You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab 71


__ADS_3

Dengan wajah malasnya Kanaya sampai di ruang tamu namun dia masih belum sadar siapa tamu yang datang ke rumah bahkan Nia yang masih bersama Kanaya pun hanya menggeleng.


" Ka- Kak Davin, Tante, Om " Kaget Kanaya saat matanya menatap laki-laki yang sudah membuat nya sedih.


Davin tersenyum dan beranjak bangun.


Kanaya yang sudah sangat rindu pun langsung berhambur memeluknya erat.


" Kakak kemana aja sih, aku takut terjadi sesuatu .. Hiks.. Hiks.. "


Semua tersenyum dengan tingkah Kanaya,,


" Maaf Sayang " Ucap Davin melepaskan tangannya dan mengusap air mata di wajah Kanaya.


" Kanaya,, Sini Sayang " Ucap Nia menepuk sofa samping nya Agar Kanaya duduk di sana.


Davin kembali duduk begitu pun dengan Kanaya yang menghampiri kedua orangtuanya.


Kanaya bingung kenapa Davin malah datang bersama kedua orang tuanya dan untuk apa.


" Jadi kedatangan Davin dengan Orang Tuannya kemari ingin melamar kamu Sayang " Ucap Robi.


Deg..


Kanaya terdiam, dia tidak menyangka dengan semua ini seharian Davin tidak ada kabar dan kini malah datang bersama orangtuanya.


" Ma-maksud Daddy "


FLASHBACK..!!


Setelah selesai makan malam, Nia berniat untuk menghampiri putri nya di Kamar namun terdengar suara mobil masuk dan tidak lama terdengar suara Bel rumah.


Nia berjalan keluar,,


Davin berdiri dengan kedua orang tuanya di depan pintu.


" Selamat Malam Tante " Sapa Davin mengecup punggung tangan Nia.


" Davin ini ,-


" Ini Papa dan Mama Aku Tante, Apa Kanaya ada "


" Mari silahkan masuk "

__ADS_1


Mereka masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu, tidak lama Robi datang setelah Nia memanggil nya.


" Selama Malam Pak Robi " Sapa Nugraha tersenyum.


Sebagai sama-sama seorang Pembisnis sudah pasti kedua sudah sangat tau siapa masing masing walau hanya mendengar Namanya.


" Malam, silahkan duduk."Ucap Robi ramah dan mereka duduk di sana.


Davin tampak diam dan gelisah, sebenarnya semua terburu-buru, namun di sudah yakin untuk melamar kekasih nya.


" Sebelahnya kami minta maaf karena datang malam dan mengganggu waktu kalian,,


Dan kedatangan kami untuk mengantarkan putra Kamu Davin Untuk melamar putri Kalian Kanaya."


Nia juga Robi saling pandang, mereka tersenyum.


" Sebaiknya kita bisa tanyakan langsung kepada Kanaya dulu." Ucap Robi


" Maaf Saya panggil Kanaya sebentar."


Nia beranjak bangun , dia akan memanggil Kanaya sekarang.


FLASHBACK ON.!


Kanaya menatap Davin yang tampak tersenyum,,


Dia pun mengangguk dan menunduk karena malu membuat Davin bernapas lega karena lamaran nya di terima.


" Dave, mana cincinnya " bisik Hana


" Iya Ma "


Davin beranjak bangun, dengan membawa kotak cantik dan di dalamnya terlihat sepasang cincin cantik.



Kanaya menatap kedua orangtuanya, rasanya nano-nao saat ini antara sedih, kesal juga bahagia bercampur jadi satu.


Davin tersenyum dan memasangkan cincin pada jari manis Kanaya, begitu pun sebaliknya.


" Duh,, selama ya.. Tante bahagia banget Sayang " Ucap Hana menghampiri Kanaya dan memeluk nya.


" Makasih Tante "

__ADS_1


Kanaya tersenyum dan menatap cincin yang terpasang di jari manisnya.


Dia tidak menyangka jika ternyata Davin akan melamar nya.


Mereka masih berkumpul di ruang tamu, namun Kanaya bersama Davin berada di Taman.


Kanaya menyandarkan kepalanya pada bahu Davin dengan menatap terus cincinnya.


" Maaf ya kalau lamaran nya hanya seperti ini, Dadakan soalnya" Ucap Davin membuat Kanaya mendongak.


Matanya memicing,,


" Wait, jadi Seharian ini Kakak sengaja diemin aku, gak bales chat aku karena mau buat kejutan ini."


Davin tersenyum dan mengangguk.


" Kak Davin,, " Kesal Kanaya namun Davin menarik Kanaya untuk menatap nya.


" Jika kamu mau lamaran yang mewah, aku akan mengabulkan nya Sayang."


Kanaya menggeleng,,


Bagaimana pun Lamaran nya itu tidak penting, baginya kebersamaan mereka lah yang paling penting.


" Tapi aku malu sebenarnya Kak "


" Malu kenapa Hem "


Kanaya menghela napas nya,,


" Kakak gak liat gimana muka bantal aku, rambut aku acak-acakan, juga pakai piyama. "


Davin terkekeh.


Apapun dan bagaimanapun Kanaya bagi Davin tetap saja kekasihnya itu sangat Cantik.


" Tapi kamu tetap cantiks Sayang, bagaimana pun aku tidak peduli."


Kanaya tersenyum menatap Davin.


Baginya Tuhan sudah begitu menyayangi dirinya, karena di lahirkan dalam keluarga yang hebat dan menyayangi nya, di kelilingi sahabat - sahabatn yang baik dan di pertemukan dengan laki-laki yang begitu mencintai nya.


Kanaya kembali merebahkan kepala pada bahu Davin dan menatap langit malam yang begitu indah dengan bulan dan bintang yang saling berdekatan dengan memancarkan cahaya yang sangat indah.

__ADS_1


Davin Sesekali mengecup singkat pucuk Rambut Kanaya dan membiarkan kekasih nya itu bersandar di bahunya.


__ADS_2