You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab 90


__ADS_3

Pagi harinya,,


Kanaya bersama Revan karena Davin yang tidak bisa menjemputnya kuliah.


Malam tadi Davin barus ke Bandung untuk bertemu Klien di sana bersama Nugraha.


"Jadi Kak Revan sudah tau masalah Dita."


Revan mengangguk,,


"Oya De, apa Kakak boleh minta tolong"


"Tolong jagain Dita beberapa hari, temani dia agar tidak kesepian karena Kakak ada urusan yang harus di urus."


"Memangnya Kakak mau kemana"


"Kakak ada urusan, kamu bisa bantu Kakak "


Kanaya mengangguk,


Bagaimana pun Dita juga sahabatnya dia akan menemani Dita.


Mereka sampai di depan rumah Dita, dan terlihat Dita yang sudah menunggunya.


Kanaya keluar membuat Dita bingung,,


"Loh Nay kenapa turun"


"Aku pindah belakang dong" Ucap Kanaya tersenyum dan duduk di jok belakang.


Revan tersenyum melihat Dita yang duduk di sampingnya,,


"Hai sayang, gimana kabar kamu."


Dita tersenyum,,


"Aku gapapa"


Revan mengangguk dan melajukan mobilnya.


Walaupun Revan sudah pacaran dengan Dita, namun dia tetap menyayangi Kanaya sebagai Adiknya.


Hingga dia akan tetap menjemput Kanaya saat Davin tidak bisa menjemputnya.


*********

__ADS_1


Selepas Davin menghentikan kontrak kerjasama dengannya, Kini Lidia lebih sering menyendiri dan berada di kantornya.


Seakan dia tidak lagi bersemangat dalam menjalankan bisnisnya.


Seperti saat ini, Lidia hanya memainkan ponselnya dengan Laptop yang tetap terbuka.


Tok,,.Tok,,


"Permisi Bu Lidia"


"Ada Apa"


"Ada yang mencari Anda"


"Siapa"


"Hai, gue gak ganggu Lo kan" Ucap Reyhan berjalan masuk.


"Dia teman saya, kamu bisa keluar."


"Baik Bu"


Reyhan menghampiri Lidia dan duduk di depannya, sudah dua hari Lidia tidak datang ke Klub seperti biasa dan Reyhan mendatanginya saat mengingat kalau Lidia pernah memberitahu Dimana Perusahaannya.


"Ada apa" Ucap sinis Lidia


"Lidia,, Lidia,, banyak cowok yang mau sama Lo kali dan bukan hanya Davin."


Lidia menatap kesal Reyhan,,


"Jika cuma bicara itu, sorry gue sibuk."


"Oke sorry,, sorry..


Lo tau jika Davin ke Bandung untuk beberapa hari."


Lidia menautkan kedua alisnya,,


"Davin sedang bertemu dengan Klien baru, dan setau gue dia bertemu dengan Pengusaha Design mungkin untuk merubah semua design ruko yang Lo kerjakan kemarin."


Deg..


Lidia kaget, bahkan sebegitu tidak sukanya Davin dengan dirinya sampai akan merubah total pembangunan itu.


"Dan apa Lo cuma mau diam menerima semuanya, kalau menurut gue Lo bisa saja menuntut Davin karena dia membatalkan sepihak , Lo bisa saja mendatangi Ayahnya mungkin."

__ADS_1


Lidia terdiam,,


Reyhan benar, Davin bersikap semena-mena terhadapnya, dan dia harus minta tanggung jawab dengan masalah ini.


Mungkin dengan mendatangi Ayah atau keluarganya Lidia bisa mendapatkan pembelaan dari mereka.


"Gue bakal mendatangi Orang tua Davin."


Reyhan mengangguk dan menatap Lidia, Kali ini dia mendapatkan alat untuk bisa mendapatkan Kanaya tanpa harus dia yang capek mengejarnya.


Lidia bisa dia manfaatkan untuk semuanya, dia hanya cukup terus mengompori Lidia saja.


"Ya seharusnya memang seperti itu, Davin harus bertanggung jawab atas semuanya. Di posisi ini Lo yang di rugikan."


Reyhan terus berusaha membuat Lidia emosi, dengan seperti itu maka Lidia akan terus berusaha mengejar Davin.


"Ayo Lidia kejar Davin sampai Lo bisa mendapatkannya, maka Kanaya akan menjadi milik gue tanpa gue mengejarnya."


*******


Di Bandung,,


Davin baru saja sampai, namun mereka berada di Hotel untuk beristirahat lebih dulu.


Pertemuan meeting akan di lakukan sore nanti.


"Sebentar Yah" Ucap Davin beranjak bangun dan merogoh saku celananya.


Davin akan mengirimkan pesan kepada Kanaya untuk memberitahu jika di sudah sampai.


Nugraha mengangguk dan dia berbicara dengan Asistennya,


Davin tersenyum saat Kanaya membalasnya bahkan Kanaya mengatakan jika dia kangen.


Padahal belum juga satu hari, itu lah Kanaya yang selalu manja kepadanya.


"Dave" Panggil Nugraha membuat Davin menoleh


"Ya Yah"


Davin menyimpan Ponselnya dan berjalan menghampiri Nugraha yang sedang membaca berkas untuk pertemuan meeting mereka nanti.


"Kamu yang meng handle meeting nanti, kamu bisa kan."


Davin mengangguk dan membaca berkasnya, bukan untuk pertama kalinya Davin mendapatkan perintah dadakan dari Ayahnya tapi bukan Davin jika tidak bisa mengatasinya.

__ADS_1


Nugraha menatap Davin yang masih menatap berkasnya, dia tau jika kali ini Davin bisa mendapatkan kontrak itu.


__ADS_2