
Davin menghampiri mereka dan menatap Kanaya yang basah oleh tindakan Bela.
" Gue yang ngajak Kanaya datang, Dan jika Kanaya tidak memaksa gue datang gue gak akan datang .
Asal Lo tau Bela, Kanaya Pacar gue apapun yang Lo lakuin terhadap Kanaya Lo bakal berurusan dengan gue." Ucap Davin menatap Tajam Bela yang menggeleng.
Davin melepas jasnya dan memakaikannya di tubuh Kanaya yang sudah basah karena Bela.
" Ayo sayang, Kita pulang "
Davin mengandeng tangan Kanaya keluar .
" Davin tunggu,, Davin "
Davin tidak menghiraukan nya dan terus menggandeng Kanaya keluar hingga masuk ke dalam mobil.
Davin menatap Kanaya,
Dia merasa bersalah karena hal ini, karena dia meninggalkan Kanaya hingga bela berhasil membuat Kekasih nya seperti ini.
" Maafin aku " Ucap Davin membuat Kanaya menggeleng.
" Semua ini bukan salah Kakak"
Kanaya mengusap wajah Davin yang terlihat sangat bersalah.
Kanaya tersenyum,,
" semua pasti akan melakukan hal yang sama saat melihat orang yang di sukai nya bersama cewek lain termasuk Bela, Dan aku sama sekali tidak marah kok "
Davin menatap Bela dan langsung memeluk nya,,
dia sangat beruntung memiliki kekasih seperti Kanaya yang berhati lembut seperti bidadari.
" Sekarang kita pulang ya, Baju kamu basah dan aku tidak mau kamu sakit " Ucap Davin dan Kanaya mengangguk.
Setelah memasang Sealbeth di tubuh Kanaya, Davin Melajukan mobil nya keluar meninggalkan Rumah Bela.
_______
Bela terus menangis kesal karena Davin, bahkan setelah Pesta Ulang tahun nya selesai Bela terus berada di dalam kamarnya.
Prang..
Lagi lagi terdengar suara pecahan dari dalam kamar,,
" Bela sayang,, Buka pintunya Biarin Papi dan Mami masuk ya Nak "
" Bela,, Buka Pintunya sayang "
Prang..
" Pi, Gimana ini Mami takut Bela kenapa kenapa di dalam "
" Bela, Buka pintunya Sayang "
Ceklek,,
Pintu terbuka membuat Mereka langsung masuk,,
Kamar Bela terlihat begitu berantakan, banyak barang pecah di sana.
" Astaga Bela "
Bela menangis dan langsung memeluk Orang tuanya,,
Dia tidak bisa terima kenyataan jika Davin pacaran bersama Kanaya dan sikap Davin saat di Pesta tadi.
" Bela mau Davin Pi, Bela gak mau Davin bersama yang lain."
Nugraha mengusap bahu Putrinya,
Perasaan memang tidak di paksakan, Namun melihat Bela yang seperti ini pun dia tidak tega.
" Papi akan bicara dengan Orang tua Davin besok ya Sayang, tapi Kamu tenang dan jangan seperti ini Oke "
__ADS_1
Bela mengangguk dan mengusap air matanya,,
" Sekarang biarkan Bibi membereskan semua Dulu, Kita keluar dulu ya "
Mereka membawa Bela keluar dan meminta Pelayan untuk membersihkan kamar Bela yang banyak pecahan Kaca.
*******
Kanaya baru saja selesai membersihkan tubuhnya, Tumpahan minuman membuat rambut juga tubuhnya lengket membuatnya harus membersihkannya segera.
" Sayang,, Daddy masuk ya Nak "
" Iya Daddy "
Robi membuka pintu kamar putrinya dan berjalan masuk menghampiri Kanaya yang duduk di depan meja riasnya.
" Apa tidak kangen dengan Daddy Hem "
Kanaya tersenyum dan langsung memeluk Laki laki paruh baya yang menjadi Cinta pertamanya Dari dulu.
Beberapa hari ini, Robi memang berada di luar Kota karena pekerjaan nya.
dia harus mengunjungi Perusahaan cabang milikinya di Makasar.
" Kangen dong Dad, Naya kangen banget malah "
Robi tersenyum dan memeluk putri kesayangannya, Mengecupnya dalam.
" Oya ada yang mau Daddy tanya sama kamu "
Kanaya melepas pelukannya dan menatap Robi antusias.
" Mommy bilang jika Putri Daddy ini sedang dekat dengan cowok, Bahkan bukan hanya Mommy tapi Revan juga cerita sama Daddy. Apa benar seperti itu.?"
Kanaya tersenyum malu,,
" Jadi,, Siapa laki laki beruntung itu ?" Goda Robi membuat Kanaya semakin malu.
" Daddy apa sih,, "
" Tapi Daddy senang mendengar nya, Dan Daddy tidak akan melarang kamu dekat dengan siapapun termasuk Davin, Daddy tau Siapa Davin dan bagaimana dia.
Revan sudah menceritakan semuanya tentang Davin, apalagi Davin sudah sering membantu Dan pernah menyelamatkan kamu Sayang."
Kanaya tersenyum,,
" Sudah malam,, Sekarang Istirahat ya Daddy keluar dulu."
* Daddy juga istirahat."
Cup,,
Robi mengecup pucuk rambut Kanaya,,
" I love you Sayang "
" I love you too Daddy "
Robi tersenyum dan berjalan keluar, membiarkan putrinya untuk istirahat.
Kanaya menarik selimut nya dan akan berbaring , namun ponselnya berdering.
Tangannya mengambil benda pipih yang berada di atas Nakas samping tempat tidurnya.
Davin lah yang menghubunginya membuat Kanaya tersenyum dan segera menggeser tombol hijau untuk mengangkat nya .
Terlihat wajah tampan kekasihnya di layar ponsel miliknya.
" Hai Sayang,, Kenapa belum tidur ?" Ucap Davin tersenyum.
Kanaya menggeleng,,
" Baru mau tidur Kak, Daddy hari ini pulang jadi ngobrol deh tadi."
Davin mengangguk,,
__ADS_1
" Terus Kaka kenapa belum tidur "
" Belum ngantuk dan juga masih kangen dengan seseorang di sana. "
Kanaya menautkan kedua alisnya,,
" Siapa ?" Ucap Kanaya yang mengira jika Davin merindukan seseorang di luar.
Davin tersenyum menatap wajah kekasihnya yang terlihat kesal namun malah sangat menggemaskan.
" Dia itu wanita spesial, Wanita yang sudah membuat aku buta karena terlalu menyayangi dan mencintai nya. "
" Oh,, "
" Memangnya kamu tidak mau tau siapa Dia ?*
" Engga deh,, "
Davin semakin terkekeh melihat ekspresi wajah Kanaya saat ini.
" Wanita itu bernama Kanaya Zavira "
Deg..
Kanaya langsung menatap Davin yang masih setia menatapnya,,
" Kak Davin ,,,"
Davin terkekeh ,,
Andai saat itu mereka sedang bersama sudah pasti Davin akan langsung memeluk Kanaya,,
" Memangnya kamu pikir siapa Sayang "?
Kanaya mangangkat bahunya,,
" Lagian Sejak Kapan Kakak bisa gombal seperti ini sih, Kak Revan bilang Kalau Kakak itu cuek tapi sepertinya enggak deh."
" Memangnya Revan bicara apa Sayang"
" Banyak soal Kakak, termasuk Kakak yang juga sering menggoda cewek lain."
Davin menautkan kedua alisnya membuat Kanaya tertawa.
" Sayang "
" Engga engga,, Aku becanda Kak "
Davin menggeleng dan terus menatap Kanaya yang tertawa lepas.
Pertama kalinya dia melihat Kanaya tertawa seperti ini namun tetap saja Kanaya masih terlihat sangat cantik.
Mereka terus saling mengobrol di sana,
Namun Kali ini Kanaya tampak tertidur. dengan ponsel yang masih berada di tangannya.
Davin tersenyum melihat Kanaya yang terlelap dengan masih melakukan Vidio Call dengannya.
Dalam keadaan tidur pun kamu masih terlihat sangat cantik Sayang.
Aku sangat beruntung bisa mendapatkan kamu. perempuan yang bukan hanya cantik dari wajahnya saja tapi hati kamu pun begitu cantik dan baik. Gumam Davin menatap Kanaya yang tertidur.
" Good Night Sayang, mimpi indah "
Davin menutup telponnya dan membiarkan Kekasihnya itu tidur.
Dia pun masih berada di balkon kamarnya menatap langit yang begitu indah dengan Bintang juga bulan yang menerangi Bumi.
Rasanya belum mengantuk membuatnya tetap berada di sana.
Derrt,,
Derrt,,
Ponselnya bergetar, Membuat nya Langsung menatap siapa yang menghubungi malam malam seperti ini.
__ADS_1