
Lidia terus memikirkan ucapan Davin saat di Cafe siang tadi, jika ternyata Davin telah memiliki kekasih dan memang terlihat jelas bagaimana sikapnya selama ini selalu menghindar.
" Jadi benar Davin telah memiliki kekasih, tapi kenapa perempuan itu terlihat lebih muda atau itu hanya rekayasa Davin saja supaya aku tidak mendekatinya"
Lidia berusaha menyingkirkan semua pikiran buruk, Dia berharap jika Kanaya hanya asik Davin dan bukan Kekasihnya.
Davin yang baru saja mengantar Kanaya pulang pun menghampiri kedua orangtuanya yang sedang duduk di ruang keluarga.
" Pah, Mah, Davin boleh bicara" Ucapnya berdiri membuat kedua orangtuanya saling tatap.
" Kamu mau bicara apa Dave " Lanjut Hana.
Davin duduk di depan mereka dan tampak jelas wajahnya serius.
" Dave mau melamar Kanaya Pah, Mau " Ucapnya serius membuat kedua orangtuanya kaget sekaligus bangga.
" Dave mencintai Kanaya dan tidak mau kehilangan nya"
Nugraha tersenyum bangga dengan sikap putranya, apapun itu akan selalu mereka dukung untuk kebahagiaan putra nya.
" Baiklah, Papa akan menemui orang Tua Kanaya " Ucap Nugraha membuat Davin menatap tidak percaya.
Hana tersenyum dan mengangguk.
Bagaimana pun Hana pun begitu menyukai Kanaya sejak mereka bertemu waktu itu.
Paras cantik juga sikap yang sopan membuat mereka menyukai Kanaya.
" Terima kasih Pa, Dave ke kamar dulu "
Davin beranjak menuju kamarnya dengan perasaan sangat bahagia.
Keputusan nya untuk segera melamar Kanaya bukan tanpa sebab.
Begitu banyak laki-laki di luar sana yang juga mengincar Kanaya sebagai kekasih nya, Davin tidak akan pernah membiarkan Kanaya di ambil oleh orang lain.
Davin melepaskan jaketnya,dia pun berjalan menuju Kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Seharian bersama Kanaya membuat nya senang apalagi setelah beberapa hari mereka jarang jalan bersama.
_________
Di tempat Lain,,
Tepatnya di Surabaya, Revan yang baru saja pulang dari Perusahaan milik keluarga nya pun tampak tersenyum.
Besok dia akan kembali ke Jakarta dan kembali kuliah setelah beberapa bulan mengambil Cuti untuk membantu Keluarga nya.
Revan pun merasa sangat rindu dengan Adik sepupu nya.
__ADS_1
Siapa lagi jika bukan Kanaya, gadis cantik yang kini tumbuh dewasa namun tetap saja menjadi Asik kecil Revan karena rasa sayangnya.
" Mending gue kasih surprise Kanaya deh, besok gue cari oleh-oleh dulu buat dia "
Revan tersenyum dan menggeleng mengingat bagaimana Kanaya yang juga begitu manja terhadap nya.
********
Keesokan Harinya..
Kanaya terbangun dan mulai bersiap untuk kembali ke Kampus.
Namun berbeda dengan hari ini, semenjak pulang semalam Davin tidak menghubungi nya bahkan pagi ini pun Davin tidak menyapanya lewat Pesan singkat hanya mengucapkan selamat pagi.
Kanaya menghela nafasnya dan kembali melangkah menuju Kamar mandi.
Mungkin kekasih nya lelah dan langsung tertidur hingga lupa untuk memberi kabar kepada nya.
Selang beberapa menit,,
Kanaya berjalan turun dengan langkah gontai menuruni anak tangga rumahnya.
Kedua orang tuanya tampak heran, biasanya putrinya itu akan ceria namun pagi ini Kanaya tampak berbeda.
" Pagi Mom, Dad " Sapa Kanaya menarik kursi dan duduk di sana.
" Sayang, kamu kenapa sakit ?" Ucap Nia khawatir dengan keadaan Putrinya.
Kanaya mengambil roti dan selai coklat, dia pun makan dengan malas.
" Dad, Nay berangkat bareng Daddy ya " Ucap Kanaya
" Loh, kemana Davin Sayang apa dia tidak menjemput kamu "
Kanaya menggeleng,,
Nia menatap suaminya dan menggeleng,,
Mungkin putrinya sedang ribut dengan Davin, dan itu hal yang biasa dalam hubungan.
" Baiklah,, Apa mau berangkat sekarang"
" Eum "
Kanaya meneguk susu dan beranjak bangun.
Setelah pamit, Mereka pun menuju mobilnya.
____
__ADS_1
Davin tersenyum saat membaca pesan dari dari Kanaya yang terus bertanya kenapa tidak menghubungi nya.
Davin sengaja melakukan semua itu untuk memberikan surprise nanti malam.
" Maaf Sayang, aku harus melakukan ini " Gumamnya kembali meletakan ponselnya di atas meja dan kembali sibuk dengan berkas-berkas di Meja.
Tok,,Tok,,Tok,,
" Masuk" Ucap Davin tanpa menoleh dan tetap fokus dengan Layar Laptop nya.
Tak,,
Tak,,
Tak,,
Suara langkah sepatu membuat Davin menoleh, terlihat Lidia datang dengan senyuman di wajahnya.
Davin menghela napasnya, untuk apa dia datang begitu pagi apalagi dengan tatanan rambut yang berbeda dan juga penampilan yang terlihat berbeda.
Lidia tersenyum,,
Dia yakin jika Davin akan terpesona dengan penampilan barunya.
" Pagi Dave " Ucapnya
" Sepertinya tidak ada janji hari ini, dan Ada urusan apa Anda datang." Ucap Dingin Davin dengan kembali menatap Laptopnya.
" Aku duduk ya " Ucap nya duduk didepan Davin dengan jarak yang dekat.
Davin merasa risih dan membenarkan duduknya, dia pun beranjak bangun namun tanpa sengaja menyenggol ponselnya hingga terpampang foto Kanaya wallpaper ponselnya.
" Sialan, Hingga Wallpaper nya pun perempuan itu " Batin Lidia kesal namun dia harus tetap dengan tujuannya untuk bisa mendapatkan Davin.
" Jika tidak ada yang mau di bicarakan, silahkan keluar. Saya sibuk hari ini " Ucap Davin.
Lidia kesal dan beranjak bangun.
Dia pun menatap punggung Davin yang sama sekali tidak menatapnya, dia pun berjalan keluar.
Davin memijat pelipisnya dan kembali dengan pekerjaan nya.
Kanaya terus menatap ponselnya,,
Semua Pesannya telah di baca Davin, namun tidak ada satu pun yang di balas membuat nya merasa bingung.
Ingin rasanya dia datang menemui dan menanyakan nya namun dia tidak mau mengganggu Davin saat bekerja apalagi dia tau akhir akhir ini kekasih nya itu sedang sibuk.
Kanaya menghela napasnya dan menyimpan Ponselnya,dia beranjak namun suara seseorang membuatnya terdiam.
__ADS_1
" Kanaya "