
Kanaya tersenyum melihat kekasihnya yang masih setia duduk menunggu nya, dia pun berjalan menghampiri.
" Kak " Ucapnya tersenyum membuat Davin mendongak.
Davin tersenyum dan menyimpan Ponselnya kembali,,
" Sudah selesai" Ucapnya saat Kanaya duduk di samping nya dengan wajah yang tampak semakin segar.
" Eum,, Tapi Tante Hana belum "
Davin mengangguk dan mengusap wajah cantik kekasihnya itu.
" Oya Tante Hana bilang kalau Lusa Hari ulang tahun pernikahan "
Davin tampak terdiam,,
Dia melupakan hari spesial orang tuanya itu.
" Mama Cerita?"
" Tante juga bilang kalau ada Makan malam nanti dan minta aku datang tapi,-
Davin menautkan alisnya,,
" Tapi,- Ulang Davin saat Kanaya malah terlihat berpikir.
" Aku tidak tau hadiah spesial buat Tante Dan Om"
Davin tersenyum dan mengusap pucuk rambut Kanaya.
" Tidak perlu di Pikirkan."
" Mama sudah selesai, sekarang kita makan karena Mama Laper lagi " Ucap Hana yang berdiri di hadapan mereka.
Kanaya tersenyum dan mengangguk,,
Dengan Kembali Hana mengandeng tangan Kanaya keluar,,
Davin hanya menggeleng dengan sikap mereka, namun di balik semua itu dia merasa bahagia karena Kanaya pun di sayang orang tua nya.
Mereka masuk ke dalam sebuah Restoran masih di dalam Mall yang sama.
Davin seperti obat nyamuk yang menemani dua wanita cantik dengan terus asik mengobrol, namun baginya bukan masalah.
" Aku ke Toilet dulu,, " Ucap Davin membuat mereka menoleh.
Davin tersenyum dan mengusap bahu Kanaya sebelum pergi.
Davin terus berjalan masuk ke dalam Toilet, lagi dan Lagi di setiap orang yang melihat dan berpapasan Dengan nya selalu saja melihat nya tanpa berkedip.
Namun Davin, dalam hatinya hanya ada Kanaya dan dia tidak akan melirik siapa pun.
Lidia baru saja keluar dari Salon,,
Dia menatap sekeliling, sudah berapa lama dia tidak meninggalkan Jakarta kota kelahirannya karena harus membantu keluarganya mengembangkan bisnis di Luar Negeri.
Ternyata masih sama ,,
Mall ini masih sangat ramai, Dan aku begitu merindukan Jakarta.
Lidia kembali melangkah,,
Wajahnya yang cantik, tubuh putih rambut yang dia urai dengan setelan pakaian yang rapi membuat dirinya sangat cantik.
Derrt,,,
Ponselnya berdering, tangannya merogoh tas..
Brukk,,
Lidia menatap dimana ponselnya terjatuh di lantai,,
" Sorry " Ucap seseorang dengan mengambil ponselnya.
Lidia menatap dimana laki laki tampan lah yang berada di depannya.
Davin memberikan Ponsel milik Lidia,,
" Sorry,, Hp Lo gapapa kan " Ucap Davin .
Lidia menerimanya ,,
" Gapapa Kok,, "
Davin mengangguk dan kembali melangkah pergi..
__ADS_1
astaga Tuhan,,
Apa dia memang jodohku,, kita terus bertemu dengan tidak sengaja.
Lidia terus menatap Davin yang terus melangkah pergi hingga tidak terlihat lagi.
Derrt,,
Lidia menatap ponselnya,,
Terlihat panggilan dari orang tuanya ..
" Halo Pa "
"(......)
" PT Nugraha Sentosa "
(.....)
" Baiklah,, Lidia akan menemui mereka "
Lidia menghela napas nya,,
Sebenarnya dia masih ingin melanjutkan Kuliah nya namun karena kondisi Papa nya yang tidak mungkin melanjutkan mengurus Perusahaan keluarga membuatnya mau tidak mau harus mengambil alih.
Di Restoran,,
Davin kembali, pesanan mereka sudah datang ..
" Kakak Makan dulu, Pasti Laper juga kan nunggu kita tadi " Ucap Kanaya
" Iya Sayang,, Kamu juga makan "
Hana tersenyum melihat mereka,,
Dia melihat bagaimana Davin begitu menyayangi Kanaya,,
Dan sebaliknya, dia pun begitu menyukai Kanaya bahkan dari pertama mereka bertemu waktu itu.
*********
Hari pun sudah senja,,
Kanaya duduk bersandar,,
" Capek " Ucap Davin mengusap pipi Kanaya .
Kanaya hanya menggeleng,,
" Tapi aku senang hari ini "
Davin tersenyum,,
Melihat Kanaya bahagia sudah lebih dari cukup dan dia memang akan terus berusaha membahagiakan Kanaya juga Mama nya dua wanita yang sangat berharga baginya.
Mobil sampai di depan rumah Kanaya, Namun Kanaya seakan enggan turun dan malah menatap Davin.
" Kenapa Hem "
" Masih kangen " Rengek Kanaya sangat mirip dengan gadis kecil yang menggemaskan.
Davin terkekeh,,
" Seperti nya aku harus lebih cepat melamar " Goda Davin membuat Kanaya Blussing.
Padahal dia tidak bermaksud seperti itu,,
" Sayang "
Kanaya menoleh namun Davin malah menarik dagu Kanaya hingga bibir mereka saling menempel,,
Kanaya kaget,,
Dia hanya diam saat Davin sedikit Melu*** nya.
Semakin lama Kanaya semakin menikmati nya, hingga dia pun mulai mengikutinya.
Davin tersenyum saat tau reaksi kekasih nya, dia pun kembali melancarkan aksinya hingga ciuman panas mereka berakhir dengan hembusan napas yang salin menderu.
Davin mengusap bibir Kanaya yang basah olehnya,,
" Maaf Sayang " Ucapnya.
Davin tidak mau terlewat batas, dia akan menjaga kekasihnya hingga nanti mereka sudah sah menjadi suami istri.
__ADS_1
Kanaya mengangguk,,
" Aku masuk dulu ,, Kakak hati hati "
Davin tersenyum dan terus menatap Kanaya yang turun bahkan hingga masuk ke dalam rumahnya.
Davin tersenyum dan kembali melajukan mobilnya meninggalkan rumah Kanaya.
Kanaya tersenyum dan mengusap bibirnya,,
Baginya ini adalah ciuman pertamanya, karena Du di saat dirinya pacaran, dia selalu menolak saat kekasihnya akan mencium dirinya.
" Sayang,, Kamu sudah pulang " Ucap Nia
" Mom,, "
Kanaya berjalan menghampiri Nia ,,
Cup,,
Dia mengecup pipi Nia seperti biasanya.
" Nay mandi dulu ya Mom "
Nia tersenyum dan mengangguk,,
Dia menatap Kanaya, Kini wajah Kanaya selalu tersenyum bahagia berbeda saat mereka belum pindah.
Mommy senang Sayang kamu ceria seperti ini,,
Banyak teman yang menyukai kamu di Jakarta apalagi Davin yang begitu menyayangi kamu, berbeda dengan,-
Nia menghela napasnya dan kembali teringat dengan laki laki yang pernah menyakiti putri nya..
________
Davin masuk ke dalam rumahnya,,
" Dave,, "
Davin menoleh terlihat Nugraha yang juga baru pulang..
" Kamu baru pulang ?"
" Iya Pah, Dave baru mengantar Kanaya pulang "
Nugraha mengangguk..
" Oya Dave,, Besok temani Papa bertemu Klien baru kita. Dia baru saja sampai di Jakarta ."
" Iya Pa "
" Ya Sudah kamu bersih bersih, Papa juga mau bersih bersih "
Mereka masuk ke dalam kamar masing masing,,
Davin melepas jasnya dan membuka dasi yang masih melekat di lehernya.
Bibir Manis Kanaya kembali terngiang di otaknya, rasanya begitu manis dan begitu membuatnya candu.
Sebenarnya Bukan hanya Kanaya yang juga ciuman pertamanya, namun Davin juga ciuman pertamanya.
Hanya Kanaya lah yang berhasil merebut Hatinya, dan tidak akan pernah bisa di gantikan olehnya.
*S**hit*,,
Davin Langsung masuk ke dalam kamar mandinya,,
Semakin dia terus mengingat ciuman mereka semakin otaknya traveling jauh.
********
Apartemen Mewah Di Jakarta..
Lidia menatap Laptopnya,, Dia akan mencari tau lebih dulu siapa Nugraha Sentosa sebelum mereka bertemu dan menjalin hubungan kerja sama.
Lidia memang biasa lebih dulu mencari tau latar belakang klien yang akan dia ajak kerjasamanya.
Nugraha Sentosa,,
Jadi dia adalah salah satu pemilik perusahaan Ternama dan terkenal di Jakarta.
Dia memiliki otak satu putra..
Tapi tidak di jelaskan siapa putranya bahkan tidak ada foto yang menampilkan wajahnya.
__ADS_1