
Davin membuka matanya karena cahaya yang mulai menyinari, dia memijat pelipisnya kepalanya sedikit pusing.
Di liriknya Kanaya yang masih tertidur dengan kepala yang bersandar di bahunya.
Davin terus menatap Kanaya, Dalam tidur pun Kanaya terlihat begitu cantik.
" Eum,, " Kanaya membuka matanya dan terbangun.
" Maaf membuat Kamu bangun " Ucap Davin .
Kanaya segera beranjak dan memalingkan wajahnya karena malu.
" Sudah pagi, Kita bisa kembali"
Kanaya menatap ke luar dan benar saja hujan sudah berhenti bahkan terlihat cahaya dari luar.
" AW,, " Rintih Kanaya memegang Kakinya gang terasa sakit.
" Nay,, Kenapa Kaki kamu "
" Sakit Kak,, "
" Tahan sedikit ya, Ini pasti kram karena kamu tidur dengan Kaki nekuk"
Davin memijat pelan kaki Kanaya, Masih terasa sakit namun Kanaya terus menatap wajah Davin dia tidak menyangka jika Laki laki yang baru di kenalnya begitu baik kepadanya.
" Su- sudah Kak "
Davin mengangguk,,
" Gue bantu berdiri "
Kanaya memegang tangan Kanaya yang sedang beranjak bangun.
Dan mereka pun berjalan Keluar.
Sementara Revan bersama yang lain kembali mencari Kanaya juga Davin yang belum kembali dari kemarin.
Mereka menyusuri jalanan setapak dan masuk ke dalam sebuah Hutan.
Dita, Bela juga Siska ikut bersama mereka namun Baik Bela ataupun Siska terlihat terpaksa harus ikut mencarinya.
" Males banget cari mereka. " Gumam Siska namun bela mendengar nya.
" Lo bilang apa mereka, berarti Lo juga suka jika Davin tidak ketemu." Kesal Bela
" B_ bukan gitu maksudnya Bel, Ya Davin harus ketemu dong kalo cewek itu sih biarin aja mau ilang mau ke seret banjir juga gue gak peduli."
" Eh, Kalo gak Niat mending balik aja deh Kalian " Kesal Dita membuat mereka sangat kesal dan kembali mencarinya.
Revan terus memanggil Kanaya juga Davin, semua mencari dan berpencar untuk lebih mudah pencarian.
" Kanaya,, Davin ,, Kalian dimana. "
Teriakan semua terus memanggil keduanya,,
Davin menatap Kanaya yang berhenti, Kakinya sakit mungkin karena kemarin dia sempat Terpeleset saat berlari untuk berteduh.
" Nay, Kenapa ?" Ucap Davin menatap Kanaya yang terdiam.
Davin menatap Kaki Kanaya yang terlihat memar,,
" Astaga Kaki Lo Nay "
Kanaya meringis saat Davin menyentuhnya,,
" Kenapa Lo gak bilang Tadi,, Sakit ?" Ucap Davin dan Kanaya mengangguk.
" Kemarin Aku kepleset Kak "
Davin berjongkok dan melihat memar di kaki Kanaya, dia tidak membawa apapun bahkan ponselnya pun habis baterai.
" Gue gendong Lo " Ucap Davin.
" Ta- tapi Kak,-
Kanaya belum selesai bicara namun Davin langsung membopong Tubuh nya.
Kanaya menatap wajah Davin yang begitu dekat, Jantung nya berdetak cepat.
Davin terus berjalan untuk bisa keluar dari hutan itu sebelum kembali sore dan sudah pasti akan turun hujan.
" Kanaya,, Davin,, "
" Kak, Suara itu " Ucap Kanaya yang mendengar nya.
__ADS_1
" Kak Revan,, "
Revan berhenti dan mendengar suara seseorang memanggilnya,,
" De,, Kamu dimana ?"
" Kak,, Aku di sini"
Revan menatap sekeliling dan melihat Davin bersama Kanaya.
Dia segera berlari menghampiri mereka.
Davin menurunkan Kanaya saat melihat Revan datang..
" Kanaya,, Syukur kamu baik Baik saja De "
Kanaya Mengangguk dalam pelukan Revan, Dia begitu bahagia bisa kembali bertemu dengan Kakak Sepupu nya itu.
" Vin, Lo gapapa ?" Ucap Gilang bersama teman temannya.
" Gue Gapapa " Ucap Davin
" Davin,, Vin,, Lo gapapa kan ?" Ucap Bela yang langsung menghampiri Davin .
" Gue gapapa "
Davin terus menatap Revan yang memeluk erat Kanaya, terlihat begitu khawatir nya Revan terhadap Kanaya.
Sial,,
Kenapa bisa ketemu sih,,. Kesal Siska melihat Revan yang terus memeluk Kanaya.
" Kita pulang sekarang,, " Ucap Revan membopong Tubuh Kanaya kembali pulang di ikuti semua.
Mereka bersyukur Kanaya juga Davin di temukan,,
" Kanaya ,, " Ucap Dita saat Melihat Revan membopong Kanaya.
Revan segera masuk ke dalam rumah dan menurunkan Kanaya dengan hati hati.
" Neng, Minum dulu ya" Ucap Pak Hasan
" Makasih Pak Hasan "
Kanaya meneguknya,,
" Kamu gapapa kan, Setelah sampai di Jakarta kakak bawa kamu ke Rumah sakit "
" Aku gapapa Kak, Cuma Kaki aku "
Revan melihat Kaki Kanaya,,
" Astaga,, Lang Tolong ambilin salep di tas gue cepetan."
Gilang berlari mengambil salep,,
" Ini Van "
" Thanks Lang "
Revan mulai mengolesi salep pada memar di kaki Kanaya.
" AW sakit Kak "
" Maaf De,Kakak Akan pelan pelan."
Kanaya menatap sekitar,
dia mencari Davin yang tidak ada di sana, Dia tidak tau bagaimana keadaan Davin setelah bertemu mereka Revan segera membawanya pulang.
Manja banget, cari perhatian ,,
Dasar cewek gak tau malu,, Pasti sengaja cari perhatian sama Revan.
Siska menghentakkan kakinya dan berjalan keluar.
" Ciyee cemburu dia " goda Gilang.
" Kak, Dimana Kak Davin " Ucap Kanaya.
Revan menoleh dan tidak melihat Davin di sana.
" Oh tadi Davin bilang pulang, Dia akan mengganti bajunya " Jawab Gilang dan Kanaya mengangguk.
" Astaga Kanaya,, Gue khawatir banget sama Lo "
__ADS_1
Dita memeluk sahabatnya itu,,
" Maafin aku ya udah buat kamu khawatir."
Dita mengangguk,,
Namun dia merasa lega sahabat nya bisa di temukan.
Davin masuk ke dalam kamarnya,
dia berniat untuk mandi dan mengganti pakaian nya,,
Namun bayangan dimana Revan bersama Kanaya membuatnya perih.
dia pun mengusap wajahnya Kasar, dia harus menghilangkan perasaan itu terhadap Kanaya bagaimanapun Kanaya adalah Kekasih dari Sahabat nya sendiri.
Selama ini hubungan nya bersama Revan sangat baik dan dia tidak mau jika hubungan mereka akan renggang dan membuat mereka bermusuhan.
Tok,,
Tok,,
Tok,,
" Vin,, Lo di dalam kan ?"
Davin menatap pintu kamarnya,,
Dia pun berjalan untuk membukanya dan terlihat Bela berdiri di sana dengan sebuah Teh hangat.
" Ini Teh hangat buat Lo "
" Thanks "
" Ya Udah Lo bersih bersih dan istirahat, atau Lo mau sesuatu biar gue ambilin."
" Gak usah, Gue bisa sendiri."
Bela mengangguk,,
Davin menutup pintunya dan membiarkan Bela yang masih berdiri di depan Pintu.
Di letakan teh yang Bela bawakan, dan berjalan ke kamar mandi .
Dia akan mengganti pakaian yang sudah kembali kering.
______
Malam semakin larut,,
Karena kejadian ini kepulangan mereka di undur besok paginya.
Kanaya berada di kamarnya, Kakinya masih sedikit sakit.
" Nay, Lo makan dulu " Ucap Dita masuk dengan membawa Makanan
" Maaf ya Dit jadi Nyusahin Kamu "
" Ih Apaan sih, Engga lah Udah Lo makan dulu "
Kanaya mengangguk, namun dia masih memikirkan Davin.
Setelah tadi siang mereka belum kembali bertemu dan dia sendiri tidak tau Bagaimana keadaan nya apalagi Kemarin Davin kehujanan dan semua pakaian nya basah.
" De,, Kakak Boleh masuk "
" Masuk aja Ka "
Kriet,,
Pintu terbuka dan terlihat Revan masuk,,
" Em,, Gue keluar dulu deh ya " Ucap Dita membiarkan mereka.
" Gapapa di sini Aja " Ucap Revan dan Dita mengangguk namun dia menggeser duduknya.
" Gimana Kaki kamu, Masih sakit"
" Udah mendingan Kak "
Revan mengangguk namun dia melihat Kanaya yang belum makan,,
" Makan de, Kamu pasti kemarin tidak makan apapun kan."
Revan mengambil piring di tangan Kanaya dan mulai menyuapinya.
__ADS_1
Dita membulatkan matanya melihat bagaimana Revan memperlakukan Kanaya layaknya seorang Ratu.
dan sudah pasti siapa saja akan meleleh di buatnya.