You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab 65


__ADS_3

Davin menatap jam dan sudah waktunya Kanaya pulang kuliah, dia sudah janji untuk menjemput nya.


" Jadi, Kita kemana lagi " Ucap Lidia menatap Davin.


" Semua sudah cukup dan kita bisa kembali " Ucap Davin langsung menuju mobilnya.


Lidia menautkan kedua alisnya,


Bahkan mereka baru saja datang sekitar 2jam dan itu pun Davin Terus bicara bersama orang orang di sana tapi kini mereka malah harus Pulang.


" Davin tunggu" Ucap Lidia mengejarnya.


Davin masuk ke dalam mobil di ikuti Lidia yang duduk di samping nya.


Davin menoleh,,


Dia pun menggeleng dan kembali keluar dan duduk di kursi samping kemudi membuat Lidia menghela napasnya.


Mobil melaju dengan Davin yang tampak memainkan Ponselnya.


Benar benar bikin penasaran, tapi gue suka dengan sikap cuek Lo Davin.


Dan gue yakin bisa dapetin Lo, sampai Lo bucin sama gue nanti.


Lo lihat saja .. Batin Lidia tersenyum.


______


Sementara Kanaya tersenyum saat membaca pesan jika Davin akan menjemput nya.


Sesibuk apapun Davin, Pasti dia akan selalu menyempatkan waktu untuknya.


Dia pun duduk dan menunggu kekasihnya yang sudah berada di jalan.


Sekitar 15menit akhirnya Davin datang dan langsung menghampiri Kanaya yang tampak sedang bermain ponselnya.


" Maaf lama " Ucapnya mengusap pucuk rambut Kanaya.


Kanaya menoleh dan tersenyum,,


Dia menyimpan Ponselnya dan beranjak bangun,,


" Gapapa Kok, lagian aku juga main game tadi "


Davin tersenyum dan mengandeng tangan Kanaya masuk ke dalam mobil.


" Memang Kakak sudah selesai, bukannya hari ini harus ke suatu tempat."

__ADS_1


Davin menoleh dan menggeleng,,


" Semua sudah selesai, makanya aku jemput kamu "


Kanaya tersenyum,,


Rasanya dia begitu spesial jika sudah bersama Davin yang akan selalu meratukan Dirinya.


" Jadi mau kemana sekarang"


" Em,, Sebenarnya aku mau cari buku sih Kak,,


Kakak mau anterin aku "


" Iya sayang "


Kanaya tersenyum dan kembali menatap jalanan,


Cuaca yang begitu panas tapi untung tidak macet hingga mereka sampai di sebuah toko Buku.


Davin turun bersama Kanaya yang mengandeng tangannya masuk ke dalam.


Kanaya langsung mencari buku yang dia cari, Sementara Davin dengan setia menemani nya.


" Ini dia bukunya ketemu "


" Jadi bukan buku kuliah " Ucapnya membuat Kanaya mendongak dan cengengesan.


" Aku baca di salah satu Aplikasi dan ternyata ceritanya sudah terbit " Ucap Kanaya tersenyum menampilkan gigi putih nya.


Davin tersenyum dan mengusap pucuk rambut kekasih nya itu yang sangat menggemaskan.


" Kita bayar dulu "


" Em "


Setelah membayar nya,,


Mereka kembali keluar, Namun ternyata di luar hujan padahal baru saja panas.


" Loh kok hujan sih "


" Kenapa "


" Kita gak bawa payung, gimana ke mobil nya "


Davin melepaskan genggaman tangan nya, dia melepas jas membuat Kanaya bingung.

__ADS_1


" Yuk " Ucap Davin saat sudah menuruti kepala Kanaya dengan Jasnya.


Kanaya tersenyum dan mereka sedikit berlari menuju Mobil.


Kanaya menatap wajah Davin yang sedikit basah, dia pun mengambil tisu dan mengusapnya.


Davin menatap Kanaya, tatapannya tertuju dengan wajah cantik kekasihnya itu.


Hidung mancung, bibir mungil membuat Kanaya tampak sangat cantik.


" Maaf ya, Kakak jadi basah gara-gara anterin aku beli buku "


" Ngaco " Ucap Davin menarik hidung mancung Kanaya.


" Yang penting kamu tidak kehujanan Sayang " Lanjut nya.


Cup,,


Kanaya mengecup singkat bibir Davin dan tersenyum,,


" Maksud nya dengan cium " Ucap Davin menaikkan satu alisnya.


" Ucapan,-


" Eum,,


Davin menarik Kanaya dan kembali mencium nya, Kanaya memejamkan matanya dan membalasnya,,


Davin melepaskan ciuman nya dan mengusap bibir Kanaya,,


" Kita pulang sekarang" Ucapan nya dan Kanaya mengangguk.


Mobil melaju meninggalkan parkiran Toko Buku dengan masih terlihat hujan.


******


Lidia masih terus membayangkan bagaimana senyuman Davin saat di Proyek.


Bahkan senyuman yang sangat tulus dan sama sekali tidak pernah dia lihat dari pertama bertemu dengannya.


Selama mereka bersama bahkan Davin selalu membahas soal pekerjaan dan sama sekali tidak membicarakan lain walaupun sebenarnya umur mereka yang tidak terpaut jauh seharusnya mereka bisa lebih dekat dan santai tapi tidak dengan Davin.


Astaga gue benar akan gila kalau terus seperti ini.


Davin sudah menghipnotis gue.. Ucap Lidia mengusap wajahnya.


Lidia tidak pernah menyukai laki laki seperti saat ini, selama dia berada di luar Negeri bahakan begitu banyak laki laki yang ingin mendekatinya namun dia sama sekali tidak tertarik berbeda dengan Davin yang langsung membuat nya terpikat.

__ADS_1


__ADS_2