You Are My Life Kanaya

You Are My Life Kanaya
Bab 91


__ADS_3

Seperti yang Revan ucapkan jika untuk beberapa hari dia ada urusan dan meninggalkan Dita yang masih dengan kesedihannya karena masalah keluarga.


Sebenarnya Revan tidak tega, namun dia harus melakukan semua itu.


Kini Dita duduk di taman, dua hari ini kedua orangtuanya pulang sangat larut dan Dita tau jika pasti mereka sedang menyelesaikan masalah perusahaan.


Sebagai seorang anak dan Dita tidak mau malah membebani mereka, setiap hari pun Dita akan sarapan sendiri karena mereka akan ke perusahaan pagi-pagi sebelum dirinya bangun.


Ting.


suara ponselnya membuyarkan lamunannya, dia pun meraih ponselnya dan membaca pesan singkat yang di kirimkan oleh Revan.


Senyumannya terukir, setidaknya dengan pesan itu hatinya tidak lagi senang.


Ya walaupun Revan tidak ada bersamanya, namun Revan selalu ada untuknya dan selalu menemaninya.


Dita menghela napasnya berat, ternyata hari semakin larut dan dia sama sekali tidak sadar telah duduk di sana terlalu lama.


Dia pun beranjak bangun, dia harus istirahat dan menjaga tubuhnya, namun terdengar suara mobil masuk.


Dita tau jika itu adalah mobil orangtuanya,,


"Ayah, Ibu kalian baru pulang." Ucap Dita.


"Kamu belum tidur Nak."


Dita menggeleng,,


"Ayah dan Ibu ke kamar dulu ya, kamu juga istirahat."


Dita terdiam,


Apa karena masalah ini juga membuat kedua orangtuanya melupakan dirinya.


Biasanya mereka akan menciumnya dan mengajaknya ngobrol namun sudah beberapa hari semua itu seakan hilang.


Dia memejamkan matanya dan berjalan masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan sedih.


______


Berbeda dengan Dita yang tampak sedih dan kesepian, Kini Kanaya sedang bersama kedua orangtuanya dan tampak tertawa bahagia.

__ADS_1


"Jadi sekarang Davin lagi di Bandung." Ucap Nia


"Em"


"Astaga Daddy, Nay lupa mau bicara sama Daddy."


"Soal apa Honey."


"Nay sebenarnya mau minta tolong sama Daddy, Daddy masih ingat dengan Dita kan teman Nay di kampus."


"Ya Daddy ingat, memangnya kenapa dengan Dita."


"Jadi keluarga Dita lagi dalam masalah Dad, perusahaan keluarganya sedang diambang kebangkrutan. dan Nay yakin karena selama ini mereka terlihat baik- baik saja."


Robi mengangguk.


"Jadi apa yang bisa Daddy bantu."


"Em, Nay mau Daddy bantu mereka. Nay kasihan melihat Dita yang terus murung bahkan dia sangat sedih dengan masalah ini."


Robi tersenyum dan mengusap pucuk rambut putri nya.


"Besok Daddy akan coba mencari tau soal masalah mereka."


"Kapan Daddy pernah bohong Hem"


"Makasih Dad."


Kanaya memeluk Robi senang, dia sangat ingin membantu sahabatnya namun dia sendiri tidak tau soal perusahaan dan hanya dengan bantuan orang tuanya dia bisa membantu Dita.


"Jadi sudah bicaranya, sekarang kamu istirahat sudah malam." Ucap Nia.


"Iya Mom"


Kanaya mengecup kedua pipi Orang tuanya dan berjalan menuju kamarnya.


Baru saja dia masuk, matanya menatap ponselnya yang menyala.


Panggilan masuk dari Davin membuatnya langsung menggeser tombol hijau dan menjawab panggilan Vidio call nya.


"Hai Sayang." Ucap Davin tersenyum menatap wajah cantik kekasihnya.

__ADS_1


"Hai Kak"


"kamu dari mana Hem, kenapa telpon aku baru kamu angkat atau kamu sudah tidur."


"Maaf Ka, tadi aku habis ngobrol sama Daddy soal Dita."


"Memangnya Dita kenapa Sayang."


"Engga sih, Aku cuma gak tega lihat Dita terus murung memikirkan masalah keluarganya jadi aku minta Daddy buat cari tau masalahnya deh."


Davin tersenyum bangga.


Kanaya selalu saja bersikap baik, hatinya seperti Malaikat dan wajahnya seperti bidadari.


Itu lah alasannya kenapa Davin begitu mencintai Kanaya.


"Jadi kakak kapan pulang, apa urusan di sana sudah selesai."


Davin terkekeh, dia pun semakin gemas dengan pertanyaan kekasihnya itu


"Memangnya kenapa, kamu kangen ya."


"Memangnya Kakak gak kangen sam aku."


Dan untuk saat ini Kanaya benar-benar sangat menggemaskan membuat Davin ingin segera pulang dan memeluknya.


"Aku bahkan sangat sangat merindukan calon istri aku."


Blusing,, kini wajah Kanaya tampak merah merona karena ucapan Davin.


"Aku janji akan segera pulang setelah semua urusan di sini selesai."


"Aku tunggu tapi jangan lama-lama."


"Iya Sayang."


Kanaya tersenyum dan membaringkan tubuhnya, mereka masih terlihat asik dengan obrolan mereka.


Hingga beberapa saat Davin tersenyum saat melihat Kanaya yang sudah terlelap dengan ponselnya yang masih menyala dan masih tersambung.


"Good Night Sweatheart., See You dan I Love you more."

__ADS_1


Davin tersenyum menatap wajah Kanaya yang tampak menggemaskan saat tertidur.


Dan setelah mengatakan semua itu, Davin tidak menutup panggilannya namun dia malah ikut memejamkan matanya dengan telpon yang masih saling tersambung.


__ADS_2