
Kabar tentang Revan juga Davin yang sedang mencari tau siapa yang sudah mencelakai Kanaya tersebar luas, bahkan semua sangat tau jelas apa akan terjadi jika pelakunya sudah tertangkap sudah pasti dia tidak akan bisa lolos dan bukan hanya itu, keluarganya pun bisa jatuh miskin.
Semua ora tau siapa Robi Atmaja, dan mereka pun sama sekali tidak pernah berani untuk membuat masalah dengan keluarga nya.
Bela segera mencari Siska yang entah kemana hari ini, Siska malah tidak terlihat di kampus membuat Bela semakin ketakutan jika malah Siska melarikan diri tanpa bicara Dengan nya.
Brukk..
" Aw,, Pakai mata dong kalo jalan " Kesal Bela memegang bahunya.
" Gue jalan pakai mata Kali, Lo aja yang tau punya mata apa gak ."
Bela menatap Dita yang juga tengah menatapnya,,
" Lo,-
" Apa "
Bela menggeleng dan segera meninggalkan Dita, urusan Siska lebih penting dari Dita.
Siska..
Lo dimana sih, jangan bilang Lo pergi tinggalin gue ya..
Bela terus mencoba menghubungi Siska tapi malah nomornya tidak bisa di hubungi.
_____
Berbeda dengan Bela yang sedang ketakutan, Kanaya baru saja sampai di Rumah nya tepatnya dia sudah masuk ke dalam Kamar nya.
" Sekarang istirahat ya, Atau Mau Mommy buatkan sesuatu?" Ucap Nia menatap Putrinya yang menggeleng.
" Ya Sudah, Mommy tinggal dulu Kamu istirahat "
Nia mengecup kening Kanaya dan beranjak keluar, dia membiarkan Putrinya untuk istirahat.
Namun Kanaya malah mencari ponsel nya, dan dia menggeleng saat membaca Grup sekolah.
Bahkan Status dirinya sudah di publish oleh Orang tuanya bahkan Revan.
Ting,,
Matanya mengernyit saat melihat pesan masuk dari nomor yang tidak dia kenal, Dia pun membacanya dan terlihat senyuman di wajah Ayu nya.
Pesan yang Davin kirimkan Untuk nya, pesan yang menanyakan keadaan nya dan mengingat kan untuk istirahat membuat nya merasa ada sesuatu dalam hatinya.
Kanaya memegang dadanya, terasa jelas jantungnya yang malah berdebar padahal hanya sebuah pesan.
Derrt,,
Kini malah ponselnya berdering, Kanaya menatapnya dan Revan lah yang menelpon nya.
" Ya Kak "
" Halo De, kamu sudah pulang ya hari ini Maaf Kakak tidak bisa ikut jemput Kamu ";
" Gapapa Kak, lagian Daddy tadi jemput Kok "
" Ya Sudah,, Nanti Kakak ke rumah sekarang kamu istirahat oke "
" Iya Kak,,"
Kanaya meletakan ponselnya dan berjalan menuju tempat tidurnya, sebenarnya dia bosan selalu istirahat namun dia sendiri tidak mau mengecewakan semua orang yang menyayangi dirinya.
Di tempat Lain,,
Revan masih bersama Davin, Mereka masih terus otak Atik Laptopnya dan berusaha melacak Cctv kampus hari itu.
" Sialan,, Mereka benar benar licik siapa sih yang sudah berani mencelakai Adik gue " Kesal Revan saat belum bisa mengaktifkan Cctv.
Davin terus mencoba nya, dia yakin jika mereka bisa melakukan nya.
Ting,,
__ADS_1
Matanya melirik dimana ponselnya tergelak di meja,,
09780xxxx
Bos,, Coba buka Link yang sudah gue kirim ke email Lo tadi.
Davin segera membuka email yang sudah di kirim oleh temannya.
" Van, Lo liat ini " Ucap Davin saat mereka berhasil membukanya.
Terlihat jika Kanaya di tarik oleh dua perempuan namun wajah mereka tidak terlihat.
" Tunggu,, Lo coba Zoom " Ucap Revan .
Davin mengangguk dan benar benar wajah mereka tidak terlihat jelas.
****,,
Kurang ajar mereka, gue gak akan pernah maafin mereka.
Davin yang selalu tenang mencoba memperhatikan kedua wanita yang menyeret Kanaya, dia seperti mengenali mereka.
" Gue cabut dulu,, " Ucap Davin beranjak
" Vin, Mau kemana ?"
" Urusan Penting " Ucap Davin sambil terus berjalan keluar.
Revan menggeleng dan dia terus memutar ulang dengan mencoba mencari tau siapa wanita itu.
Davin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
______
Bela melempar Tasnya kasar, Siska benar benar menghilang dan membuat nya semakin ketakutan jika orang tua Kanaya tau jika dia lah yang melakukan nya.
" Bela hei,, kamu kenapa sih cerita sama Mami Nak"
Bela terdiam,,
" Gapapa Mi,, "
" Tapi Mami liat kamu langsung masuk Kamar Nak, apa kamu ribut dengan Davin ?"
Bela menggeleng,,
" Bela cuma lelah Mi,, Hari ini banyak kegiatan di Kampus " Ucap Bela Bohong.
" Ya Sudah,, Kamu istirahat ya Mami keluar dulu."
Bela mengangguk,,
Bela tidak bisa tenang dengan belum ada nya kabar dari Siska.
Dia pun kembali mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Siska dan masih belum aktif.
Davin sampai di depan rumah Bela dia segera turun dari mobil .
Tok,,
Tok,,
Tok,,
Tidak lama pintu terbuka,,
" Eh Mas Davin,, Mau mencari Non Bela pastinya "
" Bela ada kan Bi,, "
" Silahkan Masuk Mas,, "
Davin mengangguk dan masuk ke dalam rumah,,
__ADS_1
" Davin,, Tumben Nak kamu datang "
Davin beranjak dan mencium punggung tangan Orang Tua Bela.
" Dave,, Tante boleh bicara sama kamu Nak "
" Bicara apa Tante"
" Apa kamu sama Bela sedang ribut, Tante liat Bela sedang kesal. "
Davin menggeleng,,
" Tidak Tante."
" Davin,, Lo ke sini " Ucap Bela yang langsung tersenyum dan semua rasa kesalnya berubah menjadi senyuman saat melihat laki laki yang dia sukai datang.
" Ya Sudah kalian ngobrol, Mami tinggal dulu "
Bela Langsung duduk di depan Davin dengan wajah yang tidak luput dari senyuman nya.
Berbeda dengan Davin yang tampak menatap tajam Bela.
Dia tau jika yang melakukan semua itu adalah Bela dan Siska.
" Vin, Lo kenapa liatin gue kayak gitu "
Davin menggeleng,,
" Apa Lo tau siapa yang sudah mencelakai Kanaya"
Deg..
Bela terdiam, wajahnya bahkan berubah dan senyuman nya Langsung hilang.
" M_maksud Lo , Ya gue gak tau lah "
Davin terus menatap Bela yang tampak menghindari Tatapan nya,,
" Terus Lo liat ini "
Bela menatap sebuah rekaman dimana kejadian saat itu terjadi.
" Gue gak tau Lah Vin , Kenapa Lo tanya gue sih "
" Gue tau itu Lo dan Siska "
Deg..
Lagi lagi Bela di buat kaget, Bagaimana Davin bisa Tau Semuanya.
bahkan sebelum mereka melakukan nya, Siska sudah meminta orang untuk merusak Cctv kampus.
" Gue ,-
" Gue tau, dan itu sangat jelas Lo dan Siska.. Apa maksud Kalian "
Bela mengeratkan genggaman tangannya,,
" Gue Mau Lo mengakuinya di depan Kanaya, gue yakin Jika keluarga mereka bisa memaafkan Lo Bela."
Bela menggeleng,,
" Vin, Lo salah itu bukan gue.. mungkin saja seseorang yang mirip sama gue juga Siska " Elak Bela mencoba menghindar.
" Lagian wajah tuh cewek juga gak jelas Vin, Di kampus banyak yang mahasiswi juga, kenapa malah Lo ngira gue,, gak mungkin lah gue ngelakuin semua itu."
Davin masih terus menatap Bela,,
Namun kemudian dia beranjak.
" Vin,, Lo mau kemana. "
Davin tidak menjawab dan langsung keluar, Bela mengusap wajahnya.
__ADS_1
Ya Tuhan,,
Bagaimana ini...