengan senyum mautnya yang membuat para wanita terpesona.
"Ummm kamu pacarnya Sarah ya?" pertanyaan yang terlontar begitu saja dari bibir Amelia langsung membuat botol air di tangan Tia jatuh ke lantai.
"Dih kak Tia kenapa? becek tuh," ucap Setta.
"Hehehe maaf tangannya licin," sahut Tia asal, dirinya mencoba berbohong menyembunyikan rasa cemburunya saat mendengar "Kamu pacarnya Sarah"
Nathan dan Amelia sudah berlalu dan berbincang-bincang di luar.
"Aku cari kain pel dulu ya ke luar," ucap Tia.
Dirinya sebenarnya masih ingin menguping lebih lanjut pembicaraan Nathan dan Amelia di luar.
"Bukannya mau mengadu nih ya, tapi ku pikir Sarah itu pacarnya dokter Andi lho, soalnya deket banget sama dia, eh taunya pacaran juga sama kamu," ucap Amelia seraya tak sengaja menepuk bahu Nathan.
"Oh gitu, aku pernah denger sih nama dokter Andi, tapi Sarah gak pernah cerita tuh," ucap Nathan.
"Oke deh, aku boleh minta nomor kamu ya, sekalian tanya perkembangan kesehatan adik kamu," pinta Amelia.
"Boleh," ucap Nathan seraya masuk ke dalam lift berdua dokter Amelia menuju coffee shop.
"Kok dia bawa-bawa Sarah sih deket sama cowok lain, hmmm jangan-jangan nih dia yang mau deket sama Nathan terus jelek-jelekin Sarah, eh kok aku jadi belain Sarah sih, harusnya kan... duh udah lah Tia kamu tuh lagi mikir apa sih, halu banget..." gumam Tia pada dirinya sendiri.
__ADS_1
***
Di sekolah Lentera.
"Kasiannya sendirian, si setan belum sembuh juga?" Ratu mencibir Rania saat bertemu di kantin.
"Maaf ya kak namanya Setta bukan setan, dan dia masih hidup!" sahut Rania.
"Ya mudah-mudahan ya panjang umur gak jadi setan...!" ada penekanan kata "setan" di ucapan Ratu barusan.
Rasanya Rania ingin sekali melempar mie dan kuah di mangkuknya itu ke wajah Ratu. Akan tetapi seseorang duduk di samping Rania.
"Siapa bilang dia sendirian, nih ada aku sama Aryo," ucap Jin duduk di samping Rania.
"Ho oh ada aku juga," sahut Aryo yang langsung meraih keripik bawang di mangkuk mie Rania.
"Oh... sekarang kalian udah jadi bodyguard buat Rania?" tanya Santi.
"Lah kan aku pacarnya Setta, wajar dong aku temenan sama Rania, ya gak Yo?" Jin makin membuat Ratu panas.
"Ho oh, aku juga pacarnya Rania," sahut Aryo yang membuat Rania makin melotot menatapnya.
"Cinta itu gak bisa di paksa, mau kita temenan dari bayi tapi kalau cintanya sama yang baru ketemu satu hari, mau bilang apa coba?" Jin mengangkat kedua bahunya.
Ratu langsung menghentakkan kakinya dengan sangat marah. Lantas dia menarik tangan Santi pergi dari hadapan Jin dan lainnya.
Jin dan Rania bertatapan sekilas kala melihat sosok bayangan siswi perempuan mengikuti Ratu. Pakaian seragamnya kotor dan lusuh. Bercak darah menetes di bahu sosok tersebut.
"Kakak liat kan apa yang aku liat?" tanya Rania mulai memasang wajah takut.
"Iya aku lihat, udah tenang aja jangan di liatin lagi," ucap Jin.
"Tapi udah hilang deh sepertinya."
"Ummm.... tapi kok kayaknya mirip sama..."
"Kalian lihat apa sih?" tanya Aryo menghentikan ucapan Jin.
"Lihat setan!" sahut Jin.
__ADS_1
"Ah serius kamu, mana setannya?" tanya Aryo ketakutan.
"Nih lagi duduk di depan aku," ucap Rania dengan santainya mengunyah mie dalam mulutnya. Jin tertawa saat mendengar celetukan Rania.
"Di depan kamu kan... Aku, wah rese nih orang," Aryo melempar Rania dengan tusuk gigi yang masuk ke dalam mangkuk mie Rania.
"Ah rese nih, pokoknya aku gak mau tau, gantiin mie aku!" rengek Rania.
"Ye kaga sengaja Ran, lagian kita kemari tuh mau minta traktir kamu, masa malah gantiin mie kamu haduh..." ucap Aryo.
"Apa? kita? kamu aja kali aku mah enggak!" sahut Jin lalu berdiri menuju penjual siomay di kantinnya.
"Pacar... ayolah jangan gitu..." Aryo mencoba menggoda Rania.
"Sekali lagi ngaku pacar, lempar nih mie sama mangkuknya ke muka kakak!" Rania mengancam Aryo dengan wajah sinisnya.
***
Sore hari menjelang kepulangan Setta dari rumah sakit, Gibran sudah sampai di sana untuk menjemput Setta. Sore itu Nathan harus bertemu dengan walikota yang baru yaitu ayahnya Rania di kantor walikota. Mereka akan mengadakan rapat membicarakan keamanan saat acara pelantikan walikota berlangsung.
"Kak Tia lihat suster Fira gak?" tanya Setta.
"Kamu masih penasaran sama cerita si anak tiri itu bagaimana kelanjutannya?" ucap Tia berbalik tanya.
"Ya kak," ucap Setta mengangguk.
"Cerita apa sih? aku boleh tau gak? kali aja aku bisa bantu?" tanya Gibran.
*****
Bersambung ya...
Jangan lupa mampir ke novel Vie lainnya Pocong Tampan
- Kakakku Cinta Pertama ku
- 9 Lives
- Gue Bukan Player
__ADS_1
Vie Love You All...😘😘