
Davin mengantarkan Kanaya pulang karena memang sudah malam dan dia tidak mau membuat wanita yang baru saja menjadi kekasih nya itu sakit karena angin malam yang sangat dingin.
Kanaya menyandarkan kepalanya dalam mobil, sementara Davin fokus dengan stir nya.
sesekali dia meliriknya,,
" Kenapa ngantuk ?"
Kanaya menggeleng,,
" Aku masih penasaran kenapa Kakak bisa suka aku "
Pertanyaan yang sangat lucu untuk Davin, bahkan dia sendiri tidak tau kapan perasaan itu tumbuh dalam hatinya.
" Sayang, Aku sudah bilang saat pertama kamu datang ke kampus."
Kanaya terdiam,,
Dia takut jika Hal yang paling dia hindari kembali terulang.
" Ada Apa, ,"
Kanaya menatap Davin ,,
" Apa Kakak bakal ninggalin Aku "
Davin menepikan mobilnya, dia kaget dengan ucapan Kanaya kepadanya.
" Maksud Kamu sayang "
" Dulu di kampus lama, Banyak yang mendekati aku cuma karena aku anak Robi Atmaja dan mereka mendekati aku karena menginginkan sesuatu.
Kakak Pernah tanya bukan ,kenapa Aku tidak mau jujur siapa aku dulu itu lah alasannya."
Davin menatap Kanaya yang terus menceritakan semua hal yang sudah terjadi dengan dirinya dulu.
" Sayang hei "
Davin menggenggam kedua tangan Kanaya ,,
" Sampai kapan pun aku tidak akan pernah tinggalin kamu, Aku sayang dan Cinta Kamu Kanaya "
Kanaya menatap dalam Davin,,
sorot mata dengan tidak ada kebohongan di dalamnya bahkan dia bisa merasakan ketulusan Davin.
Kanaya langsung Berhambur memeluk Davin, menumpahkan kesedihan juga kebahagiaan nya.
" Mulai hari ini, Aku tidak akan membiarkan siapa pun kembali mencelakai kamu "
Kanaya mengangguk dan tersenyum,,
" sekarang kita pulang, Sudah Malam "
" Eum "
Davin kembali melajukan mobilnya,,
________
Mobil sampai di depan rumah,,
Davin berjalan keluar dan memutar untuk membuka pintu Kanaya.
Kanaya tersenyum dan keluar,,
" Istirahat ya,, Maaf jadi kemalaman."
Kanaya menggeleng,,
" Kakak Hati hati di jalan, langsung pulang ke rumah."
" Iya Sayang, Kamu masuk dan istirahat besok aku jemput ke kampus "
Kanaya mengangguk,,
" Bye Kak, "
Davin menatap Kanaya yang berjalan masuk ke dalam rumah nya,,
dia pun masuk ke dalam mobil dan melaju keluar.
Kanaya terus tersenyum,,
Rasanya hari ini begitu spesial baginya.
" Sayang, sudah pulang " Ucap Nia yang baru saja keluar kamar.
__ADS_1
" Mom,, "
Nia menghampiri Putrinya yang terlihat bahagia.
" Seperti nya Anak Mommy sedang bahagia, Kenapa nih " Goda Nia
" Ah Mommy,, "
Nia tersenyum,,
" Naya ke kamar dulu ya Mom "
Nia mengangguk dan menatap Kanaya yang berlari menuju kamarnya.
dia pun ikut merasakan bahagia ketika melihat Putri semata wayangnya bahagia.
Di dalam kamarnya,,
Kanaya merebahkan tubuhnya, dia tersenyum dan terus mengingat apa yang terjadi hari ini dimana Davin menyatakan perasaan kepada nya.
Ting,,
Terdengar suara pesan di ponselnya, dia pun beranjak bangun dan mengambil ponselnya di tas.
Pesan masuk dari Davin,,
Kak Davin
_Sayang,, Aku baru saja sampai di rumah..
Istirahat,, Good Night..
I love you _
Pesan singkat yang semakin membuat Kanaya senang, Hatinya berbunga bunga.
Dia pun membalas pesannya,,
Di tempat lain,,
Davin pun tersenyum membaca Kanaya yang membalas Pesan nya.
sama hal nya dengan Kanaya yang bahagia, dia pun sangat bahagia.
Di tatapnya jam yang sudah pukul 10 malam, dia meletakan ponselnya dan melepas sepatu serta jaketnya.
Keesokan Harinya,,
Davin sudah sampai di rumah Kanaya seperti janjinya jika dia akan menjemput kekasih nya itu.
" Hai Kak " Sapa Kanaya berjalan menghampiri.
Davin tersenyum menatap nya,,
Bahkan demi apa pagi ini Kanaya tampak sangat cantik dengan rambut yang dia ikut satu.
" Sudah siap, "
" Eum "
Davin mengusap wajah Kanaya dan berjalan menghampiri Nia yang berdiri di depan pintu menatap mereka.
" Pagi Tante " Sapa nya mencium punggung tangan Nia.
" Pagi Vin, "
" Kita berangkat dulu Tante "
" Hati hati ,, "
" Bye Mom "
Nia tersenyum dan menatap mereka, Nia tau jika diantara mereka sudah ada hubungan.
dan sebagai seorang Ibu, dia akan mendukung apa saja yang membuat putrinya bahagia termasuk memilih pasangan hidupnya.
Di dalam Mobil,,
Davin tersenyum menatap Kanaya yang menatap lurus.
" Oya, Aku hari ini ada tanding Basket setelah pulang kampus. Kamu temani aku ya "
Kanaya menatap Davin yang kini tidak lagi bicara Lo dan gue,,
Namun itu membuat Kanaya sangat senang.
" Sayang hei " Lanjut Davin saat Kanaya hanya diam tanpa menjawab.
__ADS_1
" Eum,, "
Davin tersenyum dan kembali melajukan mobilnya hingga mereka sampai di parkiran kampus.
Gilang yang memang sudah datang bersama teman temannya tampak menatap mobil Davin yang baru saja datang.
" Tuh dia datang " Ucap Gilang saat Davin keluar namun mereka mengernyit saat malah melihat Davin berjalan memutar dan bukan menghampiri mereka.
Tidak lama Kanaya turun membuat semua membulatkan matanya heran.
Davin mengajak Kanaya menghampiri team basketnya,,
" Loh Kanaya,, Kalian bareng " Ucap Gilang
Kanaya tersenyum,,
" Wait,, Tapi tumben banget emang Revan gak jemput Lo Nay " Lanjut Gilang yang semakin bingung.
" Kepo banget Lo "
" Em,, Kak aku duluan masuk ya " Ucap Kanaya menatap Davin yang tersenyum dan mengangguk.
" Bye "
Davin menatap Kanaya yang berjalan masuk,,
" Kita butuh penjelasan deh kayaknya Vin "
Davin menghela napasnya,,
" Nanti Kalau bakal tau dengan sendirinya." Ucap Davin berjalan masuk.
" Eh kok bisa,, Vin Lo,_
Gilang mengejar Davin beserta teman-temannya.
Kanaya berjalan menyusuri lorong Kampus, beberapa Mahasiswi tampak tersenyum dan menyapa dirinya.
Kanaya tersenyum membalas nya..
" Kanaya,, "
Dita yang baru sampai langsung berlari menghampiri Kanaya dengan napas ngos ngosan.
" Astaga Dit, Gak usah lari deh "
Dita tertawa,,
" Wait deh, gue Liat Lo berangkat bareng Kak Davin. tumben banget "
Kanaya tersenyum,,
" Eh tunggu,, Jangan bilang kalau kalian,-
* Ih Apa sih Dit, udah yuk masuk "
" Kanaya,, Jadi bener Lo jadian sama Kak Davin "
Semua yang berada di sana segera menatap ke arah mereka.
" Dita,, "
Dita menutup mulutnya dan tersenyum,,
Kanaya tersenyum kaku melihat mereka yang masih menatapnya,,
" Jadi bener Nay, kalian sudah jadian " Bisik Dita yang masih saja merasa penasaran.
Kanaya tersenyum dan mengangguk,,
" Benar benar Lo, Kampus pasti gempar kalau tau berita hot ini."
" Tapi ,, memang sih dari pertama Lo datang Kak Davin seperti langsung suka sama Lo dari tatapan dia, dari sikapnya .. beda banget kalo sama si Bela."
" Oya Dit, aku mau tanya dong soal Bela .
Apa mereka sudah lama dekat atau,-
" Kanaya Zivara,, Semua mahasiswi di kampus tau bagaimana Bela yang sok Sokan selalu menganggap dirinya pacar Kak Davin. Apalagi sikapnya yang selalu mendekatinya.
Semua juga gak suka sama Bela Nay, apalagi saat dia bersama Siska. dia cewek gatel yang sombong dan percaya diri banget.
padahal baik Kak Davin ataupun Kak Revan sama sekali tidak pernah menganggap mereka. "
Kanaya mengangguk dan mendengarkan semua cerita Dita soal Bela juga Siska.
dan untuk pertama kalinya, dia ingin tau bagaimana hubungan mereka.
__ADS_1