You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab 52


__ADS_3

Kanaya tersenyum dan berharap jika Davin akan datang namun hingga malam semakin larut, Semua teman temannya pun menikmati makanan yang ada di sana membuatnya sedih.


Kanaya berjalan dan duduk di tepi Kolam renang yang bertuliskan Selamat ulang tahun Kanaya .


Seharusnya aku tidak seperti ini,,


ini hari ulang tahun aku, seharusnya aku gembira dan tidak boleh bersedih seperti ini.


Kanaya memejamkan matanya dan menghela napasnya dalam,,


" Sayang "


Suara seseorang membuat Kanaya membuka matanya,,


Terlihat Davin datang dan berjalan menghampiri nya.


" Kak Davin "


Davin tersenyum menatap wajah kekasihnya, sudah pasti wajah yang seharusnya gembira namun terlihat sedih karena dirinya, dan itu adalah kesalahan terbesar baginya tidak menemani di hari spesial Kanaya.


" Selamat Ulang Tahun "


Kanaya menatap Davin dan berganti dengan bujet bunga lili yang Davin bawa,,


" Terima kasih Kak " Ucap Kanaya menerimanya, namun Bukan Hanya itu Davin mengeluarkan kotak kecil.


" A- apa ini Kak "


" Buka lah " Ucap Davin tersenyum.


Kanaya membukanya dan betapa kagumnya saat melihat sebuah kalung cantik bertuliskan nama mereka di sana.


Davin berjalan mendekat,,


Dia mengambil dan memasangnya di leher cantik kekasih nya itu.


Kanaya tersenyum,,


" Maaf Aku datang terlambat, Seharusnya aku ada di samping kamu Sayang , Maaf sudah membuat kamu menunggu."


Kanaya menggeleng,,


Dan Langsung memeluk nya erat,,


Rasa sedihnya, rasa kecewa nya pun kini hilang begitu saja saat Davin datang.


Davin tersenyum dan memeluk nya.


" Ta- tapi Bukannya Kakak harus ke Rumah Sakit " Ucap Kanaya melepaskan pelukannya.


Flashback.!!


***Setelah mengantarkan Kanaya siang tadi, Davin langsung ke Rumah Sakit untuk menemui Bela dan orang tuanya.


Dia tidak mau masalah ini terus berlanjut dan membuat Bela seperti ini.


Dia tidak mau terus menyakiti Bela karena perasaan nya yang sama sekali hanya mengangguk nya sebagai seorang teman.


Davin memutuskan untuk menemui mereka saat ini, dia terus menatap jam di tangannya.


menyelesaikan semuanya dan bisa menemani Kanaya di hari spesial nya.


Di Rumah Sakit,,


Bela tetap tidak mau makan ataupun minum obat membuat orang tuanya kewalahan.


Bela hanya mau makan jika Davin datang menemui nya.


" Sayang,, Jangan seperti ini dong..


Kamu harus makan juga minum obat, Luka kamu juga masih basah "

__ADS_1


" Buat apa Bela makan dan minum obat Mi, Lebih baik Bela mati saja."


" Sayang,-


Ceklek,,


Pintu terbuka membuat semua menoleh,,


Wajah Bela langsung berubah kala melihat laki laki yang selama ini di tunggu nya.


Davin datang ke rumah Sakit.


" Om, Tante " Sapa Davin mencium punggung tangan keduanya.


" Akhirnya kamu datang Vin, Om minta tolong bujuk Bela supaya mau makan juga minum obat." Ucap Rendy .


Davin menatap Bela yang tampak pucat, pergelangan tangan nya pun masih di perban.


" Kalian bicara dulu, Kami tunggu di luar,,


Tante minta tolong ya Vin."


" Maaf Om, Tante, Dave mau bicara apa kalian bisa tetap berada di sini "


Mereka mengangguk ,,


Davin berjalan menghampiri Bela yang tampak tersenyum,,


" Vin, Gue tau Lo bakal datang temui gue " Ucap Bela tersenyum.


Davin menatap makanan juga minuman yang masih utuh di atas Nakas.


" Kenapa Lo gak mau makan juga minum Obat, Lo harus minum obatnya Bel "


" Mi, Bela mau minum obat dan makan "


" Iya Sayang *


Dimana Bela makan juga Minum obat,


dia akan menunggu nya dan setelah itu akan menyelesaikan nya.


" Gue sudah makan juga Minum Obat Vin "


Davin mengangguk dan menghela napas nya,,


" Bel, jangan pernah lagi Lo ngelakuin hal seperti ini, Lo menyiksa diri Lo, Karena bukan hanya Lo sendiri yang sakit tapi Orang tua Lo juga."


" Gue lakuin semua ini karena Lo Vin, gue gak bisa hidup tanpa Lo, buat apa gue hidup jika tidak sama Lo."


" Lo salah Bela,,


Seharusnya Lo berpikir bagaimana perasaan orang tua Lo melihat Lo seperti ini, bagaimana hancur hati mereka ketika putri kandungnya menyiksa dirinya sendiri,


Mereka sudah mengasuh Lo dari bayi hingga dewasa dengan kasih sayang ,tapi Lo malah membuat mereka sedih seperti ini.


Bel, Lo teman gue, Lo sahabat gue.


Gue pun sama sedih nya seperti orang tua Lo, melihat Lo seperti ini."


" A- apa Gue sama sekali tidak ada di hati Lo Vin, Apa Lo hanya menganggap gue teman."


" Bel, Lo sahabat gue .


Dan Gue minta Maaf, Perasaan dan hati gue hanya untuk Kanaya . Perasaan sama sekali tidak bisa di paksakan Bel.


Dan gue mau Lo tau itu, Gue tidak akan pernah benci ataupun menjauh dari Lo karena Lo teman gue."


Tes,,


Air mata Bela mengalir di wajahnya,

__ADS_1


mendengar ucapan Davin yang lagi lagi menolak perasaan nya.


" Pliss, jangan pernah lagi Lo ngelakuin Hal bodoh seperti ini. Apapun yang akan Lo lakuin bahkan seperti ini itu sama sekali tidak bisa mengubah hati dan perasaan gue.


Gue harap Lo tau dan paham semua yang gue katakan."


Bela mengusap wajahnya,,


" Apa tidak ada kesempatan buat gue Bisa dapetin hati Lo Vin "


Davin menggeleng,,


" Sorry Bel,, "


Bela memejamkan matanya,,


terlalu pedih, terlalu sakit dan sesak hatinya.


Bahkan Dia terasa tidak bisa bernapas saat ini.


" Semoga semua yang sudah gue katakan Lo bisa mengerti Bel, dan sekali lagi gue minta maaf sama Lo juga Om Tante.


Permisi Om, Tante, Bela Lo harus sembuh karena Lo masih memiliki banyak waktu." Ucap Davin berjalan keluar.


Bela semakin histeris,,


kedua orang tuanya pun segera memeluk putrinya, mereka tau bagaimana perasaan Bela saat ini.


Davin menghela napas nya lega, karena dia bisa mengatakan semuanya dan dia berharap jika Bela tau Maksud ucapan nya.


Astaga,,


Sudah sore, Gue harus buru- buru.


Davin segera berjalan keluar, dia harus mencari Kado untuk Kekasih nya dan harus segera datang di pesta Ulah Tahun Kanaya.


Davin melajukan mobilnya,,


Dia menuju salah satu Pusat Toko Berlian yang biasa Mama nya datang.


Davin pernah mengantar Hana ke sana.


Jalanan sore yang mulai padat membuat Davin memijat pelipisnya,,


Setelah beberapa menit sampai lah di Toko, Davin segera masuk dan mencari Kalung yang dia inginkan.


" Mas Davin, sama siapa dimana Nyonya Hana " Ucap salah satu pelayan yang memang sudah kenal.


" Mama di rumah Mba, *


" Oh ya, terus Mas Davin mau mencari apa"


" Tolong bantu saya mencari Kado ulangtahun untuk Pacar Saya."


" Baik Mas,, "


Davin menatap begitu banyak model kalung , Gelang juga banyak lagi namun Davin sendiri tidak pernah tau .


" Ini Kalung limited edition, dan baru sore tadi datang . Untuk Liontin nya bisa di request dengan memakai nama atau tulisan "


Davin memilih nya,,


" Baiklah saya ambil, tapi apa bisa liontin nama jadi hari ini juga."


* Bisa Mas, mau tulis nama siapa ?*


" D&K ,,Davin dan Kanaya "


" Baik Mas tunggu sebentar."


Davin mengangguk dan duduk di kursi menunggu mereka.

__ADS_1


Dia terus menatap jam dan berharap bisa menemani Kanaya di Ulah tahunnya.


__ADS_2