You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab 31


__ADS_3

" Siska,, Apa maksud Lo bicara tadi, Kita ngelakuin bareng loh dan semua itu bukan rencana gue " Ucap Bela menarik tangan Siska.


Siska menghempaskan tangan Bela dan mengusapnya,,


" Bela,, Bela,, Lagian Lo sendiri yang Bodoh , tapi sekarang Gue tau Revan dan Kanaya hanya saudara. Dan gue sih gak peduli Davin dekat dengan Kanaya " Ucap Siska meningkatkan Bela yang tampak mengepalkan tangannya.


Sementara beberapa mahasiswa/wi yang berada di sana tampak saling berbisik dan menatap Bela yang masih berdiri.


______


Kanaya sudah bersama kedua orangtuanya dalam satu mobil,,


" Dad,, Apa tidak keterlaluan buat Siska juga Bela di keluarin dari Kampus apalagi tidak bisa kuliah di mana pun "


Robi menghela napas nya..


" Ini sudah keputusan Daddy Sayang, Dan seharusnya mereka mendapatkan lebih dari itu."


" Tapi Dad,-


" Yang Daddy bilang benar Nay, Seharusnya mereka bahkan mendapat lebih dari itu atau membuat Mereka merasakan seperti yang kamu rasakan saat itu " Potong Nia mengusap rambut Panjang Kanaya.


Kanaya terdiam,,


keputusan orang tuanya memang tidak bisa di ubah, dan dia hanya bisa menurut padahal dia sendiri merasa kasihan dengan Siska ataupun Bela.


Revan merasa lega karena sudah menemukan pelakunya, untuk kedepannya dia harus lebih hati hati karena Dia tau sudah pasti Siska atau Bela akan membalas mereka.


Davin sendiri sampai di rumah nya,,


Dia senang karena kini Sudah tidak ada lagi yang bisa mencelakai Kanaya.


Tok,,


Tok,,


Tok,,


" Mas Davin,, Di luar ada yang nyari "


Davin menautkan Alisnya, dan berjalan membuka pintu kamar nya.


" Siapa Bi " Ucap Davin


" Mba Bela Mas "


Davin menghela napas nya ,untuk apa lagi Bela datang ke rumah.


" Suruh tunggu sebentar BI "


" Baik Mas "


Davin menutup pintu kamar nya dan berjalan turun,,


Bela yang melihat Davin turun pun segera beranjak dan menghampirinya.


" Vin,, Maafin gue semua ini bukan salah gue " Ucap Bela memegang tangan Davin.


" Gue gak nyangka Lo bisa lakuin semua itu Bel " Ucap Davin dengan melepaskan tangan Bela.


" Tapi Vin, Dan semua yang Siska katakan itu salah bukan gue yang merencanakan semua itu."


" Kalau bukan Lo siapa, Siska ? Kalian sama saja dan gue bingung sebenarnya kenapa Kalian sangat membenci Kanaya "


Bela menggeleng,,


" Kedatangan Kanaya membuat semua cowok di Kampus semua mengaminya termasuk Lo Vin, Lo tau gue suka sama Lo apalagi keluarga kita sudah menjodohkan kita ."


" keluarga kita, bukan Lo sendiri yang meminta nya "


" Vin, plis gue juga melakukan semua itu karena ada alasan nya, gue bisa jelasin."


Davin menatap Bela,,


" Gue capek,, mending Lo pulang "

__ADS_1


" Engga,, gue gak mau Vin gue mau Lo maafin gue "


" Terserah "


Davin berjalan masuk ke dalam, sedangkan Bela masih menatap nya dengan air mata yang terus menetes di wajahnya.


Di dalam kamarnya,,


Davin merebahkan tubuhnya dan memijat pelipisnya, dia tidak menyangka Bela bisa melakukan semua itu.


Ting,,


Matanya menatap benda pipih yang tergeletak di atas meja.


Dia pun beranjak bangun dan menyambarnya,,


Rasa capek, rasa marah juga semua yang dia rasakan hilang seketika saat melihat pesan masuk di ponselnya.


Ya Kanaya mengirimkan Pesan kepadanya untuk mengucapkan terima kasih karena sudah menolong nya dan membantu nya dalam masalah ini.


Davin segera membalas nya,,


Dia mengabaikan Bela yang entah masih atau tidak di bawah menunggu nya.


*********


Hari sudah malam,,


Bela terus berada di dalam kamarnya, dia tidak keluar sama sekali setelah sampai di rumah membuat orang tuanya merasa khawatir.


Beberapa kali mereka memanggil Bela namun Bela tidak menjawab nya dan tidak keluar kamar.


" Bela,, Sayang buka pintunya Nak Kamu kenapa ?"


" Sayang,, Ini Papi Nak, Buka pintunya"


Lagi dan Lagi tidak ada jawaban dan hanya terdengar suara tangisan juga benda jatuh.


" Astaga Sayang,, Kamu kenapa Nak


" Biar Papi dobrak Mi, Mami Minggir dulu ya "


Brak


Brak


Brak


Setelah tiga Kali akhirnya pintu terbuka,,


" Astaga Sayang "


Mereka segera menghampiri Bela yang duduk di lantai dengan masih menangis apalagi banyak barang yang tergeletak di lantai.


" Kamu kenapa Nak "


" Mami "


Bela segera memeluk orang tuanya,,


Dia menumpahkan semua kesedihan nya Kepada orang tuanya.


" Tenang dulu Oke cerita sama Papi dan Mami Nak"


Bela melepaskan pelukannya dan menatap mereka,,


" Davin Mi,, Davin marah karena kejadian di Kampus "


Kedua orang Bela saling tatap,,


Nugraha sudah tau apa yang terjadi dengan Putrinya.


namun dia tidak bisa marah dengannya walau Bela sudah melakukan hal fatal.


" Ssstt,, Cerita sama Mami kenapa Davin bisa marah sayang."

__ADS_1


Bela menatap mereka dan mulai menceritakan semuanya,,


" Sekarang Kamu tenang ya Nak, Papi pasti akan bicara dengan Davin atau orang tuanya. Bukannya kamu ingin Pertunangan Kalian segera di lakukan."


Bela mengusap air Matanya dan mengangguk,,


" Papi Janji, Papi akan membicarakan semua ini dengan Orang tua Davin "


" Papi serius "


" Ya Sayang,, Karena Papi sayang Kamu "


" Bela juga sayang Papi "


Bela memeluk Nugraha,,


dan membuang rasa sedihnya, kini dia berubah menjadi senang.


" Sekarang Makan ya, Dari siang Kamu belum makan "


" Iya Mi "


Mereka mengajak Bela keluar,,


dan meminta Pelayan di rumah nya untuk membereskan kamar Bela yang seperti kapal pecah.


______


Kanaya berada di ruang tengah sambil menonton acara televisi.


Nia tersenyum dan menghampiri nya.


" Sayang, Nonton apa ?" Ucap Nia duduk di samping Kanaya.


" Film terbaru Mom,, "


Nia mengangguk dan ikut menonton di sana,,


" Tumben banget pada di bawah biasa di kamar masing masing * Ucap Revan yang langsung duduk di depan mereka.


" Sok tau banget ,, Kita biasa Nonton film ya kan Mom "


" Seharusnya istirahat De, kamu baru sembuh juga"


" Aku sudah sembuh Ka, lagian di kamar terus juga bosan "


Revan mengacak rambut Kanaya.


Nia menggeleng dengan tingkah mereka,


walau bukan Adik Kakak kandung, namun rasa sayang keduanya besar.


Dan Revan yang selalu menjaga dan menyayangi Kanaya seperti adik kandung nya sendiri.


" Loh Van, kamu di sini rupanya " Ucap Robi yang baru saja datang bergabung.


" iya Om, baru saja datang "


Robi mengangguk dan duduk di sana.


" Oya De, bukannya sebentar lagi ulang tahun kamu ya " Ucap Revan menatap Kanaya.


" Astaga benar Sayang, jadi pesta apa yang kamu inginkan nanti."


" Engga Lah Mom, Nay gak mau pesta besar Nay juga sudah besar "


Revan terkekeh,,


Baginya Kanaya masih kecil sama hal nya dengan Robi yang mengangap Kanaya putri kecilnya.


" Kamu memang masih Kecil De " Ucap Revan kembali mengacak gemas rambut Kanaya yang malah cemberut.


Nia dan Robi tersenyum melihatnya,,


Sementara Kanaya tampak kesal dan terus cemberut dengan sikap Revan kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2