
Davin mengusap wajah Kanaya yang masih tampak sedih.
Dia tau bagaimana perasaan Kekasih nya itu.
" Jangan sedih ,, Bela juga pergi karena meraih cita citanya "
Kanaya mengangguk,,
Davin tersenyum, dia bangga dengan Kanaya yang memiliki hati seperti bidadari, Bagaimana Dulu Bela terhadap nya namun Kanaya sudah memaafkan nya.
" Sekarang mau pulang atau mau kemana "
" Makan " Ucap Kanaya menatap Davin
" Baiklah Tuan Putri,, Tapi janji jangan sedih lagi ya"
" Eum "
Davin tersenyum dan mengacak rambut Kanaya, mereka melangkah keluar.
Bela yang sudah berada di dalam pesawat pun tampak tersenyum setelah apa yang sudah dia lakukan.
Selama tinggal Jakarta sampai bertemu entah kapan.
Bela menghela napasnya,,
Dia merasa lega karena telah mendapatkan maaf dari Kanaya juga Davin bahkan hubungan mereka kini sangat baik.
********
Hari pun berganti Hari,,
Kanaya sudah tidak terlihat sedih dengan kepergian Bela, Teman yang baru saja menjadi sahabatnya setelah begitu banyak masalah yang mereka lalui.
Kanaya berada di kamar nya,
Sebenarnya bosan karena Davin yang sedang bersama Team Basket nya.
Bosen banget deh,,
Kak Davin juga belum selesai, keluar dulu deh..
Kanaya mengambil jaketnya, dia pun berjalan turun terlihat Nia yang sedang mengobrol dengan salah satu Pelayan rumah.
" Hai Mom " Sapa Kanaya
" Ya Sudah,, Mbak bisa kembali ke dapur "
" Baik Nyonya "
Nia mengangguk dan menatap putrinya,,
" Loh Nay, kamu mau kemana ?"
" Em,, Nay keluar sebentar ya Mom cuma ke supermarket aja Kok "
" Terus sama siapa, Davin ?"
Kanaya menggeleng,,
" Nay sendiri ya Mom, Pakai Mobil " Ucap Kanaya melihatkan Kunci mobil di tangannya.
" Loh sendiri,, Biar di Antar sopir ya "
" Gapapa Mom,, Sebentar ya "
Nia mengangguk,,
" Tapi hati hati "
" Siap Mommy "
Nia tersenyum dan menggeleng melihat tingkah putrinya,,
Kanaya memang sudah memiliki Mobil sendiri namun dia lebih sering di Antar sopir atau malah sekarang ada Davin yang akan siap untuk mengantar nya kemana pun.
Kanaya melajukan mobilnya keluar,,
Untuk kali pertama setelah kepindahan rumah mereka Kanaya baru mengendarai mobil sendiri.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan sore yang tidak begitu ramai.
Entah dia akan kemana sore ini, yang pasti rasa bosannya hanya berada di dalam rumah.
Hingga akhirinya dia pun memarkirkan mobilnya di depan sebuah Supermarket.
Kanaya berjalan masuk dan mengambil keranjang belanja, dia menyusuri lorong Supermarket mencari sesuatu.
Beberapa cemilan sudah berada di keranjang, coklat juga jus kemasan.
Kanaya memang suka membeli cemilan cemilan.
__ADS_1
Bruk,,
" Maaf ,, Maaf " Ucap Kanaya saat tanpa sengaja menabrak seseorang.
" Iya gapapa "
Hana menatap perempuan cantik di depannya,,
" Maaf Tante, tadi saya tidak lihat Tante gapapa " Ucap Kanaya sopan.
Hana tersenyum dan menggeleng,,
" Tante gapapa,, Kamu Cantik sekali "
Kanaya tersenyum,,
" Tante juga cantik, Oya Tante Maaf Saya duluan ya "
" Iya Sayang "
Kanaya tersenyum dan berjalan menuju Kasir untuk membayarkan semua belanjaan nya.
Sementara Hana sekilas masih menatap Kanaya, Sudah sangat jarang perempuan seusianya yang masih bersikap sopan terhadap orang tua.
Jarang sekali jaman sekarang menemui perempuan cantik dan sopan.. Gumam Hana tersenyum dan kembali mencari beberapa bahan yang belum di dapat.
Setelah membayar semua belanjaan nya,, Kanaya kembali menuju mobil.
Derrt,,
Deret,,
Kanaya menatap ponselnya yang berdering, terlihat Davin lah yang menelpon nya.
" Halo Kak "
" Hai Sayang,, Maaf aku baru bisa menelpon"
" Iya Gapapa,,
Kakak masih kumpul atau sudah selesai"
" Ini baru aja selesai, tapi Mama minta jemput kamu lagi dimana ?"
" Baru mau pulang,,
Tadi tuh bosan di rumah, jadi keluar beli cemilan tapi ini udah mau pulang kok "
" Keluar,, Sama siapa ?"
" Naik mobil sendiri,, ?"
" Eum,, "
" Sayang,, Kenapa gak nunggu aku aja sih atau di antar sopir jangan sendiri gitu."
Kanaya terkekeh,,
Sudah pasti Davin akan merespon seperti ini jika tau dia keluar sendiri apalagi mengendarai mobil
" Maaf Kak,, tapi gapapa Kok lagian juga gak jauh "
" Ya Sudah,, Langsung pulang hati hati dan ingat langsung kabari jika sudah di rumah "
" Iya,,
Kakak mau jemput kan, Ya Udah jalan gih "
" Iya Sayang,,
Hati hati,, I love you "
" I Love you too Kak "
Kanaya meletakan ponselnya dan melajukan mobilnya pergi.
Sementara Di tempat lain,,
Davin akan menuju Supermarket dimana Mama nya berada di sana.
Hana memintanya untuk menjemput nya,,
Hana yang sudah selesai pun terlihat menunggu Davin di depan Supermarket dengan beberapa belanjaan.
Davin sudah mengabari nya jika sedang di jalan.
Tin,
Tin,,
Hana menoleh dan terlihat Davin keluar,,
__ADS_1
" Maaf Ma Dave telat ya "
Hana tersenyum dan menggeleng,,
" Gapapa lagian Mama juga baru selesai "
Davin mengangguk dan menatap beberapa bungkusan.
" Bantu Mama bawa semua ya Dave "
Davin mengangguk,,
" Biar Dave yang bawa Ma *
Hana mengangguk dan berjalan menuju mobil, sementara Davin terlihat memasukkan nya kedalam bagasi mobil.
Davin masuk dan melajukan mobilnya,,
" Oya Dave, tadi tuh mama ketemu perempuan mungkin seumuran kamu, sudah cantik, sopan baik lagi."
Davin hanya mendengarkannya, dia tidak begitu peduli baginya hanya Kanaya perempuan tercantik.
" Tapi sayang Mama lupa tanya siapa namanya, andai saja Kamu belum punya pacar Dave,-
" Ma, Dave sudah punya Kanaya "
" Mama Tau , Kan Mama bilang jika Kamu belum punya pacar atau jika ternyata malah Gadis itu nantinya jadi pacar bahkan jodoh kamu "
Davin menggeleng,,
Dia tetap melajukan mobilnya menuju rumah, rasanya cukup lelah setelah seharian berkumpul bersama team basketnya.
Kanaya sudah berada di rumah dan berjalan masuk namun langkahnya terhenti saat melihat mobil Robi masuk.
Senyuman terukir saat melihat laki laki yang keluar dari mobil.
" Daddy " Ucap Kanaya
" Sayang,, kamu ngapain di luar apa mau menunggu Daddy pulang ?"
Kanaya terkekeh dan menggeleng,,
" Daddy Geer,, Nay juga baru pulang Dad "
" Dari mana memangnya "
" Em,, Jalan jalan dong sekalian beli jajan"
Robi menggeleng dan mereka berjalan masuk dengan Kanaya yang langsung memeluk lengan tangannya.
" Loh Loh kok kalian bisa barengan " Ucap Nia
Kanaya tersenyum,,
" Kita ketemu di depan Mom "
" Oh,, Mommy kira kalian bareng tadi."
" Dad, Mom,, Naya ke kamar dulu ya mau mandi "
" Iya Sayang *
Kanaya berjalan menuju kamarnya,,
Davin yang juga baru sampai di kamar nya pun langsung mengambil ponselnya, dia khawatir dengan kekasihnya yang belum mengirimkan kabar untuknya.
Tut,,
Tut,,
" Halo Kak "
" Sayang kamu sudah sampai rumah "
" Baru aja Sampai, Kakak masih di jalan atau "
" Sudah di rumah,,
Maaf ya gara gara aku sibuk jadi kamu malah keluar sendiri."
" Gapapa Kak, Kan cuma Deket juga "
" Tapi jangan lagi Oke, Walaupun dekat gak boleh"
" Uh,, Protektif nya "
" Sayang,,"
" Iya Maaf,,
Janji deh gak lagi lagi "
__ADS_1
Davin berjalan menuju balkon dengan masih menelpon,,
Mereka terus mengobrol di sana, Davin sesekali tersenyum dengan celotehan Kanaya.