With Ghost

With Ghost
chapter 69 - With Ghost


__ADS_3

*** Chapter 69 ***


"Jin... ayo dong anterin aku nengok Santi," pinta Ratu seraya merengek pada Jin saat berada di kantin.


"Kan udah di bilang gak bisa," sahut Jin.


"Tapi Jin ayolah... dia kan temen kita," ucap Ratu seraya menghentakkan kakinya berulang-ulang.


"Kalau cuma punya temen satu terus gak ada kayak gitu tuh bingung sendiri gak punya temen, ya gak Ta?" bisik Rania ke telinga Setta.


"Heh..! pada ngomongin aku ya?!" bentak Ratu.


"Enggak kok, orang lagi ngomongin Jin," ucap Ratu asal.


"Ayo kak kita tengok Santi!" ajak Setta.


"Heh kamu mau ngapain ikut-ikutan tengok temen ku Santi, emangnya dia temen kamu?!" Ratu membentak lagi.


"Kan kita satu sekolah, kak," ucap Setta.


"Kalau kamu mau aku ikut tengok Santi, biarkan Setta ikut!" ucap Jin.


Agak lama Ratu melihat ke arah Setta dan Rania lalu memutuskan untuk mengatakan ya.


"Naik mobil aku ya pulang sekolah!" ucap Ratu.


"Enggak kak, aku ada mobil sendiri kok, kita ikutin di belakang aja," ucap Rania.


"Terserah kalian aja! Jin ikut aku ya," pinta Ratu.


"Gak usah aku bawa motor kok," sahut Jin.


Ratu meremas tangannya sendiri dan mengepalnya dengan gemas.


***

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit kota, Setta berpapasan dengan suster Fira. Hantu nenek bungkuk itu masih mengikuti suster tersebut.


"Heh kamu lihat apa?" tanya Rania yang sudah mengerti kalau ada sesuatu yang lain yang Setta lihat.


"Aku akan mencari Yana nek," gumam Setta membuat nenek bungkuk itu menoleh dan tersenyum padanya.


"Ayo, Ta!" ajak Rania menuju ruang perawatan Santi.


Di sana sudah ada Ratu dan Jin yang berada di depan kaca jendela ruang perawatan Santi.


"Kasian Santi ya bisa koma seperti itu," gumam Ratu.


"Memangnya dia kenapa bisa koma kayak gitu?" tanya Jin.


"Jatuh dari tangga," sahut Ratu.


Setta datang bersama Rania menghampiri Ratu dan Jin. Betapa terkejutnya Setta saat melihat hantu Rosi sedang berada di atas tubuh Santi. Hantu Rosi ingin mencekik Santi saat itu juga.


"Jangan lakukan itu!" Setta berteriak dengan tangannya menghentak kaca jendela.


"Udah gila ya teriak gak jelas gitu di rumah sakit!" bentak Ratu.


"Eh setan, eh maksud aku Setta, puas kamu kan lihat Santi terbaring seperti itu? jangan-jangan Santi kamu kutuk ya karena kamu mau balas dendam sama kita, iya kan?!" Ratu terus saja membentak Setta du hadapan Jin dan Rania.


"Tunggu, kenapa Setta harus balas dendam ke kamu? apa kamu pernah menyakiti Setta?" Jin menunjuk ke arah Ratu yang terdiam. Dia makin menatap tajam ke arah Setta.


"Heh anak kecil, coba jujur sama aku, apa pernah Ratu dan Santi menyakiti kamu?" tanya Jin.


Setta menatap ke arah Ratu sekilas, lalu ia tundukkan kepalanya.


"Oh aku tau sekarang, aku inget, jangan-jangan waktu kamu terkunci di gudang alat olahraga waktu itu karena ulah Ratu dan Santi, iya kan Ta?"


Tak ada jawaban Setta dari pertanyaan Jin. Pemuda itu kini menatap Ratu mencari jawaban di sana. Hantu Rosi juga menatap Ratu dan menunjuknya. Rosi membuat semua yang ada di depan kaca jendela ruang perawatan Santi melihatnya. Semuanya terkejut dan mundur beberapa langkah.


"Ro-Ro-Rosi... kaukah itu..." Ratu menunjuk Rosi dengan sangat gemetar.

__ADS_1


Rosi merobek perutnya sendiri dengan kedua tangannya dan meraih sesuatu dari dalam perutnya. Seonggok daging penuh darah dengan usus yang menjuntai di tarik paksa keluar dari dalam perutnya. Rosi menunjukkan embrio bayi yang sangat mungil sekitar berusia tiga bulan sambil tertawa menyeringai.


"Itu bayi,Ta," Rania menepuk bahu Setta dan menyembunyikan wajahnya di sana.


"Katakan padaku apa yang terjadi dengan kematian Rosi adakah hubungannya denganmu?!" Jin membentak Ratu yang ketakutan di sampingnya.


"Aku... aku tak tahu, Jin!" pekik Ratu.


"Kau pasti bohong! kau dan Santi pasti ada hubungannya, aku pernah melihat hantu Rosi mengikuti mu, kau pasti ada hubungannya iya kan?" Jim mengguncang bahu Ratu dengan wajah kesalnya.


"Aku tak tahu! aku tak tahu!" Ratu pergi dari hadapan Jin, ia berlari sambil menangis ketakutan. Hantu Rosi mulai mengganas, ia mengikuti Ratu dan menakutinya saat Ratu menuruni tangga. Ratu yang terkejut akan kemunculan Rosi lalu terjatuh dari tangga rumah sakit. Ia dilarikan ke ruang IGD, Ratu mengalami patah tulang di kakinya.


***


Sementara itu, Bara yang sedari kemarin ketakutan di kejar sosok hantu Rosi mengalami kecelakaan. Bara tak bisa mengendalikan laju motornya yang terlalu kencang. Apalagi saat ia melihat bayangan sosok hantu Rosi sedang memeluknya di jok belakang. Motor yang dikendarainya menabrak sebuah truk kontainer yang langsung melindasnya sampai tewas. Kepala Bara hancur dengan isi otak yang berceceran kemana-mana. Satu bola matanya lepas dan menggelinding sampai di kaki seorang anak kecil yang ikut serta menonton jasad Bara yang kecelakaan.


"Apa ini?" gumam anak tersebut. Anak itu meraih bola mata Bara dan memperhatikannya dengan seksama.


"Apa ini mah?" tanyanya pada sang mama yang langsung menoleh pada benda yang ditunjukkan anaknya.


"Astaga... buang, nak!" pekik sang mama yang menepis tangan anaknya itu untuk melepas organ mata milik Bara. Bola mata itu kembali menggelinding menuju jasad Bara yang sudah hancur kepalanya.


******


Bersambung ya...


Jangan lupa mampir ke novel Vie lainnya Pocong Tampan


- Kakakku Cinta Pertama ku


- 9 Lives


- Gue Bukan Player


Vie Love You All...😘😘

__ADS_1


__ADS_2