
Hari ini Kanaya di buat bingung dengan pilihan yang harus dia pilih untuk hadiah Ulang tahun Orang Tua Davin malam ini.
Sementara Davin sendiri tidak bisa menemani nya untuk membeli hadiah karena masih sibuk di Perusahaan.
Kanaya berada di sebuah Mall terbesar bersama satu pelayan yang memang menemani nya.
" Mbak, Aku bingung mau beli hadiah apa buat Tante Hana " Keluh Kanaya karena memang dia sama sekali tidak tau apa yang di sukai Hana.
" Mending Non beli barang yang Di sukai aja Non "
" Tapi aku gak tau Mbak "
" Kenapa Non tidak coba menelpon Mas Davin "
Kanaya terdiam,,
Dia tidak mau mengganggu kekasih nya yang sudah pasti masih sibuk.
" Jangan deh Mbak, kita cari aja lagi ya " Ucap Kanaya kembali berjalan dengan mata yang terus menatap sekeliling.
Kini dia menatap sebuah Toko Perhiasan dimana biasa Kanaya menemani Nia membeli perhiasan.
" Kita coba masuk Mbak " Ajak Kanaya .
" Selamat datang Non,,
Non Kanaya,, silahkan" Ucap Pelayan yang memang sangat mengenali Kanaya.
" Hai Mba,," Ucap Kanaya tersenyum
" Loh tumben Non Kanaya sendiri dimana Nyonya Nia "
" Mommy di rumah,,
Oya Mbak boleh bantu saya mencari hadiah untuk ulang tahun."
" Oh jadi Nyonya Nia ulang tahun, Kebetulan kami ada model terbaru "
Kanaya mengangguk dan melihat dua buah gelang.
" Baru satu jam gelang ini Toko Kami keluarkan dan bisa di lihat jika modelnya sangat cantik "
Kanaya menatap nya,,
Sangat cantik dan elegan, apa hadiah ini yang akan dia berikan kepada Hana malam ini.
" Ya sudah Mba, saya mau yang ini "
" Baik Nona ,, "
Kanaya akhir nya bisa membeli hadiah dan dia berharap jika nantinya Hana akan menyukai gelang pilihannya.
______
Sementara Davin tampak sibuk dengan Proposal yang di ajukan oleh Lidia untuk Kerjasama mereka.
Perusahaan Lidia memang belum begitu ternama, namun dari segi Proposal dan penawaran mereka membuat Davin bisa menerima kerjasama mereka.
" Dave,, " Ucap Nugraha menghampiri putranya.
" Pa,, "
" Bagaimana ,, Apa kamu sudah memutuskan untuk kerjasama itu "
Davin menghela napasnya,,
" Perusahaan mereka tergolong masih baru dan masih belum banyak yang tau, tapi Dave liat dari penawaran mereka cukup menarik dan Dave kira bagaimana jika kita menerima kerjasama itu Pa "
Nugraha mengangguk..
Dia tau jika putranya sudah memikirkan semuanya dan bisa mengambil keputusan yang benar.
" Sesuai ucapan Papa jika Kerjasama ini Papa serahkan semua sama kamu, Papa yakin jika kamu bisa melakukan yang terbaik."
Davin mengangguk dan kembali menatap Proposal..
" Apa kamu sudah selesai, Hari ini Ulang tahun Mama dan kita harus pulang lebih awal untuk makan malam di rumah."
" Sudah Pa "
" Ya Sudah kita pulang sekarang."
__ADS_1
Davin mengangguk dan menutup Berkas juga Laptop nya.
Mereka berjalan keluar bersama.
Benar benar mereka terlihat begitu mempesona, Dia laki laki yang berjalan dengan karismatik membuat semua yang menatapnya merasa kagum.
******
Hingga hari semakin sore,,
Kanaya bersiap untuk datang ke rumah Davin, mereka akan malam bersama merayakan ulang tahun Hana.
" Sayang,, Davin sudah menunggu kamu di bawah " Ucap Nia menghampiri putri nya.
" Ya Mom "
Nia menatap Kanaya yang sangat cantik malam ini,,
" Kamu cantik sekali Sayang "
Kanaya tersenyum,,
" Ya Sudah kita turun, Davin sudah menunggu"
Davin tampak masih menunggu Kanaya di ruang tamu.
Setelah dari Perusahaan,
Davin lebih dulu menjemput kekasih nya dan baru akan membawanya ke rumah untuk makan malam.
" Kak " Ucap Kanaya tersenyum.
Davin mendongak,,
Matanya tidak berkedip menatap Kanaya yang begitu sangat cantik dengan rambut yang dia Curly, memakai Gaun berwarna Biru benar benar membuat kecantikan Kanaya semakin terpancar.
" Kak Davin " Ulang Kanaya karena kekasih nya itu hanya diam menatapnya.
" Oh ya Sayang " Ucap Davin beranjak.
Kanaya tersenyum,,
" Sudah siap , "
Mereka pun berpamitan kepada Nia,,
Benar benar seperti terhipnotis oleh kecantikan Kanaya, Davin terus menatap Kanaya bahkan terus menggenggam tangan Kanaya tanpa melepaskan nya.
Kanaya bingung, namun dia membiarkannya hingga mereka sampai di depan rumah Davin.
Sudah ada mobil Nugraha yang terparkir di depan rumah.
Mereka turun dan berjalan masuk,,
" Selamat Sore Tante " Sapa Kanaya membuat Hana menoleh.
Hana masih menyiapkan makan malam mereka,,
" Sayang,, Kamu sudah datang "
Kanaya tersenyum dan mencium punggung tangan Hana.
" Tante senang kamu bisa datang"
" Selamat ulang tahun Tante,, Maaf Nay tidak tau apa kesukaan Tante,, Mudah mudahan Tante suka ya "
Kanaya memberikan paper bag yang dia bawa..
" Astaga Sayang,, Kamu datang saja Tante sudah senang Loh "
Kanaya tersenyum..
Hana membukanya dan melihat sebuah gelang cantik..
" Sayang,, Ini ..
Astaga Tante suka, ini sangat cantik makasih "
Hana langsung memeluk Kanaya,,
Davin tersenyum melihat mereka,,
__ADS_1
Bagaimana pun Kanaya dan juga Hana adalah dua wanita yang begitu berharga untuk nya.
Tap,
Tap,,
Tap,,
Nugraha berjalan turun membuat semua menoleh,,
" Papa sini Pa, Ini Kanaya papa baru ketemu kan " Ucap Hana semangat.
" Halo Om "
Kanaya mencium punggung tangan Nugraha.
" Jadi ini Pacar kamu Dave, pantas saja kamu begitu Bucin Kanaya cantik seperti ini " Goda Nugraha membuat Davin malu.
Kanaya menatap Davin dan tersenyum,,
" Sudah sudah,, sekarang kita duduk " Ajak Hana dan mereka duduk di meja makan.
Banyak makanan di sana..
Kanaya cukup gugup,
Jika dengan Hana mungkin Kanaya masih biasa tapi kali ini dia bersama orang tua Davin.
Davin menatap kekasihnya yang tampak gugup, dia pun menggenggam tangan Kanaya dan tersenyum.
Genggaman tangan Davin cukup membuatnya tenang dan mereka pun menikmati makan malam nya.
Beberapa obrolan terdengar di sana,,
Hana yang begitu terlihat begitu menyukai Kanaya pun terus saja membanggakan nya.
" Permisi Nyonya, Ada Telpon " Ucap Salah satu pelayan menghampiri mereka.
" Telpon dari siapa Bik "
" Non Bela Nyonya "
Hana menatap Kanaya kilas, dan dia pun menerima telpon nya.
" Halo Tante,,
selamat Ulang tahun Tante,, Maaf Bela tidak bisa pulang di hari ulang tahun Tante."
" Terima kasih Bela,,
Gapapa kok, Kamu juga kan sedang belajar di sana."
" Sebenarnya Bela pengin banget pulang, tapi Di sini Bela sedang Ujian "
" Sudah gapapa,, Kamu belajar baik baik di sana ya.."
" Pasti Tante sedang kumpul, Bela telpon ke nomor Tante tapi tidak di angkat jadi Bela telpon ke nomor rumah."
" Oya , Handphone Tante di Kamar Nak ..
Maaf yA "
Bela terus saja mengajak ngobrol Hana,
Namun Hana sendiri merasa tidak enak dengan Kanaya yang terlihat diam.
Dia tidak mau membuat perasaan Kanaya sedih, apalagi selama ini Kanaya sangat baik dan sopan bahkan dia lebih menyukai Kanaya ketimbang Bela.
" Bela,, Nanti Kita sambung lagi Ya Sayang..
Tante masih makan malam, Ada Kanaya juga datang malam ini."
" Oh Ada Kanaya ya Tante,,
Maaf Tante Bela jadi ganggu makan malam kalian."
" Gapapa Kok,, Kamu jaga kesehatan di sana ya, belajar yang pintar."
" Iya Tante,, salam untuk semua nya "
Hana pun menutup telponnya,,
__ADS_1
Dia tidak mau merusak acara makan malam ulang tahunnya apalagi membuat sedih Kanaya.