With Ghost

With Ghost
Chapter 37 - With Ghost


__ADS_3

*** Chapter 37 ***


Pak Idris mengajak Setta, Jin, dan Aryo menemui kepala desa suka hati demi mencari keberadaan Nia.


"Silahkan duduk pak dan adik-adik sekalian," ucap Pak Rano kepala desa Suka Hati.


"Terima kasih pak, begini maksud kedatangan saya ke rumah bapak mau mencari murid saya yang hilang di desa ini, mungkin sekiranya bapak bisa mengerahkan beberapa orang untuk mencari murid saya," pinta Pak Idris.


"Kenapa bisa hilang? apa dia terpisah rombongan atau tersesat begitu?" tanya Pak Kades.


"Saya juga tidak tahu pak, tiba-tiba dia hilang begitu saja."


"Ada fotonya?" pinta Pak Rano.


"Yo, tunjukan foto Nia, coba lihat di hasil tangkapan gambar kamu!" Pak Idris memberi perintah pada Aryo.


"Bentar pak saya cari... ummmm nah ini foto Nia pak," Aryo menyerahkan kameranya pada Pak Idris dan Pak Rano.


"Saya ambil gambar pakai kamera hape dulu ya, lalu saya sebarkan pada warga, saya juga heran seminggu yang lalu juga ada yang mencari turis perempuan yang menghilang di desa ini," ucap Pak Rano sambil memilin kumisnya.


"Tidak bisa bantu kami mencari anak ini sekarang pak?" pinta Pak Idris.


Setta menarik-narik jaket yang Jin pakai.


"Apa sih?" bisik Jin.


"Aku tahu," jawab Setta ikut berbisik.


"Sssttt..." Jin melarang Setta untuk berbicara dan agar mendengarkan pembicaraan kepala desa dan Pak Idris.


"Begini ya pak pekerjaan saya kan banyak, saya juga sibuk lho, tapi sebagai kepala desa yang baik oke saya utus dua orang untuk bantu kalian mencari anak ini," ucap Pak Rano.


Pak Rano mengutus dua orang pemuda desa bernama Komar dan Udin untuk menemani rombongan Pak Idris mencari Nia.


"Kak kita ke seberang sungai yuk, tadi aku lihat Nia ada di balik pohon sana," ucap Setta berbisik pada Jin.


"Kamu yakin?" tanya Jin memastikan.


"Aku yakin yuk yakinkan Pak Idris ke seberang sungai," pinta Setta.


Jin membicarakan yang di lihat Setta pada Pak Idris, karena beliau mulai paham dengan kemampuan Setta melihat hal yang tak bisa dilihat orang lain. Akhirnya Pak Idris menyetujui ide Setta untuk mencari di seberang sungai.


Ketika berada di atas jembatan, Setta melihat sosok Nia mengintip dari balik pohon. Tanpa butuh waktu lama Setta langsung berlari dan berteriak memanggil nama Nia.


"Et dah si Setta main lari aja, Ta... tunggu woi...!!!" Jin berteriak memanggil Setta dan berlari menyusulnya.


Aryo dan Pak Idris saling pandang, dan memutuskan untuk menyusul Jin berlari mengejar Setta. Kedua orang utusan kepala desa juga ikut menyusul.


"Nia...!!! kamu di mana Nia...?" ucap Setta.

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar sayup-sayup seorang gadis menangis.


"Nia... apa itu kamu?" ucap Setta berteriak sambil mencari keberadaan suara tangisan tersebut.


"Hu...hu...hu..."


Suara tangisan itu makin dekat terdengar jelas di telinga Setta.


"Nia... Nia apa itu kamu?"


Setta melihat rambut hitam yang muncul dari balik pohon. Gadis itu menghampiri sosok perempuan yang bersembunyi di balik pohon itu.


"Nia...," ucap Setta menjulurkan tangan kanannya ke atas kepala si rambut hitam tadi. Kepala nya menunduk di atas lipatan tangan kanan yang berada di atas kedua lutut kakinya yang menekuk.


"Hu...hu...hu..."


Gadis itu masih menangis.


Seseorang menepuk pundak Setta dan mengejutkannya.


"Astagfirullah, ih si kakak ih ngagetin aja," Setta menoleh pada Jin dengan raut wajah terkejut.


"Ta... kamu tuh ya larinya cepet banget main masuk hutan aja kayak gini, nanti kalau nyasar gimana? aku juga yang repot, aku juga yang di omelin abang kamu, aku juga yang takut kehilangan kamu," ucap Jin dengan rentetan ucapannya macam petasan yang baru tersulut api.


"Ih bawel banget sih kak, tadi itu ada Ni... lah nia tadi lagi nangis di sini terus kemana coba?" Sosok gadis yang menangis tadi sudah hilang di balik pohon samping Setta.


"Mana Nia nya? orang aku gak liat apa-apa dari tadi," ucap Jin.


"Ta... aku lupa lho jalan keluar hutan ini," ucap Jin mengamati sekeliling.


"Kok kita udah jauh gini sih kak? perasaan pas masuk ke seberang sungai tadi gak selebat ini hutannya?" tanya Setta mendekatkan dirinya pada Jin. Terlintas di pikiran Setta tentang kemungkinan ia kembali ke hutan gaib saat ia mencari Rania beberapa hari lalu.


"Ta, ini dimana?" tanya Jin.


"Di hutan lah, masa di mall," sahut Setta.


"Nenek-nenek ganjen juga tau ini hutan bukan mall, maksudnya lebih tepatnya gitu masa iya kita beneran di hutan belantara, nanti kalau ada macan atau ular besar gimana Ta?"


Ucap Jin lirih sambil menarik tangan Setta melingkarkannya pada lengannya.


"Setta..."


Suara seorang perempuan memanggil nama Setta.


"Suara siapa, Ta?" tanya Jin denagn nada gemetar dan ketakutan menatap Setta.


"Kayak suara Nia, kak," sahut Setta dengan keduanya matanya mencari sekeliling tempat dia dan Jin berdiri.


"Setta..."

__ADS_1


Suara seorang perempuan memanggil namanya kembali.


Kali ini Setta menemukan sosok perempuan yang memanggilnya.


"Tuh kak, si Nia tuh," Tunjuk Setta ke sosok Nia yang berdiri di seberang Setta dan Jin sambil tersenyum.


Wajah Nia terlihat sangat pucat.


"Ada yang aneh sama Nia ya Ta?" bisik Jin.


Krek...krek...krek...


Nia mematahkan tangan kirinya sendiri sampai putus lalu melempar tangan itu pada Setta dan Jin.


Jin menangkap potongan tangan kiri Nia dengan sigap.


"Ta-ta-tangannya, bu-bun-buntung Ta, hiiiyyy...!!!"


Jin menyerahkan tangan itu pada Setta, tetapi Setta mengembalikan tangan itu kembali pada Jin.


"Aku gak mau buat kamu aja!" ucap Jin menaruh tangan kiri Nia itu di tangan Setta.


"Aku juga gak mau buat kakak aja," ucap Setta mengembalikan ke tangan Jin lagi.


Keduanya saling bergantian melempar tangan buntung itu.


Sampai akhirnya Aryo dan Pak Idris berhasil menyusul Setta dan Jin ke dalam hutan.


"Kalian ngapain sampai sini?!"


Pekik Pak Idris Saat melihat Jin dan Setta.


Karena saking terkejutnya Jin dengan suara Pak Idris yang tiba-tiba datang, Jin langsung reflek melempar potongan tangan kiri Nia itu pada Pak Idris.


"Aaaaaaaaaaa..."


Aryo langsung tak sadarkan diri kala melihat tangan buntung itu di tangan Pak Idris.


*************


Bersambung ya...


Jangan lupa mampir ke novel Vie lainnya


- Pocong Tampan


- Kakakku Cinta Pertama ku


- 9 Lives

__ADS_1


- Gue Bukan Player


Vie Love You All...😘😘


__ADS_2