
Malam ini Davin terpesona dengan Kecantikan Kanaya.
Kekasih nya memang selalu cantik namun berbeda dengan malam ini.
Kanaya memakai gaun berwarna peach dengan rambut yang dia gerai namun sengaja di buat Curly.
Tatapan mata Davin tidak pernah lepas menatap wajah kekasihnya membuat Kanaya merasa malu dan langsung memalingkan wajahnya.
Davin tersenyum dan melajukan mobilnya menuju rumah Bela.
Sudah jam 7 lebih namun Davin belum juga datang..
" Sayang, Sudah jam 7 lewat semua juga sudah datang kita mulai ya "
" Bentar ya Mi, Davin belum datang "
Bela berjalan keluar, dia akan menghubungi Davin,,
Tut,,
Tut,,
Tut,,
Tidak ada jawaban membuat Bela terus berusaha menghubungi nya,,
" Bela,, Masuk Nak gak enak sama yang lain ya "
" Iya Pi "
Bela pun berjalan masuk bersama kedua orang tuanya,,
Menunggu Davin yang tidak kunjung Datang akhirnya Pesta pun di mulai.
Davin baru saja sampai,,
Namun wajah Kanaya tampak bingung, ,
" Ayo Sayang " Ajak Davin yang sudah membuka pintu Mobilnya.
Kanaya mengangguk dan keluar.
Davin mengandeng tangannya berjalan masuk, namun Kanaya malah menahan tangan Davin .
" Kak,, "
Davin menoleh,,
" Em,, Aku tunggu di mobil saja ya "
Davin mengernyit,,
" Loh kenapa ?"
" Gapapa Kok, Kakak Masuk saja Biar aku tunggu di Mobil " Ucap Kanaya akan berjalan pergi namun Davin menahan tangan nya.
" Ya Udah kita balik saja "
" Eh tunggu"
Davin kembali menatap wajah Kanaya,,
" Ya Udah kita masuk *
Davin tersenyum dan mengangguk,,
Dengan perasaan tidak enak Kanaya mengikuti langkah Davin yang berjalan masuk.
Sudah banyak tamu yang datang bahkan terlihat Bela yang sudah memotong Kue Ulang tahunnya.
Kedatangan Davin juga Kanaya membuat semua menatap mereka.
Banyak diantara mereka adalah mahasiswi/wa kampus dan mereka terpukau dengan kecantikan Kanaya malam ini.
" Davin " Ucap Bela tersenyum namun senyuman nya pudar saat malah Davin datang bersama Kanaya.
__ADS_1
Davin berjalan menghampiri Bela dengan tetap mengandeng tangan Kanaya membuat Bela menatap tidak percaya begitu pun dengan orang tua Bela yang menatap Bela.
mereka tau bagaimana perasaan putrinya saat ini.
" Sorry Bel, gue telat .
Selamat Ulang tahun,, " Ucap Davin memberikan paper bag kepadanya
" Hai Kak, Selamat Ulang tahun ya " Ucap Kanaya tersenyum.
Bela menerima paper bag nya dan matanya beralih melihat genggaman tangan Davin yang begitu erat menggenggam tangan Kanaya.
" Om, Tante " Sapa Davin.
" Vin,, Makasih sudah datang "
Davin mengangguk dan mengajak Kanaya bergabung dengan yang lain.
" Sayang "
Bela menggeleng,,
" Apa maksud Davin Mi "
" Kamu tenang ya, Kita Lanjutkan pesta kamu dulu"
Bela berusaha menahan air matanya,,
Davin bersama Kanaya bergabung bersama yang lain,,
Namun Kanaya merasa tidak nyaman dengan tatapan semua yang menatap kearahnya.
" Hei Kenapa ?" Bisik Davin namun Kanaya menggeleng .
Mereka pun melihat acara pesta Bela yang tampak sangat meriah dan mewah.
" Jadi ,, Untuk siapa lagi potongan Kue ke tiga nih "
Semua menatap Bela yang membawa potongan Kue ketiganya.
dia pun berjalan turun dan menghampiri Davin yang sedang bersama Kanaya.
" Ini buat Lo Vin " Ucap Bela tersenyum.
Davin menatap wajah Kanaya yang terdiam,,
dia tidak mau membuat kekasih nya kecewa ataupun salah paham.
Kanaya seakan tau dia pun mengangguk,,
" Sorry Bel, Gue gak bisa terima kue ini.
Ada Hati yang mesti gue jaga "
Deg..
Rasanya sangat sesak hati Bela mendengar ucapan Davin, Bahkan Davin mengucapkan semua itu dengan mata yang terus menatap Kanaya yang berada di samping nya bahkan tangan yang terus saling menggenggam erat.
Bela mengepalkan tangannya erat,,
Dia benar benar kecewa dengan Davin, dan dia menyalahkan semua ini karena Kanaya.
Bela kembali berjalan menuju panggung dengan memberikan kue itu kepada sembarang temannya,,
" Kak,, " Lirih Kanaya namun Davin malah mengusap wajah Kanaya .
Acar terus di lanjutkan namun Tatapan Bela terus menuju ke arah Davin yang bersama Kanaya.
" Loh Sayang kamu mau kemana ?"
" Sebentar Mi "
Bela berjalan turun dan menghampiri seseorang,,
" Gue boleh minta tolong sama Lo " Ucap Bela menghampiri teman kampusnya dulu.
__ADS_1
" Kenapa Bel "
" Gue perlu bicara dengan Kanaya, Lo bisa ajak Davin ngobrol sebentar"
Gani menatap Davin dan mengangguk..
Dia pun berjalan menghampiri Davin,,
" Sorry ganggu " Ucap Gani membuat Davin juga Kanaya menoleh.
" Eh Gan, Kenapa ?" Ucap Davin yang juga kenal dengan Gani.
" Kita bisa ngobrol sebentar Vin, Ada yang mau gue tanya sama Lo "
* Oh ya Udah "
" Di sana * Tunjuk Gani
" Ta_
* Gapapa Kak, Aku tunggu di sini " Ucap Kanaya tersenyum.
* Sebentar Sayang "
Kanaya mengangguk dan membiarkan Davin bersama Gani berjalan menjauh.
dia pun menatap sekeliling,, tidak ada yang dia kenal karena memang hampir rata rata kakak kelasnya di kampus.
" Hai Nay " Ucap Bela yang sudah berdiri di depan Kanaya .
Kanaya menoleh ,,
" Lo apa kabar , Gue Lihat Lo makin dekat dengan Davin ya . Apa hubungan Kalian sekarang."
Kanaya terdiam,,
" Davin terus menggenggam erat tangan Lo, Menatap Lo bahkan dia sampai menolak kue gue. Benar benar memalukan " Ucap Bela dengan tersenyum getir mengingat betapa malu dan sesak hatinya.
" Perasaan tidak bisa di paksakan Kak, Maaf karena gue pun tidak tau perasaan ini tumbuh begitu saja begitupun dengan Kak Davin."
Bela tersenyum dan menggeleng,,
" Gue gak nyangka Lo bisa seperti ini Nay, Lo berhasil buat Gue di keluarin dari kampus, buat gue tidak bisa kuliah di kampus lain Lo sama saja memutuskan cita cita orang dan kini, Lo merebut cowok yang Lo sendiri tau gue suka dengannya."
" Aku gak pernah melakukan semua itu, Semua itu karena ulah Kakak sendiri." Ucap Kanaya yang semakin di pojokan oleh Bela padahal bukan salahnya.
* Jadi maksud Lo semua karena gue, karena gue Davin pun menjauh dari gue."
" Seharusnya Kakak bisa introspeksi kenapa Kak Davin bersikap seperti ini."
Bela mengepalkan tangannya,,
Ucapan Kanaya sudah semakin membuatnya marah,,
Dia pun menatap Pelayan yang membawa minum,,
" Tunggu " Cegah bela membuatnya berhenti.
Bela mengambil satu gelas minuman nya dan tersenyum menatap Kanaya.
Byur..
Kanaya kaget saat Bela menyiram wajahnya, bahkan tumbahan Air pun mengenai Gaun yang dia pakai.
Semua menatap kearah mereka.
Bela tersenyum,,
" Ini semua karena Lo tidak tau malu Kanaya,
Lo sama sekali tidak di undang tapi Lo tidak malu datang ke acara gue bahkan bersama laki laki yang gue suka" Ucap Bela dengan meninggikan Ucapannya membuat semua merubung dan menatapnya.
" Mau Lo apa , Membuat Gue keluar dari kampus dan merebut Davin dari Gue. Lo ,-
" Bela "
__ADS_1
Semua menoleh saat mendengar Davin berteriak memanggil Bela yang hampir kembali mencelakai Kekasihnya.