
Hari ini Kanaya hanya berada di rumahnya, tidak ada Kuliah begitu pun dengan Davin.
Namun mereka tidak bersama karena Davin harus ke Perusahaan.
" Mom,, " Sapa Kanaya saat melihat Nia sedang membuat kue
" Hai Sayang "
Nia menoleh dan tersenyum melihat anak gadisnya berjalan mendekat.
" Mommy buat apa "
" Kue Kering,, Kamu coba dulu deh "
Kanaya mengambilnya dan memakannya, selalu saja sangat enak membuat Kanaya ketagihan dan terus mengambil nya.
Nia tersenyum dan menggeleng, dia membiarkan putrinya menikmati nya.
Dert,,
Dert,,
Ponsel Kanaya berdering, dia pun mengambilnya terlihat panggilan masuk dari Hana.
" Halo Tante "
" Ya Sayang,, Kamu dimana. "
" Di rumah Tante, ada ya "
" Apa kamu sibuk Nak,, "
" Tidak Tante "
" Temani Tante mau, Tante kangen "
Kanaya tersenyum,,
" Boleh Tante "
Setelah Hana menyebutkan tempat dimana mereka bertemu, Kanaya segera bersiap.
" Mom,, Nay keluar dulu ya " Pamit Kanaya
" Kemana Sayang "
" Mall Mom "
" Hati hati ya "
Kanaya mengangguk,,
Tidak lupa dia mencium punggung tangan Nia dan berjalan keluar.
Dia meminta salah satu sopir untuk mengantar nya.
Sesuai dengan tempat yang di janjikan,,
Hana sudah berada di sana.
" Tante,, Maaf tadi macet "
" Gapapa,, Tante juga baru datang ,, Duduk sayang Tante sudah pesenin kamu "
Kanaya menatap cemilan juga Jus jambu di sana,,
" Makasih Tante "
Hana mengangguk,,
Mereka berada di salah satu Food court Mall ternama.
" Maaf ya Tante jadi ngerepotin Kanaya, Tante tuh bosan di rumah sendiri, Papanya Dave sibuk apalagi sekarang Dave sudah lebih sering bantu Papanya."
" Gapapa Kok Tan, lagian Nay juga gak ngapa ngapain di rumah."
Hana tersenyum,,
Dia sangat menyukai Kanaya yang begitu cantik menurutnya.
" Oya bagaimana sikap Dave, Apa dia cuek sama kamu Sayang."
Kanaya menggeleng,,
Memang benar selama ini Dave selalu perhatian dengannya.
__ADS_1
" Syukurlah,, Dave itu sangat cuek, dia jarang sekali mau cerita sama Tante soal dekat dengan wanita mana pun, sebenarnya banyak yang sering datang ke rumah mencari Dave namun ya Nay tau bagaimana sifat Dave.
Dia baru akan perhatian dengan orang yang dia sayang. "
Kanaya tersenyum,,
" Termasuk Bela,,
Dia terus mengejar Dave, Sampai pernah meminta mereka di jodohkan . Kamu tau soal itu Nak "
" Iya Tante,, Kak Davin cerita soal itu."
" Ya begitulah Dave, kalo dia gak suka gak bakal dia respon sama sekali tapi Tante Liat Dave begitu sayang sama kamu Nak, dan Kamu .. Kamu Perempuan pertama yang Dave bawa pulang dan kenali dengan Kami."
" Masa Tante, terus sebelum Apa Kak Dave pernah Deket sama cewek lain "
Hana tersenyum dan menggeleng,,
" Sama sekali tidak pernah Sayang, Dan Tante sangat senang saat tau jika kalian Pacaran."
Kanaya tersenyum,,
Dia sangat bersyukur selalu di kelilingi orang yang baik dan menyayangi nya.
Dert,,
Dert,,
" Sebentar Sayang " Ucap Hana saat ponselnya berdering.
" Dave telpon " Lanjutnya dan menggeser tombol hijau.
" Halo Dave "
" Ma,, Apa Mama masih di Mall sekarang."
" Masih Dave, kamu sudah selesai meeting nya "
" Baru saja Ma,, Ya sudah Dave ke sana sekarang."
" Iya Dave, kamu hati hati ya."
Hana menyimpan kembali ponselnya,,
Kanaya mengangguk,,
" Sekarang kita makan , Banyak yang bilang makanan di sini enak "
Mereka pun menikmati nya .
Sementara Davin langsung menancap gas menuju Mell dimana mereka berada.
Perjalanan yang cukup lama, Terkena macet membuat Dave merasa lega saat sampai di parkiran Mall.
Dia segera berjalan masuk dan mencari dua wanita yang dia sayangi.
Beberapa pengunjung banyak yang menatap Davin, Wajah Tampannya, postur tubuh nya , hingga kulit nya membuat Davin sangat sempurna hingga membuat banyak kaum hawa menatapnya tanpa berkedip.
Davin tersenyum saat melihat Hana namun matanya mengernyit melihat Kanaya juga berada di sana.
" Mama, Sayang " Ucap Davin membuat mereka menoleh.
" Dave,, kamu sudah sampai "
Davin mengangguk,,
" Sayang,, Kamu sama Mama "
" Iya,, " Ucap Kanaya tersenyum.
" Mama sengaja ngajak Kanaya jalan, Mama kangen sama Kanaya "
Davin menatap Kanaya yang tampak tersenyum.
" Kakak sudah selesai "
" Tadi tuh Mama minta di jemput, dan gak bilang ada kamu juga ,,"
" Ya Sudah sekarang kita jalan ya, Mama mau ke salon sama Kanaya, Kamu harus temani kita hari ini."
" Baiklah Mama,, Untuk kalian dua wanita kesayangan Dave "
Hana menggeleng dan mereka berjalan menuju Salon dimana Hana biasa datang.
Davin berjalan di belakang mereka seperti seorang pengawal.
__ADS_1
Baginya itu sama sekali tidak masalah, menjaga Mama juga Kekasihnya.
Dan dia pun akan sangat sabar dan menemani mereka kemana pun hari ini.
Hingga mereka sampai di Salon.
" Dave tunggu di sana Ma,
Sayang aku di sana ya "
" Eum "
Davin berjalan menuju kursi tunggu, dia membiarkan mereka untuk merawat dan memanjakan diri.
Sedangkan Kanaya dan juga Hana terlihat begitu menikmati pelayanan Salon.
lulur, Message hingga perawatan wajah mereka lakukan saat ini.
" Tumben Nyonya datang berdua, siapa ini " Ucap Salah satu pelayan salon.
" Calon menantu saya dong "
Deg..
Kanaya tersipu malu, Hana menyebutnya Calon menantu.
" Cantik sekali "
" Itu lah yang membuat anak saya menyukainya, Iya Kan Sayang "
Kanaya tersenyum,,
Dia selalu di banggakan oleh Hana membuat nya benar benar merasa spesial.
" Benar,, sangat cocok dengan Mas Davin "
Hana mengangguk dan memejamkan matanya menikmati Pijatan.
Davin terlihat memainkan ponselnya, dia membuka email dari ponselnya.
Ada beberapa Email untuknya dan semua itu dari Staff Perusahaan.
Brukk..
" Maaf,, Maaf "
Davin menatap seorang gadis yang berdiri di depannya, beberapa paper bag terjatuh di lantai karena gadis itu menabrak nya.
Davin membantu mengambil dan memberikan nya,,
" Makasih Mas " Ucapnya Namun gadis itu langsung menatap wajah Davin yang begitu tampan.
Pertama kalinya dia melihat laki laki seperti Davin, jantungnya bergerak lebih cepat.
Matanya tidak lepas menatap wajah Davin.
Davin mengerutkan dahinya,,
" Maaf Maaf ,, Kamu gapapa kan " Ucapnya
Davin mengangguk dan kembali menatap ponselnya, sementara gadis itu terus menatap Davin.
" Mba Lidia " Ucap seseorang membuat nya menoleh,,
" Lama sekali tidak datang ,, Gimana kabar Nya "
Gadis itu bernama Lidia, dia pun salah satu pelanggan Salon.
" Aku baru pulang,, Dan ini Oleh oleh buat semua "
" Astaga Mba, Makasih banget Mba Lidia selalu inget sama kami."
Lidia tersebut dan menatap mereka,,
Dia memang selalu pergi ke luar negeri dan selalu membawakan oleh oleh untuk mereka.
Namun mata Lidia kembali menatap Davin yang terlihat serius dengan ponselnya.
Alis tebal, mata tajam, hidung mancung kulit putihnya sungguh membuat Lidia sangat betah menatapnya.
Banyak laki laki yang dia lihat, dia kenal namun tidak membuatnya betah menatapnya.
Ya Tuhan,,
Apa ini salah satu jawaban dari mu dengan Doa doa ku selama ini.. Lidia tersenyum menatap Davin ..
__ADS_1