You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab 28


__ADS_3

Davin berada di kursi taman bersama Bela, Davin hanya diam sesekali menjawab apa yang Bela tanyakan.


" Gue bener bener gak tau maksud Kanaya dengan menyimpan statusnya , Buat Apa coba dia melakukan itu. Aneh banget."


Davin mengernyit..


" Maksud Lo gimana, Aneh bukannya itu malah bagus biasanya cewek tuh selalu mengandalkan Kekayaan Orang tuanya , berbeda dengan Kanaya dia tidak mau semua tau tentang siapa dia "


Bela terdiam,,


bahkan terlihat jelas jika Davin malah sangat membelanya.


" Oke jika memang seperti itu, terus maksud nya dengan status hubungan nya dengan Revan., Hampir semua orang tau jika mereka pacaran tapi ternyata. "


Davin menatap Bela,,


" Jadi ini yang mau Lo bicarakan. "


" Bu- bukan itu juga Vin,, Gue,-


" Sudah malam, gue juga capek." Ucap Davin beranjak.


Sialan,,


Gue gak akan biarin Davin dan Kanaya dekat apalagi sekarang status Hubungan Kanaya dengan Revan sudah jika mereka hanya Sepupuan.


Kenapa sih gak bener aja mereka pacaran.


Davin berjalan masuk ke dalam rumah nya,,


" Loh Loh Vin, dimana Bela Nak " Ucap Hana saat mendapati Putranya berjalan sendiri.


" Masih di Luar Ma, Maaf Tante Dave ke kamar dulu"


Davin kembali masuk ke dalam kamarnya,,


Sementara Bela berjalan masuk dan langsung duduk di samping Dua wanita yang masih asik ngobrol.


" Ma, Kita pulang yu " Ajak Bela


" Ya sudah lagian sudah malam juga,, Han, kita pulang dulu ya dan tolong kamu pikirkan lagi soal tadi ya "


Hana mengangguk,,


" Tante,, Aku pamit dulu ya "


* Iya Nak, hati hati ya ":


Hana menatap mereka yang berjalan keluar, sudah ada sopir yang langsung membuka pintu mobilnya.


Hana menghela napas nya dan berjalan menuju kamar Davin yang sudah tertutup.


" Dave,, Kamu sudah tidur Nak "


" Belum Ma "


Hana masuk dan menghampiri putranya yang berada di atas tempat tidurnya.


" Kenapa tadi kamu ninggalin Bela, Ada Apa ?"


Davin menatap Hana yang masih tersenyum,,


" Gapapa Ma, Memangnya Bela kenapa "


" Orang tua Bela kembali meminta perjodohan kamu dan Bela di lanjutkan, Tapi Mama tidak mau memaksakan kamu bagaimana pun kamu nantinya yang akan menjalani kehidupan setelah pernikahan."


Davin menghela napasnya,,


" Maafin Dave Ma, tapi Dave cuma menganggap Bela sebagai teman Dave dan tidak lebih dari itu."


" Mama ngerti,, Dan Mama juga tidak mau memaksakan nya , Ya Sudah kamu istirahat ya Mama keluar dulu."


" Ma,, " Ucap Davin membuat Hana menoleh

__ADS_1


" Makasih Ya Ma"


Hana tersenyum dan mengangguk.


Davin merebahkan tubuhnya, dia harus istirahat dan ada kuliah pagi besok.


______


Sementara Di Jalan,,


Bela tampak cemberut, dia kesal dengan sikap Davin yang selalu saja cuek kepadanya.


" Kenapa sih wajah nya di tekuk terus, kenapa anak Mami "


" Bela mau Secepatnya pertunangan Bela sama Davin segera di lakukan Mi "


" Tapi Sayang, Davin sendiri belum menyetujui nya"


" Tapi Mami bisa kan minta sama orang tua Davin, Bela yakin Kalo Davin bakal nurut dengan omongan orang tuanya."


Bela terus ngotot untuk bisa segera tunangan dengan Davin, dengan seperti itu dia tidak akan bisa kehilangan Davin.


" Baiklah,, Mami janji akan kembali bicara dengan Orang tua Davin ya "


" Benar Mi,, "


" Iya Sayang "


Bela tersenyum dan langsung memeluknya,,


********


Keesokan Harinya,,


Davin bersama teman temannya berada di dalam Aula, mereka sedang membicarakan soal Bullying yang di alami Kanaya.


dan mereka menyayangkan kejadian itu terjadi di kampus apalagi mereka tau jika pelakunya adalah mahasiswa/wi kampus mereka.


semua Cctv di saat kejadian mengalami rusak dan membuat mereka tidak bisa melacak nya.


" Seperti nya mereka sudah merencanakan semua ini, bahkan semua Cctv rusak " Ucap Gilang.


" Apa Kanaya sendiri tidak tau siapa pelakunya.


Davin terdiam,,


Kanaya sama sekali tidak bicara siapa yang melakukan nya, dia hanya bicara jika dia tidak mengingat nya.


Ting,,


Ponselnya bunyi,,


Davin merogoh saku Jaketnya dan terlihat sebuah Pesan dari Revan.


" Gue cabut dulu " Ucap Davin beranjak.


" Loh Vin, Lo mau kemana " Teriak Gilang namun Davin tetap pergi meninggalkan mereka.


Davin segera melajukan mobilnya ke tempat dimana Revan sudah menunggu nya.


Di Rumah Sakit,,


Dokter sedang memeriksa Kanaya, bahkan terlihat jika Kanaya sudah sehat , wajahnya sudah tidak pucat dan tidak lemas seperti kemarin.


" Jadi gimana keadaan Putri Saya Dok " Ucap Nia


" Semuanya sudah normal Nyonya, dan Hari ini Bisa pulang tapi tetap harus banyak istiraha. "


Nia menatap Kanaya yang tersenyum,,


" Baiklah,, Saya permisi " Ucap Dokter


" Terima kasih Dok "

__ADS_1


Nia mengusap wajah Kanaya yang terlihat sangat senang, Kanaya sudah terus mengeluh bosan berada di Rumah Sakit.


" Akhirnya Naya bisa pulang ya Mom "


" Iya Nak, Tapi ingat di rumah juga Harus istirahat"


" eum "


Kanaya tersenyum namun dia menatap Jika sejak pagi tadi Daddy nya belum kembali ke Rumah sakit setelah pergi bersama Revan.


" Mom,, dimana Daddy "


" Sebentar Mommy telpon dulu ya "


Kanaya mengangguk dan terlihat Nia mengambil ponselnya,,


" Halo Mom"


" Dad,, ini Kanaya tanyain Daddy, dan Hari ini Kanaya sudah di ijinkan pulang. Daddy dimana ?"


" Ya Sudah Daddy ke Rumah Sakit sekarang "


Nia menutup telponnya,,


" Daddy sebentar lagi ke sini "


Kanaya mengangguk dan menunggu Robi yang sedang dalam perjalanan.


sembari menunggu Suster terlihat masuk dan melepas infus di tangan Kanaya.


Nia terus menemani Kanaya selama di Rumah Sakit.


Tidak lama Robi terlihat masuk dan langsung menghampiri Kanaya.


" Daddy,, Dari mana sih "


" Maaf Sayang, Daddy sedang mencari tau siapa yang sudah mencelakai Kamu."


Deg..


Kanaya terdiam,,


Sebenarnya dia masih ingat jika Bela dan Siska yang sudah mencoba mencelakai mereka namun dia masih menutupi nya, dia tau jika Orang tuanya sudah menemukannya sudah pasti mereka akan melakukan sesuatu.


Kanaya tidak mau semakin di benci mereka , atau di cap sebagai anak orang kaya yang sombong.


" Jadi, sekarang Kita pulang ?"


" Eum "


Nia mengusap pucuk Rambut Putri nya,,


Walau Kanaya sudah besar namun tetap saja bagi mereka Kanaya adalah gadis kecil nya.


mereka berjalan keluar menyusuri Lorong Rumah Sakit.


Kanaya sebenarnya mencari Revan, namun dia tau jika Revan masih mencari tau siapa pelakunya.


" Oya Sayang, Davin juga tadi datang dan sekarang masih bersama Revan " Ucap Robi.


" Kak Davin,, ?"


Robi mengangguk,,


" Davin anak baik, dan dia sudah jadi penolong buat Kamu Sayang."


Kanaya terdiam,,


sudah berapa Kali Davin menolong nya, bahkan dari mereka tidak saling mengenal.


Dia kembali teringat saat Bansos kemarin, Davin juga lah yang telah menemukan nya.


Kanaya tersenyum mengingat saat mereka terjebak hujan malam itu.

__ADS_1


__ADS_2