You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab 61


__ADS_3

Pagi ini Sesuai permintaan Nugraha jika Davin akan ikut dengannya bertemu dengan Klien baru mereka.


Mereka sudah berada di sebuah Hotel tempat dimana mereka akan bertemu.


Davin yang memang selalu bersikap diam hanya menatap berkas yang di bawanya.


" Maaf membuat Anda menunggu"


Nugraha Mendongak dan beranjak bangun, Davin sendiri mengikuti nya dan menatap Lidia yang berdiri dengan asistennya.


" Kami baru saja datang, Ini Putra Saya Davin dan mungkin nantinya Dia yang akan bekerja sama dengan Anda " Ucap Nugraha


Davin menjulurkan tangannya,, bahkan dia sendiri sama sekali tidak mengingat jika mereka pernah bertemu sebelumnya.


" Kita pernah bertemu sebelumnya" Ucap Lidia tersenyum menatap Davin yang bahkan hanya menautkan kedua alisnya.


Sementara Nugraha menatap Davin,,


" Maaf Saya tidak inget " Ucapnya cuek dan kembali duduk.


Lidia mengangguk,,


" Silahkan " Ucap Nugraha mempersilahkan Lidia duduk.


Mereka mulai membicarakan rencana kerjasama, Lidia pun menyerahkan Proposal yang dia buat.


" Dave, kamu Liat dulu dan pelajari proposal nya."


" Iya Pa "


Davin membukanya,,


Bahkan Lidia semakin di buat kagum dengan Davin yang terlihat begitu tampan.


Tidak pernah ada dia bertemu dengan Laki laki seperti Davin yang langsung menarik perhatian nya.


Jadi Dia adalah putra Nugraha,,


Pantas saja tidak banyak yang tau identitas Davin.


Dia begitu tampan dan menarik sudah pasti jika banyak yang tau dan mengenalnya akan banyak wanita yang mengejar nya.


Ya Tuhan,,


Apa dia memang jodoh yang kau kirimkan untuk ku.


Berapa kali kami bertemu tanpa sengaja.


Lidia terus mengagumi Davin yang masih menatap berkas di tangan nya.


" Saya sudah membaca nya, dan Saya akan mengabarinya nanti " Ucap Davin


" Oh ya,, Saya berharap jika Kita bisa bekerjasama"


" Baiklah,, Kami permisi "


Davin membereskan semua berkasnya beserta Nugraha yang memang hanya menemani Davin.


Nugraha sengaja membiarkan putranya untuk bisa mengelola Perusahaan karena nantinya dia akan mewariskan semua nya kepada Davin putra tunggal nya.


" Jadi kita Kembali ke Perusahaan lagi Nona " Ucap Asisten Lidia .


" Ya,, Kita kembali"


Mereka berjalan keluar,


Namun Davin masih terlihat di sana bahkan dia berdiri di depan mobil sport miliknya.


Postur tubuh tinggi nya dengan Setelah Jas berwarna Hitam dengan rambut rapi sungguh sangat menggoda.


" Tunggu " Ucap Lidia saat mereka akan masuk ke dalam mobil.


" Ada apa Nona, apa ada yang ketinggalan"


" Tidak,, "


Lidia terus menatap dimana Davin sedang memainkan ponselnya namun kemudian terlihat menghubungi seseorang.


Davin membuka pintu mobilnya dan melajukan nya, Kanaya mengirimkan Pesan kepadanya jika dia sudah selesai.

__ADS_1


______


Sedangkan Di Kampus,,


Kanaya menyimpan Ponselnya dan menunggu Davin yang sudah berada di jalan.


Sudah seminggu ini Revan berada di luar negeri, masih dengan hal yang sama melakukan perjalanan bisnis bersama Orang tuanya.


" Davin belum jemput Lo "


Kanaya menoleh,,


Dia menautkan kedua alisnya saat melihat laki laki yang tidak dia kenal berdiri menatap nya.


" Sorry Lo siapa ya " Ucap Kanaya yang memang tidak mengenali nya.


Laki laki itu pun tersenyum,,


Sudah pasti Kanaya tidak mengenal nya, sementara Kanaya sendiri semua pasti sangat mengenali nya.


" Gue Reyhan Fakultas Hukum dan gue juga kenal Davin kok "


Kanaya mengangguk,,


" Apa Davin tidak jemput Lo atau,-


" Sudah di jalan " Potong Kanaya


Reyhan mengangguk,,


Tidak lama terlihat sebuah Mobil berhenti.


Kanaya tersenyum saat melihat Davin datang dan berjalan menghampiri nya.


" Maaf ya lama " Ucap Davin menatap Kanaya


" Rey,, Lo di sini juga "


Davin menatap Reyhan yang berada di sana,,


" Gue liat Cewek Lo duduk sendiri sementara Kampus udah sepi jadi gue temani "


Kanaya memang tidak suka jika ada orang yang tiba tiba datang menghampiri nya apalagi seorang laki laki.


" Thanks ya,, Gue duluan "


Reyhan mengangguk dan terus menatap Davin yang mengandeng tangan Kanaya menuju mobilnya.


Reyhan salah satu mahasiswa Hukum, dia tidak begitu di kenal karena memang dia hanya sering berada di Perpustakaan.


Sedangkan Davin sendiri mengenalnya karena mereka dulu pernah satu sekolah saat SMA.


Di dalam mobil,,


Kanaya hanya diam membuat Davin bingung,,


" Sayang,, hei kenapa ?"


Kanaya tersenyum dan menggeleng,,


" Maaf tadi aku ketemu dengan klien baru jadi telat Jemput kamu "


Davin merasa jika Kanaya marah karena dia telat menjemput nya.


" Aku gak marah sama Kaka, tapi tadi tuh siapa kenapa dia kenal aku "


Davin tersenyum dan mengusap wajah cantik Kanaya .


" Dia anak Hukum dan dulu pernah satu sekolah tapi gak kenal banget, memang nya kenapa ?"


Kanaya menggeleng,,


" Gapapa Kok "


Davin mengangguk dan kembali melajukan mobilnya.


Namun bukan ke rumah Kanaya melainkan mereka ke sebuah Cafe,,


" Kita makan dulu ya " Ucap Davin saat sudah berada di depan Cafe.

__ADS_1


" Eum "


Mereka turun dan berjalan masuk..


Beberapa yang ada di sana pun tampak menatap Davin juga Kanaya.


Keduanya berjalan bak seorang model.


" Kak, Aku ke toilet sebentar ya " Ucap Kanaya


" Iya Sayang "


Kanaya berjalan menuju toilet sementara Davin memesan makanan untuk mereka.


Derrt,,


Derrt,,


Ponsel Davin berdering, dia pun mengambil nya matanya mengernyit saat melihat Bela yang menghubunginya.


" Halo Bel "


" Halo Vin,, Sorry gue telpon Lo "


" Gapapa Kok, Ada Apa "


" Gimana kabar Lo dan Kanaya "


" Kami baik baik saja, Lo sendiri gimana "


" Gue juga baik,, sebenarnya gue kangen banget sama Lo em maksud gue sama Kalian semua "


Davin terdiam,,


" Oya, Lusa Ulang tahun Tante Hana sayang banget gue gak di Jakarta padahal Biasanya Tante Hana pasti ngundang gue makan malam bareng "


" Kak, Telpon dari siapa ?" Ucap Kanaya duduk di depan Davin.


" Bela Sayang "


" Oh Lo lagi bareng Kanaya, sorry gue ganggu kalian.. Ya sudah salam buat Kanaya juga Tante Hana ya "


" Oke "


Davin menutup Telponnya dan menatap Kanaya yang masih menatapnya.


" Bela nitip salam buat kamu, dia hanya tanya ulang tahun Mama "


Kanaya mengangguk,,


walaupun Bela sudah jauh di Luar negeri, sudah berusaha melupakan Davin namun dirinya masih tetap saja merasa cemburu jika mereka mengobrol.


" Hei,, ada apa "


Kanaya menggeleng,,


" Bela hanya bicara itu tidak lebih atau aku blok lagi nomornya oke"


" B- bukan gitu,,


Davin tersenyum dan langsung blok nomor Bela.


Kanaya merasa tidak enak,,


" Kak, gak usah lah lagian Bela juga sudah berubah"


" Permisi,, " Ucap Pelayan datang mengantar pesanan Mereka.


" Sekarang kita makan dulu ya " Ucap Davin mengacak rambut Kanaya.


Kanaya terdiam,,


Apa dia begitu egois bersikap seperti ini, padahal sebelumnya dia mengenal Davin Bela sudah lebih dulu kenal.


" Sayang "


Kanaya tersenyum,,


" Aku mau ,-

__ADS_1


Ucap Kanaya menatap Davin dengan tersenyum membuat Davin menautkan kedua alisnya bingung.


__ADS_2