With Ghost

With Ghost
Chapter 53 - With Ghost


__ADS_3

Vie mohon sebelum membaca, jangan lupa untuk selalu like dan vote cerita ini ya. Rate bintang lima juga harus lho apalagi kasih koin biar Vie semangat buat nulis 😊


*** Chapter 53 ***


Hantu Rosi mulai panik, dan entah kenapa ia memberanikan diri masuk ke dalam tubuh Setta untuk menolongnya. Rosi yang berada di tubuh Setta berusaha untuk menggedor - gedor pintu gudang.


"Pak denger gak, kayak ada yang gedor pintu?" ucap Bang udin si penjaga sekolah.


"Ah jangan nakutin nih, gak mungkin kan hantu si Rosi yang kemaren bunuh diri?" tanya pak Tomo si satpam.


"Nah bisa jadi kan."


"Ya udah yuk ke depan aja, merinding nih saya," ajak Pak Tomo.


Nathan dan Gibran tiba di depan gerbang sekolah Setta.


"Malam pak, saya Nathan, kakak dari siswi kelas 10 yang namanya Setta Amoera," Nathan menjabat tangan Pak Tomo.


"Bapak polisi ya?" tanya satpam sekolah dengan kumis tebal itu.


"Iya kami polisi."


"Lho ada apa ya pak ke sekolah jam segini, udah malam pak, udah gak ada orang."


"Saya mencari adik saya pak yang bernama Setta, dia belum pulang, mungkin masih berada di sekolah ini," ucap Nathan.


"Ah gak mungkin pak semua murid sudah pulang, nih kalau gak percaya saya tanya penjaga yang tinggal di dalam nih, Bang Udin... sini...!!!"


Teriakan pak Tomo menggema di gedung sekolah yang sepi itu.


"Kenapa pak?" tanya bang Udin.


"Ini cari murid namanya Setta katanya belum pulang ke rumah," sahut Pak Tomo.


"Ah main kali ke rumah temannya," sahut Bang Udin.


"Teman Setta setau saya cuma satu namanya Rania dan dia juga lagi cari Setta di sekeliling rumah," Sahut Nathan mulai hilang kesabaran karena dua orang ini terlalu lama menahannya.


"Tapi gak ada orang pak di dalam," ucap Bang Udin.

__ADS_1


"Tan, coba cek ke dalam kelasnya, firasat aku sih Setta ada di dalam," ucap Gibran menepuk bahu Nathan.


"Boleh ya pak, apa perlu saya bawa surat penggeledahan dari kepolisian?"


"Saya takut kalau di marahi ketua yayasan sekolah," ucap Satpam.


"Kalau bapak di marahi sampai di pecat, saya bawa ketua yayasan sekolah ini ke kantor polisi karena menghalangi petugas seperti kami," ancam Nathan memakai alasan jabatannya, padahal dia sama sekali belum pernah membawa-bawa instansi pekerjaannya dalam hal di luar kantor.


"Waduh gimana ini Din?" Pak Tomo menoleh pada Bang Udin.


"Udah biarin aja dia pada cari, ayo dah pak saya antar ke kelasnya, kelas berapa tadi?" tanya Bang Udin pada Nathan.


"Kelas 10 A kalau gak salah," jawab Nathan lalu mengikuti Udin ke lantai tiga menuju kelas Setta.


Penggeledahan di mulai dalam kelas Setta, ternyata benar firasat Gibran, Tas Setta masih ada di dalam laci mejanya.


"Ini tasnya pak masih ada," ucap Nathan.


"Wah mana saya tau pak, beneran deh saya gak lihat siapapun di sini," sahut Udin.


"Eh jangan-jangan yang tadi gedor-gedor pintu itu Din?" Tomo menepuk punggung Udin.


"Ide bagus ayo cari sekarang."


Nathan menggendong tas ransel Setta ke punggungnya.


"Setta... Setta...!!!" Nathan berteriak memanggil Setta begitu juga dengan Gibran.


"Sekolah gede gini tapi serem banget, banyak kuntilanak gitu lagi ngegosip apa arisan itu di pohon gede," gumam Gibran saat mengikuti Pak Tomo.


Dari lantai satu Gibran melihat sosok perempuan berseragam mengangkat tangannya sambil melambai-lambai memanggilnya.


"Pak itu siapa ya?" tanya Gibran.


"Mana pak, saya gak lihat siapa-siapa, bapak salah lihat kali," ucap Pak Tomo masih menyorot jalanan yang mereka lewati dengan senter.


"Berati bukan manusia dong," gumam Gibran.


"Kenapa pak?" tanya Pak Tomo menegaskan yang ia dengar barusan.

__ADS_1


"Oh enggak kok pak, bukan apa-apa," sahut Gibran.


Perempuan di lantai satu itu masih melambai ke arah Gibran.


"Pak kayaknya kita ke lantai satu deh yang di sebelah sana itu," Gibran menunjuk ke arah hantu perempuan yang ia lihat.


"Oh itu, sebelah situ mah bagian gudang alat olah raga, mau ngapain dia di situ?"


"Ya coba aja pak, ayo kita kesana!" ajak Gibran.


Keduanya bergegas menuruni anak tangga menuju gudang penyimpanan alat-alat olah raga.


Hantu perempuan yang di lihat Gibran rupanya hantu Rosi yang berusaha berkomunikasi dengan yang bisa melihatnya, dan kebetulan Gibran melihatnya.


Rosi menunjuk ke dalam gudang tempat Setta tergeletak tak sadarkan diri.


"Tan, aku nemuin Setta nih dalam gudang olah raga di lantai satu, buruan kesini!" Gibran menghubungi Nathan dari ponselnya.


"Buka pintunya pak!" pinta Gibran.


"Waduh, kalau kunci gudang ini mah sama bang Udin," sahut Pak Tomo.


"Aduh... gimana sih? Coba minggir! Setta... Setta... apa kamu di dalam?" Gibran menggedor-gedor pintu gudang memanggil nama Setta.


Tak ada jawaban dari sana. Rosi mencoba masuk ke dalam tubuh Setta agar bisa menggerakkannya. Akan tetapi tubuh Setta tak bisa ia gerakkan karena sudah tak berdaya.


*****


Bersambung ya...


Jangan lupa mampir ke novel Vie lainnya


- Pocong Tampan


- Kakakku Cinta Pertama ku


- 9 Lives


- Gue Bukan Player

__ADS_1


Vie Love You All...😘😘


__ADS_2