
Hari mulai siang,,
Kelas pun sudah banyak yang kosong namun masih terlihat Kanaya bersama Dita di kantin bukan tanpa sebab, Kanaya sendiri masih menunggu Revan yang sedang Bersama Pak Jaya seperti biasanya sementara Dita, dia menunggu jemputan karena tidak membawa mobil seperti biasanya.
" Nay, jemputan gue udah dateng Lo gimana ?" Ucap Dita saat menerima pesan singkat di ponselnya.
" Gapapa duluan, paling Kak Revan bentar lagi selesai"
" Bener ?"
" Iya,, Udah gapapa Dita "
" Gue cabut ya, Lo baik baik bye "
Kanaya menggeleng dan menikmati jus mangga yang di pesan.
Davin baru saja selesai latihan Basket, dia merasa haus dan berjalan ke kantin.
Namun langkahnya terhenti saat melihat Kanaya sendiri di dalam sana.
" Kanaya " Ucapnya namun sedetik kemudian Kanaya pun melihatnya.
Davin menghela napas nya dan berjalan masuk,,
" Lo belum pulang ?" Ucap Davin menghampiri Kanaya yang hanya menggeleng.
" Sebentar" Ucapnya untuk membeli minuman .
Davin kembali dan duduk di depan Kanaya sembari membuka mineral water yang dia beli.
Kanaya menatap sekeliling, melihat Davin minum seperti itu membuat nya terpesona apalagi dengan rambut Davin yang masih sedikit berantakan.
" Dimana Revan "
" Masih di ruang Pak Jaya "
Davin mengangguk,,
" Em Ka,-
" Nay ,-
Mereka saling tatap saat keduanya bicara bersamaan.
" Kakak Duluan "
" Lo duluan "
Kanaya mengangguk,,
" Maaf soal kemarin "
Davin mengernyit bingung dengan Ucapan Kanaya,,
" Aku terus bicara soal Bela "
Davin tersenyum..
" Maaf ya karena kemarin sikap gue seperti itu, sebenarnya gue gak suka kalo membicarakan orang lain saat kita bersama. "
Deg..
Kanaya menatap Davin yang juga terus menatapnya,,
Tatapan yang berbeda.
" Vin, Lo di sini juga " Ucap Revan berjalan menghampiri mereka.
" Kakak sudah selesai, ?" Ucap Kanaya
Revan duduk di samping Kanaya,,
" Sebenarnya belum De, Kakak masih ada urusan dan karena ini Kakak kemari. "
" Oh, ya udah Aku telpon Mommy "
" Tunggu Nay, Balik bareng gue " Cegah Davin membuat keduanya menoleh.
" Oke Vin, gue titip Ade gue anterin sampai rumah dengan selamat." Ucap Revan menepuk bahu Davin dan kembali pergi.
Kanaya menautkan kedua alisnya, dia tidak enak jika Davin terus mengantar nya.
__ADS_1
" Pulang sekarang" Ajak Davin dan Kanaya mengangguk.
Mereka berjalan menyusuri Lorong kampus, tidak ada obrolan di sana hingga sampai di parkiran Mobil.
Davin selalu membuka pintu Mobilnya untuk Kanaya, sebenarnya tidak berbeda jauh dengan Revan yang selalu mengutamakan Kanaya.
Mobil melaju keluar dan menyusuri jalanan kota, tidak begitu padat dan mobil bisa melaju.
" Lo gak buru buru kan " Ucap Davin membuat Kanaya menoleh.
" Memangnya kenapa Ka "
" Temenin gue makan ya "
Kanaya tersenyum dan mengangguk,,
Dan bukan Cafe yang biasa Davin mengajak Kanaya, namun Davin mengajak Kanaya ke sebuah Mall.
" Gapapa kan " Ucap Davin saat Kanaya menatap keluar.
" Eum "
Davin mengangguk dan mereka berjalan masuk,,
Mall yang terbilang cukup ramai,,
Dan mereka menuju Restoran di lantai empat dengan menggunakan Lift.
Di saat Davin juga Kanaya masuk, beberapa pengunjung pun ikut masuk ke dalam lift hingga membuatnya penuh.
Kanaya tampak langsung mundur, Davin Langsung Berdiri di depan Kanaya yang tampak merasa risih dengan laki laki di depan nya.
Kanaya menatapnya, dia tampak kagum dengan sikap Davin yang selalu melindungi dirinya.
Senyuman terukir di wajahnya.
Dadi belakang pun Davin tampak sangat sempurna.
Ting,,
Pintu Lift terbuka dan semua keluar,,
" Gapapa Kak " Cegah Kanaya dengan senyuman nya membuat Davin pun ikut tersenyum.
Mereka masuk ke dalam salah satu Cafe di dalam Mall itu.
Mereka duduk di salah satu kursi dekat jendela Kaca,,
" Selamat datang, Silahkan " Ucap Salah seorang pelayan wanita menghampiri mereka dan memberikan menu yang tersedia di sana.
Kanaya membuka dan melihat nya,,
Namun pelayan itu malah terus menatap Davin yang begitu sempurna sebagai laki laki, sungguh membuat terpesona setiap kaum Hawa.
Kanaya menyadari nya,
Dia menatap Davin yang masih tampak serius melihat menu di sana.
" Pesan ini, Dan Lo apa Nay "
" Samain saja " Ucap Kanaya yang tampak kesal dengan pelayan itu.
" Baik tunggu sebentar" Ucap Pelayan yang dilagi lagi mencuri pandang Davin.
Kanaya menatap keluar kaca, entah kenapa rasanya dia sangat kesal dengan pelayan itu padahal antara dirinya bersama Davin tidak ada hubungan sama sekali.
Davin menautkan alisnya,,
" Kenapa, Lo gak suka atau kita pindah tempat"
Kanaya hanya menggeleng tanpa menjawab nya semakin membuat Davin bingung.
Beberapa menit pesanan mereka datang, lagi dan lagi pelayan itu lah yang mengantarkan pesanan mereka.
" Silahkan Kak,, " Ucapnya dengan terus menatap Davin dan begitu ramah juga tersenyum.
Davin menatap wajah Kanaya,
" Hei,, " Ucapnya membuat Kanaya berkedip.
" Ganjen banget " Lirih Kanaya namun Davin tetap bisa mendengar nya.
__ADS_1
Davin tersenyum dan kali ini dia tau apa yang membuat wanita di depannya kesal.
Davin menatap dimana Pelayan itu kembali datang, dia pun bergeser duduk di samping Kanaya.
" Selamat menikmati" Ucapnya tersenyum ramah dengan masih menatap Davin namun Davin hanya diam dan malah menatap Wajah Kanaya.
" K- kenapa Kakak duduk di sini dan malah menatap aku seperti itu "
Davin tersenyum,,
" Kenapa wajah Lo berubah,, "
" Engga papa " Ucap Kanaya memalingkan wajahnya yang merona.
" Cemburu karena Pelayan itu "
" B- bukan Kok "
Kali ini Kanaya di buat sangat malu karena sikapnya sendiri.
Davin tersenyum dengan terus menatap wajah Kanaya ,,
" Tenang saja, Hati gue cuma buat Seseorang"
Kanaya menatap Davin merasa begitu penasaran,,
" Siapa " Ucapnya tanpa sadar
Davin tersenyum,,
" Makan dulu " Ucap Davin mengacak rambut Kanaya.
Kanaya tampak kesal karena Davin tidak memberitahu nya, padahal dia sangat penasaran siapa wanita beruntung itu.
Mereka pun menikmati makanannya, Davin memang sengaja membawa Kanaya ke Mall dia tidak mau jika Kanaya merasa Bosan. jika kembali di bawa ke Cafe.
Detik menit hingga satu Jam mereka berada di Cafe, Makanan pun sudah habis dan hanya tersisa jus.
" Apa ada tanding Basket lagi" Ucap Kanaya membuat Davin menoleh.
" Minggu depan , Lo nonton ya "
Kanaya mengangguk..
" Oya Kakak belum jawab Pertanyaan aku tadi "
Davin mengernyit,,
" Pertanyaan yang mana "
* Yang tadi Kak "
" Soal apa "
Kanaya mendengus kesal ,,
" Soal hati Kakak yang sudah terisi seseorang"
Davin menatap Kanaya,,
" Apa Lo serius ingin tau siapa orangnya "
" Eum,, Siapa ?"
Davin tidak menjawab dan terus menatap Kanaya yang tampak penasaran.
" Orang itu,-
Kanaya mengangguk membuat Davin sangat gemas,,
" Belum saatnya , Sudah sore kita pulang " Ajak Davin membuat Kanaya kesal.
" Kak Davin,, " Kesal Kanaya .
Davin tersenyum dan mereka berjalan keluar.
Sesekali Davin melirik Kanaya yang masih terlihat kesal.
Namun di saat mereka akan masuk ke dalam Lift tiba tiba seseorang terdengar memanggil nya,,
" Davin " ...
__ADS_1