
Bela sudah menunggu dengan tidak sabar kedatangan Davin bersama orangtuanya, tentunya bukan karena kedatangan mereka yang mereka nanti namun pembicaraan yang akan orang tuanya bicarakan dengan mereka tentang perjodohan yang akan di percepat.
" Sayang,, Turun Yuk sebentar lagi mereka akan datang kita tunggu di bawah"
" Bentar Mi, " Ucap Bela menatap wajahnya di depan cermin.
" Ayo Ma " Lanjut nya beranjak.
Bela sengaja membuat nya semakin cantik untuk menarik perhatian Davin.
Tak,,
tak,,
tak,,
Suara langkah keduanya terdengar dengan wajah penuh senyum Bela berjalan turun bersama Maminya.
" Anak Papi memang sangat cantik " Ucap Randy menatap Bela yang langsung berjalan menghampiri nya.
" Harus dong Pi "
Tidak lama terdengar suara mobil membuat Bela semakin tidak sabar.
" Itu pasti mereka " Ucapnya penuh semangat.
" Selamat malam " Ucap Nugraha bersama Istrinya.
" Selamat malam dan selamat datang " Ucap Randy yang langsung menghampirinya.
Sementara Bela seperti mencari seseorang, Davin tidak terlihat bersama mereka.
" Em,, Maaf Tante Davin dimana ya " Ucap Bela
" Oya Sayang, Maaf ya Davin tidak bisa ikut karena ada perlu sendiri Biasa Anak muda jaman sekarang "
" Urusan, Urusan apa Tante "
" Davin tidak bicara sama Tante tadi, cuma nitip bilang Maaf buat semua karena tidak bisa ikut "
Wajah Bela langsung berubah, dia sudah dandan dengan sangat Matang tapi kenyataannya orang yang dia tunggu tidak datang.
" Sudah sudah,, kita lanjut mengobrol nya dengan makan malam " Ucap Randy dan semua tersenyum.
Mereka berjalan menuju meja makan yang sudah tersedia begitu banyak makanan.
Bela tampak malas, dia tidak nafsu makan dan memiliki untuk ke kamar nya.
" Pi, Mi,, Om Tante Bela ke kamar dulu ya " Ucap Bela beranjak
" Loh Sayang, kok ke kamar ?"
" Badan aku gak enak Mi "
" Ya Sudah kamu istirahat ya Sayang, "
Bela tersenyum dan berjalan menuju kamarnya, Sebenarnya bukan tidak enak badan namun karena Davin tidak datang membuat nya kesal.
______
Sementara Davin sedang dalam perjalanan mengantar Kanaya ke Rumah nya setelah mereka selesai makan mie ayam.
" Ya jadi gitu Ka, dari dulu tuh aku sering pindah sekolah karena Daddy harus pindah pindah rumah"
__ADS_1
" Terus Apa juga nantinya bakal pindah Kampus " Ucap Davin.
" Em kayaknya engga deh Kak "
Tiba tiba ponsel Davin kembali berdering, dia pun menggeser tombol hijau tanpa melihat siapa yang menghubungi nya.
" Halo "
" Vin, kenapa Lo gak ikut padahal gue tungguin Lo "
" Bela " Ucap Davin saat menyadari Jika Bela lah yang menghubunginya.
Sedangkan Kanaya langsung menoleh , ternyata Bela yang menghubunginya.
" Kenapa Lo gak Dateng Vin, padahal gue sengaja masak bareng Mami "
" Sori tapi gue ada Acara "
" Acara,, Acara apa Vin atau Lo memang gak mau ketemu gue "
" Sorry Bel, gue masih di jalan " Ucap Davin langsung menutup telponnya.
Jadi acara yang Kak Davin telpon dengan Mamanya bersama Bela juga, berarti memang mereka sudah dekat bahkan orang tua mereka sudah saling mengenal.
Davin melirik Kanaya yang terdiam dengan terlihat memikirkan sesuatu.
" Nay, Ada Apa ?"
" Oh gapapa Kak, di depan Belok Kiri Kak "
Davin mengangguk dan akhirnya mereka sampai dan mobil Davin masuk ke dalam sebuah gerbang tinggi dan terlihat sebuah rumah besar dan mewah di sana itu lah rumah Kanaya.
" Kak Davin mau masuk dulu ?" Ucap Kanaya saat mereka sudah berada di luar mobil.
" Selamat Malam Tante " Sapa Davin mencium punggung tangan Nia.
" Davin,, Kenapa gak di ajak masuk Sayang .. Silahkan Masuk Nak "
Davin mengangguk dan mereka masuk ke dalam.
" Em,, Mom Naya ambil minum dulu ya "
" Ya Sayang "
Davin duduk bersama Nia di sana,,
" Jadi merepotkan harus mengantar Kanaya pulang "
" Gapapa Tante "
" Minum dulu Kak " Ucap Kanaya meletakan jus di depan Davin.
" Makasih Nay "
" Kalian ngobrol dulu, Tante tinggal masuk ya "
Kanaya tersenyum dan duduk bersama Davin di ruang tamu.
Mereka kembali mengobrol,,
" oya kak, Apa nanti Kak Bela gak marah karena Kakak gak ikut dalam acara tadi "
Davin tersenyum dan menggeleng,,
__ADS_1
" Gak perlu Lo pikirkan Oke, sekarang Lo istirahat gue balik dulu ya "
Kanaya mengangguk dan mengantar Davin keluar.
" Makasih ya Kak sudah nganter aku dan juga makan mie Ayam "
" Sama sama,, Masuk gih istirahat gak usah mandi sudah malam cuci muka saja "
Kanaya terdiam namun dia mengangguk dan tersenyum.
Davin masuk ke dalam mobil nya dan melaju keluar, sementara Kanaya kembali masuk ke dalam dengan masih tersenyum mengingat ucapan Davin kepadanya tadi.
*********
Masih di Kediaman Randy,,
Semua masih berkumpul dan Kini Bela kembali bergabung di sana namun dengan wajah yang tidak biasa.
Hana sangat tau sudah pasti karena Davin yang tidak ikut .
" Pi, " Bisik Bela
Randy tersenyum dan menggenggam tangan Putri nya, dia tau apa yang Bela Maksud.
" Jadi bagaimana dengan Perjodohan anak anak kita, Apa kita lanjutkan ke jenjang Pertunangan lebih dulu atau langsung menikah " Ucap Randy membuat Hana juga Nugraha saling tatap.
Nugraha tersenyum,,
" Kamu terlalu terburu buru Ran, mereka bahkan masih kuliah"
" karena itu, jadi kita bisa secepatnya meminang cucu "
Bela menunduk,,
Dia malu dengan ucapan Papinya namun di balik semua itu dia sangat berharga jika pertunangan itu segera di laksanakan.
" Jadi sebelum nya Saya minta Maaf, Saya dan Juga Istri saya sudah membicarakan hal ini dengan Davin.
tapi Davin menolaknya karena dia dan Bela adalah teman dan sebagai orang tua kami pun tidak bisa memaksakan. karena mereka yang akan menjalani kehidupan nya nanti."
Deg..
Bela mendongak dan menggeleng dengan jawaban Nugraha yang menolak perjodohan itu.
" Tapi Nugraha, Cinta itu bisa datang dengan sendirinya atau mereka tunangan lebih dulu untuk bisa mendekatkan keduanya."
" Maaf bukan maksud Kamu menolak nya, Saya senang sekali bisa menjadi bedak kamu Ran apalagi Bela adalah gadis yang baik.
Namun saya tidak bisa memaksakan kehendak saya terhadap Davin itu sama saja saya egois."
Randy mengangguk,,
" Tapi Om, Tante ,, Apa kalian tidak mencoba bicara lagi dengan Davin."
" Sayang,, Kamu gadis yang baik juga cantik.. Tante yakin kalo memang kalian berjodoh kalian bakal bersatu suatu saat nanti."
Bela terdiam,,
Sialan,, Jadi Davin sudah menoleka perjodohan ini dan juga Om Nugraha dan Tante Hana mereka hanya meniru ucapan Davin tanpa memaksanya.
" Maaf semua, Aku ke kamar dulu " Ucap Bela beranjak bangun dan masuk ke dalam.
Hana terus melihat Bela, dia sangat yakin jik Bela kecewa dengan semua ini namun dia sebagai orang tua tidak mau memaksa kehendak nya sendiri.
__ADS_1