You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab 26


__ADS_3

Pagi ini di gegerkan dengan kedatangan Robi Atmaja pemilik sekaligus Pengusaha Terkaya di Jakarta.


Kedatangan nya bukan tanpa sebab, semua tau jika Robi sudah datang ke Kampus pasti telah terjadi hal yang serius bahkan kabar tentang Kanaya yang masuk Rumah Sakit karena sebuah Bully oleh salah satu Mahasiswi di sana pun sudah tersebar luas di grup Kampus.


Revan datang bersama Robi ke Kampus pagi ini dan mereka segera menuju Ruang Rektor dimana Pak Jaya juga beberapa Dosen lainnya sudah berkumpul di sana.


" Eh,, Sis tunggu deh itu Revan jalan sama siapa sih" Ucap Bela


" Wait,, itu Robi Atmaja kan.. Mereka ke Kampus mau apa ?"


Bela menggeleng namun terdengar beberapa mahasiswa/ wi yang saling membicarakan soal Kanaya yang telah di Bully namun hingga saat ini siapa yang melakukan nya belum di ketahui.


" Oh My Got " Ucap Bela saat membaca Grup kampus yang sudah sangat ramai.


" Kanaya Sis,, Dia ,-


Siska segera Merebut Hp Bela dan membulatkan matanya.


" Gimana ini, pasti Mereka datang karena masalah ini."


Siska dan Bela tampak ketakutan, apalagi jika semua tau mereka lah yang sudah melakukan Bully itu terhadap Kanaya.


" Sialan,, Harus nya Kanaya Mati saja jadi semua tidak akan tau " Bisik Siska .


Sementara di ruang Rektor semua tampak tegang, kedatangan Pemilik Kampus dan Juga Ayah Dari Kanaya mahasiswi yang kena Bully sudah pasti akan memberikan peringatan untuk mereka juga Kampus.


Ceklek..


Pintu terbuka ,,


" Silahkan Om " Ucap Revan dan Robi berjalan masuk.


Semua Dosen termasuk Jaya langsung beranjak bangun dan mempersilahkan Robi duduk.


" Sebelum nya Selamat datang Tuan Robi, Sudah lama sekali Anda tidak datang ke Kampus " Ucap Jaya .


" Langsung saja ,, Saya tidak menyangka dengan Kejadian yang sudah Putri Saya alami dan ini bukan Kali Pertama Putri saya mendapat Hal semacam Bully. Tapi Saya tidak terima dengan Kejadian Kali ini.


Apa kalian tau, Putri saya hampir kehilangan nyawa jika tidak bertemu dengan Salah satu Mahasiswa yang menolong nya.


Dimana Kalian, Bagaimana pengawasan Kalian, bukannya saya sudah bilang Jaya Putri Saya. "


Robi terlihat jelas begitu emosi,,


Revan hanya diam, dia tau jika Robi sudah emosi siapa pun tidak akan berani menatapnya atau bahkan menjawab ucapan nya.


" Saya minta, urus semua ini dan segera cari siapa yang sudah membully Putri Saya. "


Robi kembali beranjak dan keluar meninggalkan mereka yang hanya diam menunduk.


Davin bersama Teman temannya berada di kelas, Siska dan Bela masuk dengan tampak terlihat ketakutan.


" Gimana ini Sis , gue takut " Bisik Bela


" Sst,, Lo tenang Bel "


Davin menatap mereka,,


" Ha- hai Vin " Sapa Bela namun Davin memalingkan wajahnya.


" Oya Vin, Apa Lo sudah tau gimana Kabar Kanaya sekarang. gue gak nyangka ada yang berani sampai membuat Kanaya masuk Rumah sakit


Coba kalo Lo telat , Gue gak tau gimana nasib Kanaya ." Ucap Gilang.


Jadi,,

__ADS_1


Yang menolong Kanaya adalah Davin,, .Tapi bukannya kemarin Davin sudah pulang.


Bela dan Siska saling tatap, namun mereka tidak berani mengatakan sesuatu.


Mereka hanya diam.


Tidak lama Revan masuk,,


Robi sudah kembali ke Rumah sakit setelah berbicara dengan Semua Dosen Kampus.


" Lo Van, gue kira Lo gak masuk.. gimana keadaan Kanaya " ucap Gilang.


Revan melirik Siska dan Bela yang tampak menunduk,.


" Syukurnya Kanaya baik baik saja walau keadaan nya masih lemah karena kehujanan lama,,


Vin, sekali lagi thanks banget ya Lo udah Nolongin Kanaya gue gak tau gimana Kalo Lo gak datang ."


" Sama sama, Tapi Lo serius Kanaya baik baik saja "


Revan mengangguk,,


*********


Di Rumah Sakit,,


Kanaya masih terlihat sangat lemas, namun kepalanya sudah tidak pusing seperti kemarin.


Nia terus menemani Putrinya di sana tanpa meninggalkan nya.


" Sayang, hati hati minumnya " Ucap Nia dan Kanaya mengangguk saat meminum obat.


" Daddy dimana Mom "


" Daddy sedang ke Kampus Sayang "


" Ke kampus, Memangnya mau Apa Daddy ke kampus "


" Urus masalah Kamu Sayang "


" Tapi Mom,-


" Ssst.. kamu jangan banyak gerak juga jangan banyak berpikir macam macam ya, Ingat kata Dokter kalo kamu harus banyak istirahat."


Kanaya mengangguk dan kembali membaringkan tubuhnya.


Ceklek,,


Pintu terbuka dan terlihat Robi berjalan masuk,,


" Daddy " Ucap Kanaya membuat Robi segera menghampiri.


" Kenapa Sayang, Apa sudah minum Obat Anak Daddy "


" Daddy ke kampus untuk apa Dad,-


Robi menggenggam tangan Kanaya,,


" Bully kali ini sudah sangat keterlaluan Sayang, Daddy mau Kamu segera di Publik."


" No Dad,, Kanaya belum siap."


" Bener Kata Daddy Nay, Mommy juga gak mau kamu terus seperti ini. "


" Daddy sudah meminta Pihak Kampus untuk mencari siapa yang membully kamu, Atau Kamu tau siapa mereka."

__ADS_1


Kanaya terdiam,,


Dia sangat tau siapa, tapi Dia tidak mau jika Siska ataupun Bela semakin membenci nya.


Kanaya hanya menggeleng.


" Jadi,, Kamu mau kan status kamu di Publish sayang. " Ucap Nia dan Kanaya mengangguk.


" Daddy senang Kamu mau di publish, Jadi Siapa pun tidak akan berani kembali mencelakai kamu. "


Kanaya terdiam dan terlihat Robi yang mengeluarkan Ponsel nya dan berjalan sedikit menjauh.


" Halo, Saya Minta Sekarang Publish siapa Putri Saya.".


Robi kembali menyimpan Ponselnya,,


" Sekarang Kamu istirahat dulu, Daddy juga Mommy akan di sini jaga Kamu "


Kanaya mengangguk dan memejamkan matanya,,


_______


Revan tersenyum saat menerima pesan jika Kanaya akan segera di Publish di Kampus, dia pun sangat setuju dengan hal itu.


Akhirnya De,,


kamu bersedia mempublik siapa kamu.


Dan Kakak janji akan terus menjaga Kamu, kejadian seperti kemarin tidak akan kembali lagi.


Semua sudah dengan buku di hadapan nya, Dosen pertama mereka pun terlihat sudah masuk ke dalam kelas .


Mereka tampak serius dengan penjelasan dari Dosen di sana,,


Namun tidak dengan Bela dan Siska yang tampak ketakutan.


wajah mereka terlihat tidak fokus dengan apa yang sedang mereka pelajari hingga jam kelas berakhir.


Ting,,


Revan kembali mengambil ponselnya dan kembali pesan dari Robi untuk mengirimkan Foto Keluarga mereka ke dalam Grup Kampus sekarang.


Revan tersenyum dan segera mengirimkan nya, bahkan semua Dosen pun terlihat memposting Foto Keluarga Robi Atmaja.


" Eh,, Ini bukanya Kanaya "


" Iya bener,, Itu Kanaya "


" Jadi, Kanaya adalah Putri tunggal dari Tuan Robi"


" Astaga,, Iya bener Kanaya anak Robi Atmaja "


Tidak lama Grup kembali Rama saat Revan memposting fotonya bersama Kanaya dengan Caption " With my Syster" .


Bahkan postingan Revan kembali banjir komentar dari semua mahasiswa/wi.


Seperti yang mereka tau jika Revan dan Kanaya adalah sepasang kekasih namun kenyataannya mereka adalah Saudara.


Siska dan Bela tampak bingung dengan semua Mahasiswa/wi yang menatap Ponselnya dan saling berbisik.


" Mereka kenapa sih, memangnya ada berita apa si grup Kampus." Ucap Siska.


Bela yang penasaran pun segera mengambil Ponselnya dan Matanya membulat saya melihat semua berita di sana.


" Ini tidak Mungkin " Ucap Bela membuat Siska menoleh..

__ADS_1


__ADS_2