
*** Chapter 39 ***
Pukul dua dini hari Setta terbangun untuk buang air kecil, lalu mencari toilet di rumah kepala desa. Setta berjongkok dan menundukkan kepala di atas kloset jongkok karena melihat kelabang kecil melintas yang langsung di siramnya menjauh.
Tiba-tiba saat Setta mendangakkan kepalanya ia langsung melihat wajah sosok hantu Nia dan gadis bule tersenyum padanya.
"Astaga kalian ini masa ia harus nongol di wc, untung sama-sama perempuan," gumam Setta lalu membersihkan dirinya.
Nia dan gadis bule itu memeluk Setta, bau anyir darah terasa menusuk hidung Setta apalagi rasa lengket daging itu terasa di lengan Setta yang tak mau membuka mata dan menahan nafasnya sedari tadi. Nia dan gadis bule itu lalu menghilang pergi.
Setta membuka pintu kamar mandi lalu...
"Kambing burik naik sepeda..." Jin berucap latah karena terkejut melihat Setta dari balik pintu kamar mandi.
"Kayak apa ya tuh kambing, udah kayak sirkus aja naik sepeda tuh kambing," gumam Setta.
"Lagian kamu tuh ya ngagetin aja," sahut Jin.
Setta hanya meringis menahan tawanya mendengar seorang Jin yang macho bisa latah.
"Terus kamu ngapain masih di situ, mau ngeliatin gue pipis?" tantang Jin.
"Idih ogah, aku jijik mas..." sahut Setta memeluk dirinya sendiri sambil mencibir pada Jin.
"Garing kamu," sahut Jin membuka resleting celananya.
"Eh tunggu sembarangan aja, aku keluar dulu," Setta langsung berlari menuju kamar Dini, karena malam itu ia menginap di kamar Dini.
Jin tertawa melihat kelakuan Setta karena berhasil mengerjainya, lalu ia menutup pintu kamar mandi. Sosok Kuntilanak yang pernah mengganggu Setta di tenda, hadir di kamar mandi memandangi Jin sambil tersenyum menyeringai dan menyeramkan.
"Kok aku merinding ya, hiyyyy," gumam Jin lalu terdengar suara cekikikan tawa kuntilanak sayup-sayup di telinga Jin.
"Kok ada yang ketawa sih, katanya kalau ketawanya kedengaran jauh berarti dia deket, kalau ketawanya kedengaran deket berati dia jauh, berati dia ada... huaaaaaaa...!"
Jin langsung berlari secepat kilat menuju ruang tamu tempat dia tidur bersama Aryo dan langsung menarik selimut dari Aryo menutupi seluruh tubuhnya. Aryo merasa sangat kedinginan di sela tidurnya dan mencoba meraba untuk meraih selimut dari Jin tanpa membuka matanya. Akan tetapi yang Aryo dapatkan adalah jubah putih dan lusuh milik kuntilanak yang ia tarik menutupi tubuhnya.
Tangan kuntilanak itu mengusap rambut di kepala Aryo sambil bernyanyi nina bobo dengan kukunya yang meninggalkan bekas cakaran di pipi Aryo tanpa Aryo merasa sakit sedikit pun karena masih terlelap dan terbuai mimpi.
***
Setelah solat subuh berjamaah, Setta kembali ke kamar Dini.
"Aku enggak nyangka lho kalau Ki Romo sejahat itu," ucap Dini.
__ADS_1
"Ya, makanya terkadang manusia sendiri bisa lebih jahat daripada setan," ujar Setta.
"Padahal dia baik banget, dia pernah kasih bapak wayang kulit yang harganya pernah di tawar kolektor lima puluh juta," ucap Dini.
"HAH?! kamu serius? mending kamu kubur deh itu wayang kulit, kamu masih inget kan kejadiannya kalau kulit itu di buat dari kulit manusia, terus sekarang wayangnya dimana?" tanya Setta.
"Di dinding ruang tamu," jawab Dini.
"Cepet Din, kamu bilang sama bapak kamu supaya kubur itu wayang kulit, aku takut nanti si pemilik kulitnya gangguin kamu sama keluarga kamu," ucap Setta mulai cemas.
"Oh iya juga ya, aku bilang bapak dulu," Dini langsung keluar kamarnya dan mencari ayahnya untuk membicarakan perihal wayang kulit di dinding ruang tamu.
Wayang kulit itu akhirnya di kubur dan di doakan agar tidak mengganggu keluarga kepala desa nantinya.
Dua mobil polisi datang untuk menyelidiki tempat kejadian perkara di rumah Ki Romo dan juga dalam hutan, takut jika masih ada jasad tertinggal di sana dengan bantuan mata batin Gibran.
Nathan datang bersama Rania menyusul Setta yang langsung menghamburkan diri memeluk abangnya itu.
"Kamu gak apa-apa kan, Ta?" tanya Nathan.
"Aku gak apa-apa," jawab Setta.
"Kak Aryo sama Kak Jin mana?" tanya Rania.
"Ada di dalam, tadi kayaknya lagi berebut kamar mandi deh," sahut Setta membuat Rania makin penasaran menyusul ke dalam rumah mau melihat pertengkaran seru Jin dan Aryo memperebutkan kamar mandi.
"Oh bukan Din, ini abang aku, namanya Nathan."
"Halo..." ucap Nathan mengulurkan tangan kanannya.
"Ih ganteng banget sih, kayak model majalah yang suka bapak beli dari kota buat aku," sahut Dini yang tambah terpesona saat menjabat tangan Nathan.
"Bener banget, abang aku ini model majalah," ucap Setta.
"Apaan sih dek," Nathan menyenggol bahu Setta.
"Majalah apa Ta? aku mau beli ah nanti," sahut Dini antusias.
"Majalah Trubus, hehehehe," ucap Setta yang langsung di tarik kunciran rambutnya oleh Nathan.
"Iya kah nanti aku mau suruh bapak ah beli majalah Trubus," ucap Dini membuat Setta dan Nathan menahan tawanya.
"Kamu Nathan, kan?"
__ADS_1
Gibran menepuk bahu Nathan.
"Gibran..." Nathan langsung memeluk Gibran yang ternyata sahabat dia semasa sekolah SMA dulu.
"Tuh kan bener setan, gila badan kamu udah keren gini, padahal dulu cungkring banget cuy!" Gibran meledek Nathan.
"Ah bisa aja kamu, eh keren kamu sekarang jadi polisi juga akhirnya," ucap Nathan.
"Iya lah aku kan bilang, aku bakal susul cita-cita kamu hehehe, ini... cewek ini, oohhh... aku inget pantesan aja dia bisa lihat apa yang aku lihat," bisik Gibran.
"Eh maksudnya apa ya?" Setta ikut berbisik.
"Nathan pernah cerita kalau adiknya punya bakat kaya saya," bisik Gibran pada Setta.
"Bakat? apanya yang bakat kak, ini tuh sial tau gak, masa tiap hari kita harus ngeliat yang serem-serem dan gak jelas bentuknya, belum lagi..."
"Kita spesial neng," Gibran mencubit hidung Setta.
"Kita harus bersyukur dengan apapun yang Tuhan kasih buat kita," ucap Gibran.
"Ehm ehm... bisa kita pulang sekarang," ucap Jin ketus saat melihat adegan Gibran mencubit hidung Setta.
"Emang udah mandi?" tanya Setta pada Jin.
"Yeee udah lah..."
"Mandi berdua masa Ta sana Aryo hahahaha," sahut Rania terbahak-bahak.
"Ran, kamu tuh ya, kalau punya mulut tuh di kunci!" Jin menatap Rania dengan tajam.
Aryo hanya meringis dan menahan malunya dengan menutup wajahnya.
*************
Bersambung ya...
Jangan lupa mampir ke novel Vie lainnya
- Pocong Tampan
- Kakakku Cinta Pertama ku
- 9 Lives
__ADS_1
- Gue Bukan Player
Vie Love You All...😘😘